Jakarta, CNBC Indonesia – Indonesia masih menjalani proses aksesi untuk menjadi anggota New Development Bank (NDB), bank pembangunan yang didirikan oleh kelompok BRICS (Brazil-Russia-India-China-South Africa (South Africa)). Pemerintah menyatakan prosesnya masih berjalan dan jumlah investasi Indonesia belum final.
Staf Khusus Menteri Luar Negeri Bidang Penguatan Kebijakan Isu Multilateral, Tri Tharyat, mengatakan proses Indonesia untuk bergabung dengan NDB dimulai setelah pertemuan antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden NDB Dilma Rousseff pada 25 Maret 2025. Sejak saat itu, pemerintah terus melakukan tahapan koordinasi terkait rencana keanggotaan.
Menurut Tri, saat ini terdapat 10 negara anggota NDB, tujuh di antaranya merupakan anggota BRICS. Tiga negara lainnya adalah Bangladesh, Aljazair, dan Uzbekistan, sedangkan Ethiopia, Iran, Arab Saudi, dan Indonesia masih dalam proses aksesi.
“Perlu dipahami bahwa NDB didirikan oleh BRICS, namun keanggotaannya terbuka (negara non-BRICS dapat bergabung),” kata Tri dalam jumpa pers Kementerian Luar Negeri (Kemlu) di Jakarta Pusat, Kamis (17/9/2026).
Terkait rencana investasi Indonesia yang sebelumnya disebut-sebut sekitar US$1 miliar (sekitar Rp 17,6 triliun), Tri menegaskan, angka tersebut belum final. Menurut dia, kementerian atau lembaga terkait masih melakukan koordinasi pada tahap awal.
Lebih lanjut, pemerintah memandang NDB memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan lembaga pembiayaan multilateral seperti Bank Dunia dan IMF. Salah satunya adalah fleksibilitas skema pembiayaan yang memungkinkan penggunaan mata uang lokal untuk mengurangi biaya transaksi.
Tri mengatakan, perkembangan proses aksesi Indonesia terhadap NDB akan terus dikomunikasikan secara berkala. Pemerintah juga masih melakukan koordinasi antar kementerian dan lembaga terkait sebelum menentukan besaran investasi Indonesia.
Keanggotaan NDB sendiri tidak terbatas pada negara-negara BRICS saja, sehingga Indonesia bisa bergabung meski status keanggotaannya di BRICS berbeda konteks. Pemerintah akan terus memberikan informasi terkini mengenai perkembangan proses aksesi.
(sef/sef)
(Gambas: Video CNN)
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency












