Viral Pusaran Debu di Mataram, BMKG: Fenomena Setan Debu

- Redaksi

Kamis, 17 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan layar kolom pusaran debu yang diunggah pengguna Instagram @suryawisatalombok di Jalan Sriwijaya, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Kamis (17/9/2026). ANTARA/Sugiharto Purnama

Mataram: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap penyebab munculnya fenomena pusaran debu yang terekam dalam video viral di media sosial Instagram di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ketua Pokja Observasi, Data, dan Informasi Stasiun Meteorologi (ZAM) Zainuddin Abdul Madjid, Ari Wibianto mengatakan, fenomena tersebut terjadi saat cuaca cerah tanpa tutupan awan.

“Fenomena ini bisa dikategorikan setan debu yang secara visual tampak seperti pusaran angin berskala kecil yang mampu mengangkat debu, pasir, dedaunan, atau material ringan berukuran kecil, kata Ari saat dihubungi di Mataram, Kamis, 17 September 2026, dilansir dari Antara. Di antara.

Ari menjelaskan, setan debu (setan debu) terbentuk sebagai akibat dari pemanasan yang kuat pada permukaan bumi oleh sinar matahari. Kondisi tersebut membuat udara di dekat permukaan menjadi lebih hangat dan naik dengan cepat.

Udara hangat yang naik kemudian membentuk gerakan vertikal yang cepat sehingga menarik partikel debu dan pasir dari permukaan tanah.

Pada saat yang sama, udara yang lebih dingin dan padat dari lapisan atas mengalir masuk menggantikan udara panas yang naik sehingga menciptakan gerakan siklus aliran udara yang berputar, jelas Ari.


Sebelumnya, pada Kamis, 17 September 2026, video berdurasi 49 detik yang diunggah akun Instagram @suryawisatalombok memperlihatkan kepulan debu di Jalan Sriwijaya, Kota Mataram.

Fenomena angin vortisitas yang meniup dedaunan kering terjadi sekitar pukul 13.40 WITA dan langsung menyita perhatian pengendara yang melintas.

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

ITS dan Konjen AS Dorong Talenta Muda Berinovasi Digital
BYD Atto 2 Versi Terbaru Diluncurkan dengan Jangkauan 501 Km
Zulmaeta: Sertifikat Bukan Ukuran Kompetensi ASN
Update Banjir Nepal, 6.150 Orang Masih Hilang
Indonesia Akan Bergabung dengan Bank Pembangunan BRICS, Ini Update Terbarunya
BMKG Perkuat Budaya Aman Hadapi Ancaman Gempa Bumi dan Tsunami – Berita
Sidang Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo Tolak Restorative Justice, Pilih Berjuang
Bupati Subandi Serahkan Tiga Raperda Strategis ke DPRD Sidoarjo
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 21:17 WIB

ITS dan Konjen AS Dorong Talenta Muda Berinovasi Digital

Kamis, 17 September 2026 - 20:51 WIB

BYD Atto 2 Versi Terbaru Diluncurkan dengan Jangkauan 501 Km

Kamis, 17 September 2026 - 20:34 WIB

Viral Pusaran Debu di Mataram, BMKG: Fenomena Setan Debu

Kamis, 17 September 2026 - 20:24 WIB

Zulmaeta: Sertifikat Bukan Ukuran Kompetensi ASN

Kamis, 17 September 2026 - 20:17 WIB

Update Banjir Nepal, 6.150 Orang Masih Hilang

Berita Terbaru

Headline

ITS dan Konjen AS Dorong Talenta Muda Berinovasi Digital

Kamis, 17 Sep 2026 - 21:17 WIB

Headline

BYD Atto 2 Versi Terbaru Diluncurkan dengan Jangkauan 501 Km

Kamis, 17 Sep 2026 - 20:51 WIB

Headline

Viral Pusaran Debu di Mataram, BMKG: Fenomena Setan Debu

Kamis, 17 Sep 2026 - 20:34 WIB

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta saat membuka Sosialisasi Relaksasi Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi ASN di Payakumbuh.

Daerah

Zulmaeta: Sertifikat Bukan Ukuran Kompetensi ASN

Kamis, 17 Sep 2026 - 20:24 WIB

Headline

Update Banjir Nepal, 6.150 Orang Masih Hilang

Kamis, 17 Sep 2026 - 20:17 WIB