Jakarta, NU Daring
Tim SAR gabungan kembali menemukan 11 jenazah korban tenggelamnya KMP Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa pada hari ke-13 operasi pencarian, Jumat (25/9/2026). Basarnas mengatakan, kondisi tubuh korban mulai rusak dan terkontaminasi bakteri sehingga proses evakuasi perlu kehati-hatian tinggi.
Hingga Jumat (25/9/2026) pukul 20.00 WIB, Basarnas telah mengevakuasi 161 korban. Sebanyak 108 orang dinyatakan selamat, sedangkan 53 orang meninggal dunia. Sementara 82 korban lainnya masih dalam pencarian.
Kepala Kantor SAR Banjarmasin selaku Search and Rescue Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana mengatakan, lima jenazah ditemukan di dalam lambung kapal.
Hasil operasi SAR hari ke-13, kami menemukan atau berhasil mengevakuasi 11 jenazah. Lima jenazah berhasil dievakuasi dari lambung kapal oleh tim penyelam gabungan, ujarnya dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR hari ke-13 kecelakaan KMP Virgo Transport 8 yang digelar secara online, Jumat (25/9/2026) malam.
Ia mengatakan, enam jenazah lainnya ditemukan dan dievakuasi oleh tim SAR gabungan Kalimantan Tengah di bawah koordinasi Kantor SAR Palangkaraya.
Khusus enam jenazah asal Kalimantan Tengah, saat ini dalam perjalanan menuju RS Bhayangkara, ujarnya.
I Putu mengungkapkan, proses pencarian di dalam kapal mengalami kendala karena kondisi korban yang mulai menurun. Tim penyelam harus berhati-hati agar proses pengangkatan tidak semakin merusak kondisi tubuh.
Memang sekarang korbannya sudah mulai rusak, ini perlu kehati-hatian, ini tantangan yang kita hadapi juga. Kita ingin korbannya utuh.
Ia juga mengungkapkan, tubuh korban telah terkontaminasi bakteri. Kondisi ini menimbulkan risiko tambahan bagi penyelam yang bekerja di bawah air.
“Mayat-mayat ini juga sudah terkontaminasi bakteri. Nah, ini juga berisiko bagi tim penyelam kami,” ujarnya.
Meski menghadapi risiko tersebut, I Putu memastikan tim akan terus berupaya mengevakuasi korban hingga tuntas. “Seluruh korban yang kami evakuasi masih utuh hingga saat ini,” ujarnya.
Selain kondisi korban, kata dia, pencarian mengalami kendala karena cuaca dengan gelombang 1,75 hingga 2,5 meter serta arus bawah air yang kuat dan berubah-ubah sewaktu-waktu.
“Kondisi arus laut di bawah permukaan cukup kuat dan berubah sewaktu-waktu,” jelasnya.
I Putu mengatakan, kondisi kapal yang miring membuat sejumlah bagian kapal berbahaya untuk dimasuki penyelam. “Ada bagian yang tidak boleh dilalui atau dicari oleh tim penyelam karena berbahaya dan membahayakan keselamatan tim penyelam itu sendiri,” ujarnya.
Sementara itu, dia mengatakan enam jenazah yang ditemukan di Kalimantan Tengah juga membutuhkan waktu lebih lama untuk dievakuasi karena berada di daerah terpencil. Kondisi jalan menuju Pantai Sungai Pahlawan tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.
“Jadi harus naik kendaraan roda dua. Jadi prosesnya cukup lama, perlu tenaga yang luar biasa kawan-kawan di Kalimantan Tengah,” ujarnya.
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














