Demo di Mapolres Gowa Dianggap Hanya Konsumsi Masyarakat, Polisi Luruskan 5 Orang dengan Kasus & Lokasi Berbeda

- Redaksi

Minggu, 25 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Targetberita.co.id Gowa – Kasat Narkoba Polres Gowa Kompol Ismail menyayangkan aksi demonstrasi yang dilakukan Aan Saputra dan kawan-kawan di Mapolres Gowa, Jumat sore (23/10/2026).

Aksi yang diikuti sekitar 8-9 orang itu dinilai memberi kesan hanya ingin membangun narasi untuk konsumsi masyarakat, padahal polisi sudah membuka ruang dialog seluas-luasnya.

“Kami sangat menyayangkan narasi yang dibangun Aan Saputra dkk. Polres Gowa sangat terbuka terhadap permasalahan terkait penegakan hukum. Kami berusaha sekuat tenaga membuka ruang jika ada pihak-pihak yang merasa dirugikan atau ingin mempertanyakan perkembangan kasus yang ditangani Satres Narkoba Gowa,” kata Kompol Ismail kepada awak media, Sabtu (24/10/2026).

Kompol Ismail menjelaskan, alih-alih menemui polisi yang siap menerima mereka, rombongan demonstran malah meninggalkan lokasi tanpa melakukan diskusi apa pun.

“Bukannya menemui kami, demonstrasi yang berjumlah 8-9 orang itu justru meninggalkan tempat. Demo yang mereka lakukan terkesan hanya ingin membuat konten konsumsi masyarakat yang perlu diuji berdasarkan data,” tegasnya.

Pihaknya pun meluruskan fakta terkait penanganan kasus yang dituntut massa aksi. Kompol Ismail menjelaskan, kelima orang yang dimaksud memiliki lokasi kejadian dan nomor Laporan Polisi yang berbeda, sehingga penanganannya tidak bisa sama.

Terkait dugaan penyimpangan penanganan perkara, Kompol Ismail menantang para pengunjuk rasa untuk menunjukkan bukti secara jelas dan transparan.

“Kami mempersilakan Aan Saputra untuk membawa bukti jika ada kejanggalan atau cara transaksi yang dilakukan penyidik ​​Satres Narkoba Gowa. Tunjukkan siapa yang memberi dan siapa yang menerima, jangan sampai stigma tersebut menjadi sebuah pembenaran di mata masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap ke depan setiap permasalahan penegakan hukum dapat dikomunikasikan melalui jalur resmi yang disediakan Polres Gowa, bukan dengan membangun opini yang belum terverifikasi kebenarannya.

(Ed)


Tampilan Postingan: 23







Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Edisi Terbaru “The Art of Harry Potter” Dijadwalkan Terbit Januari 2027
BMKG Ungkap Waktu Terbaik Melihat Hunter’s Moon di Jakarta
Polsek Kembang Janggut Ungkap Kasus Sabu, Satu Orang Ditangkap
Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, 20.770 shelter selesai dibangun dan jalan nasional dipulihkan
Kelompok Masyarakat di Jawa Timur dan Sumut Mendesak Wakil Presiden Gibran Mundur
2 Tahun Kepemimpinan Prabowo, PGK Bengkulu Apresiasi Program Sekolah Rakyat
Prancis kembali dilanda demonstrasi besar-besaran
Kader Posyandu Kini Bisa Awasi Dapur MBG, BGN Jelaskan Tujuannya
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 14:20 WIB

Edisi Terbaru “The Art of Harry Potter” Dijadwalkan Terbit Januari 2027

Minggu, 25 Oktober 2026 - 14:00 WIB

BMKG Ungkap Waktu Terbaik Melihat Hunter’s Moon di Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Demo di Mapolres Gowa Dianggap Hanya Konsumsi Masyarakat, Polisi Luruskan 5 Orang dengan Kasus & Lokasi Berbeda

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Polsek Kembang Janggut Ungkap Kasus Sabu, Satu Orang Ditangkap

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, 20.770 shelter selesai dibangun dan jalan nasional dipulihkan

Berita Terbaru

Headline

BMKG Ungkap Waktu Terbaik Melihat Hunter’s Moon di Jakarta

Minggu, 25 Okt 2026 - 14:00 WIB

Headline

Polsek Kembang Janggut Ungkap Kasus Sabu, Satu Orang Ditangkap

Minggu, 25 Okt 2026 - 13:20 WIB