Indonesia Akan Bergabung dengan Bank Pembangunan BRICS, Ini Update Terbarunya

- Redaksi

Kamis, 17 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy




Jakarta, CNBC Indonesia – Indonesia masih menjalani proses aksesi untuk menjadi anggota New Development Bank (NDB), bank pembangunan yang didirikan oleh kelompok BRICS (Brazil-Russia-India-China-South Africa (South Africa)). Pemerintah menyatakan prosesnya masih berjalan dan jumlah investasi Indonesia belum final.

Staf Khusus Menteri Luar Negeri Bidang Penguatan Kebijakan Isu Multilateral, Tri Tharyat, mengatakan proses Indonesia untuk bergabung dengan NDB dimulai setelah pertemuan antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden NDB Dilma Rousseff pada 25 Maret 2025. Sejak saat itu, pemerintah terus melakukan tahapan koordinasi terkait rencana keanggotaan.

Menurut Tri, saat ini terdapat 10 negara anggota NDB, tujuh di antaranya merupakan anggota BRICS. Tiga negara lainnya adalah Bangladesh, Aljazair, dan Uzbekistan, sedangkan Ethiopia, Iran, Arab Saudi, dan Indonesia masih dalam proses aksesi.

“Perlu dipahami bahwa NDB didirikan oleh BRICS, namun keanggotaannya terbuka (negara non-BRICS dapat bergabung),” kata Tri dalam jumpa pers Kementerian Luar Negeri (Kemlu) di Jakarta Pusat, Kamis (17/9/2026).

Terkait rencana investasi Indonesia yang sebelumnya disebut-sebut sekitar US$1 miliar (sekitar Rp 17,6 triliun), Tri menegaskan, angka tersebut belum final. Menurut dia, kementerian atau lembaga terkait masih melakukan koordinasi pada tahap awal.

Lebih lanjut, pemerintah memandang NDB memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan lembaga pembiayaan multilateral seperti Bank Dunia dan IMF. Salah satunya adalah fleksibilitas skema pembiayaan yang memungkinkan penggunaan mata uang lokal untuk mengurangi biaya transaksi.

Tri mengatakan, perkembangan proses aksesi Indonesia terhadap NDB akan terus dikomunikasikan secara berkala. Pemerintah juga masih melakukan koordinasi antar kementerian dan lembaga terkait sebelum menentukan besaran investasi Indonesia.

Keanggotaan NDB sendiri tidak terbatas pada negara-negara BRICS saja, sehingga Indonesia bisa bergabung meski status keanggotaannya di BRICS berbeda konteks. Pemerintah akan terus memberikan informasi terkini mengenai perkembangan proses aksesi.

(sef/sef)

(Gambas: Video CNN)

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Viral Pusaran Debu di Mataram, BMKG: Fenomena Setan Debu
Zulmaeta: Sertifikat Bukan Ukuran Kompetensi ASN
Update Banjir Nepal, 6.150 Orang Masih Hilang
BMKG Perkuat Budaya Aman Hadapi Ancaman Gempa Bumi dan Tsunami – Berita
Sidang Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo Tolak Restorative Justice, Pilih Berjuang
Bupati Subandi Serahkan Tiga Raperda Strategis ke DPRD Sidoarjo
Update MYP Pemprov Sulsel: Jalan Aroepala Makassar Dibeton Tuntas
Menkumham Pastikan Arahan Prabowo soal Sanksi Karhutla Dapat Perhatian Pemerintah
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 20:34 WIB

Viral Pusaran Debu di Mataram, BMKG: Fenomena Setan Debu

Kamis, 17 September 2026 - 20:24 WIB

Zulmaeta: Sertifikat Bukan Ukuran Kompetensi ASN

Kamis, 17 September 2026 - 20:17 WIB

Update Banjir Nepal, 6.150 Orang Masih Hilang

Kamis, 17 September 2026 - 19:51 WIB

Indonesia Akan Bergabung dengan Bank Pembangunan BRICS, Ini Update Terbarunya

Kamis, 17 September 2026 - 19:34 WIB

BMKG Perkuat Budaya Aman Hadapi Ancaman Gempa Bumi dan Tsunami – Berita

Berita Terbaru

Headline

Viral Pusaran Debu di Mataram, BMKG: Fenomena Setan Debu

Kamis, 17 Sep 2026 - 20:34 WIB

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta saat membuka Sosialisasi Relaksasi Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bagi ASN di Payakumbuh.

Daerah

Zulmaeta: Sertifikat Bukan Ukuran Kompetensi ASN

Kamis, 17 Sep 2026 - 20:24 WIB

Headline

Update Banjir Nepal, 6.150 Orang Masih Hilang

Kamis, 17 Sep 2026 - 20:17 WIB