RRI.CO.ID, Fakfak – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Rendani mencatat 312 titik panas atau hotspot terpantau di Provinsi Papua Barat pada 22 September 2026.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 282 poin atau 90,4 persen berada pada tingkat percaya diri sedang, 12 poin atau 3,8 persen berada pada tingkat percaya diri tinggi, dan 18 poin atau 5,8 persen berada pada tingkat percaya diri rendah.
Kabupaten Fakfak menjadi wilayah dengan sebaran titik api terbanyak yakni 145 titik. Jumlah tersebut terdiri dari 15 poin dengan tingkat keyakinan rendah, 127 poin dengan tingkat keyakinan sedang, dan tiga poin dengan tingkat keyakinan tinggi.
Berikutnya adalah Kabupaten Kaimana dengan 134 titik hotspot yang terdiri dari tiga titik tingkat kepercayaan rendah, 123 titik sedang, dan delapan titik tinggi. Sementara Kabupaten Teluk Bintuni mencatatkan 31 poin, dengan tingkat kepercayaan sedang sebanyak 30 poin dan tingkat kepercayaan tinggi sebanyak satu poin.
Untuk Kabupaten Teluk Wondama, BMKG mencatat ada dua titik hotspot dengan tingkat kepercayaan sedang. Sedangkan Kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan, dan Pegunungan Arfak tidak terdeteksi titik api pada pemantauan 22 September 2026.
BMKG juga mencatat kondisi El Nino masih berlangsung dengan intensitas sangat kuat. Anomali suhu permukaan laut di wilayah Nino3.4 mencapai plus 2,97 derajat Celcius, dengan peningkatan anomali secara bertahap pada bulan Mei hingga awal September 2026.
BMKG memperkirakan kondisi El Nino akan berlangsung hingga awal tahun 2027. Hingga September 2026, seluruh Zona Musim di Papua Barat masih memasuki musim kemarau, kecuali Kabupaten Pegunungan Arfak.
Sejalan dengan kondisi tersebut, BMKG menghimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, termasuk tidak melakukan pembakaran sembarangan.
Instansi terkait juga diminta memperkuat patroli, memantau pembukaan lahan, ketersediaan sumber air dan peralatan pemadaman, serta segera melaporkan jika ditemukan titik api, asap, atau indikasi kebakaran.
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














