BMKG Catat 312 Titik Panas di Papua Barat, Fakfak Tertinggi

- Redaksi

Rabu, 23 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

RRI.CO.ID, Fakfak – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Rendani mencatat 312 titik panas atau hotspot terpantau di Provinsi Papua Barat pada 22 September 2026.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 282 poin atau 90,4 persen berada pada tingkat percaya diri sedang, 12 poin atau 3,8 persen berada pada tingkat percaya diri tinggi, dan 18 poin atau 5,8 persen berada pada tingkat percaya diri rendah.

Kabupaten Fakfak menjadi wilayah dengan sebaran titik api terbanyak yakni 145 titik. Jumlah tersebut terdiri dari 15 poin dengan tingkat keyakinan rendah, 127 poin dengan tingkat keyakinan sedang, dan tiga poin dengan tingkat keyakinan tinggi.

Berikutnya adalah Kabupaten Kaimana dengan 134 titik hotspot yang terdiri dari tiga titik tingkat kepercayaan rendah, 123 titik sedang, dan delapan titik tinggi. Sementara Kabupaten Teluk Bintuni mencatatkan 31 poin, dengan tingkat kepercayaan sedang sebanyak 30 poin dan tingkat kepercayaan tinggi sebanyak satu poin.

Untuk Kabupaten Teluk Wondama, BMKG mencatat ada dua titik hotspot dengan tingkat kepercayaan sedang. Sedangkan Kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan, dan Pegunungan Arfak tidak terdeteksi titik api pada pemantauan 22 September 2026.

BMKG juga mencatat kondisi El Nino masih berlangsung dengan intensitas sangat kuat. Anomali suhu permukaan laut di wilayah Nino3.4 mencapai plus 2,97 derajat Celcius, dengan peningkatan anomali secara bertahap pada bulan Mei hingga awal September 2026.

BMKG memperkirakan kondisi El Nino akan berlangsung hingga awal tahun 2027. Hingga September 2026, seluruh Zona Musim di Papua Barat masih memasuki musim kemarau, kecuali Kabupaten Pegunungan Arfak.

Sejalan dengan kondisi tersebut, BMKG menghimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, termasuk tidak melakukan pembakaran sembarangan.

Instansi terkait juga diminta memperkuat patroli, memantau pembukaan lahan, ketersediaan sumber air dan peralatan pemadaman, serta segera melaporkan jika ditemukan titik api, asap, atau indikasi kebakaran.

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Analisis Dasar Dinamika Atmosfer II September 2026 – Klimatologi
Siswa SD Meninggal Tersedak Buah MBG, Publik Soroti Keamanan Pangan
MUI Menyambut Baik Resolusi Terbaru PBB tentang Palestina
Berikut klasemen medali Asian Games ke-20 terbaru: China terus mendominasi.
AHY dan Anies disebut-sebut masuk dalam radar calon pengganti Gibran yang dipilih Prabowo
Demo di PN Pangkalpinang: Massa Mempertanyakan 167 CV dan Kerugian Negara Rp 4,16 Triliun dalam Kasus Korupsi Basel
GBCC 2026 menghadirkan informasi terkini mengenai kanker payudara ke Vietnam.
Putra Jokowi: Gugatan Denny Indrayana Murni Kepentingan Politik untuk Memakzulkan Gibran
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 10:51 WIB

Analisis Dasar Dinamika Atmosfer II September 2026 – Klimatologi

Rabu, 23 September 2026 - 10:34 WIB

Siswa SD Meninggal Tersedak Buah MBG, Publik Soroti Keamanan Pangan

Rabu, 23 September 2026 - 10:17 WIB

BMKG Catat 312 Titik Panas di Papua Barat, Fakfak Tertinggi

Rabu, 23 September 2026 - 09:51 WIB

MUI Menyambut Baik Resolusi Terbaru PBB tentang Palestina

Rabu, 23 September 2026 - 09:34 WIB

Berikut klasemen medali Asian Games ke-20 terbaru: China terus mendominasi.

Berita Terbaru

Headline

BMKG Catat 312 Titik Panas di Papua Barat, Fakfak Tertinggi

Rabu, 23 Sep 2026 - 10:17 WIB

Headline

MUI Menyambut Baik Resolusi Terbaru PBB tentang Palestina

Rabu, 23 Sep 2026 - 09:51 WIB