Nama Anies Baswedan masih masuk dalam jajaran calon yang dipertimbangkan jelang Pilpres 2029. Meski demikian, tingginya elektabilitasnya dalam survei tidak serta merta menjamin mantan Gubernur DKI Jakarta itu bisa kembali bertarung memperebutkan kursi presiden. Ada dua hal yang dinilai perlu dipenuhi Anies agar peluangnya maju terbuka, yakni tiket dari partai politik dan dukungan dari partai lain.
Pengamat politik Adi Prayitno menilai langkah Anies menuju Pilpres 2029 masih bergantung pada perkembangan Partai Gerakan Rakyat dan kemampuannya menggalang dukungan politik yang lebih luas.
Menurut Adi, Partai Gerakan Rakyat perlu memenuhi syarat untuk bisa ikut pemilu. Selain itu, Anies juga perlu mendapat dukungan dari partai lain, termasuk partai yang mempunyai kursi di parlemen.
Anies tinggal mencari tiket untuk melihat apakah Partai Gerakan Rakyat lolos, misalnya sebagai salah satu peserta pemilu, kemudian bisa mendapat dukungan dari partai lain, salah satunya lolos ke parlemen, misalnya kita tunggu saja, kata Adi melalui kanal YouTube Adi Prayitno Official, dikutip Minggu (25/10/2026).
Baca juga: 7 Nama yang Bakal Masuk Radar Kawan atau Lawan Prabowo di 2029
Tantangan ini menjadi perhatian karena nama Anies masih masuk dalam daftar calon dengan tingkat elektabilitas cukup tinggi dalam survei tersebut. Berdasarkan survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dirilis Oktober 2026, Anies menempati posisi kedua dalam simulasi semi terbuka yang melibatkan 24 nama calon.
Dalam survei tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menduduki posisi teratas dengan elektabilitas 35,5 persen. Disusul Anies dengan 10,3 persen, disusul Presiden Prabowo Subianto dengan 9,8 persen, dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dengan 8,4 persen.
Baca Juga: Prabowo Diminta Temui Anies, Wacana Jadi Menteri Juga Disinggung: Benarkah Semua Orang Kritis Nekat Jabatan?
Sedangkan Purbaya Yudhi Sadewa dan Ganjar Pranowo masing-masing mendapat elektabilitas 5 persen. Jumlah responden yang belum menentukan pilihan atau tidak memberikan jawaban tercatat sebesar 13,9 persen.
Survei nasional SMRC dilakukan pada 1–10 Oktober 2026 melalui wawancara telepon dengan metode double sampling dan wawancara tatap muka. Penelitian ini melibatkan 1.213 responden dengan margin of error ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 92 persen.
Meski hasil survei menempatkan Anies pada posisi kedua dalam simulasi, namun angka elektabilitas belum tentu mengukuhkan pencalonannya. Dukungan partai dan pemenuhan syarat pencalonan tetap menjadi bagian penting dalam proses menuju Pilpres 2029.
Dengan demikian, perjalanan Anies menuju kontestasi selanjutnya bukan hanya soal seberapa terkenal namanya atau bagaimana responden memilihnya dalam survei. Kemampuan membangun kendaraan politik dan menggalang dukungan partai akan menjadi faktor penentu apakah ia bisa kembali mencalonkan diri sebagai calon presiden.
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














