Lutimterkini- Manado — Memasuki tahun kedua kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto pada Selasa 20 Oktober 2026, sejumlah program pembangunan di bidang pendidikan sudah dirasakan langsung oleh masyarakat Sulut. Realisasi tersebut tidak lepas dari peran kementerian di Kabinet Merah Putih serta dukungan pemerintah daerah yang saat ini dipimpin oleh Gubernur Yulius Selvanus.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sulut Louis Schramm mengapresiasi perhatian pemerintah pusat. Menurutnya, dalam dua tahun terakhir banyak program yang masuk dan terealisasi di daerah, khususnya di bidang pendidikan melalui beberapa kementerian terkait. Ia menilai program-program tersebut akan terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya.
Salah satu yang sudah berjalan adalah Revitalisasi Satuan Pendidikan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Program ini menyasar tingkat TK, PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB, dan telah dimulai pada tahun 2025 dengan ratusan sekolah yang direvitalisasi. Untuk tahun ini, berdasarkan data Badan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) dan Dinas Pendidikan Sulut, jumlah satuan pendidikan penerima program tersebut disebutkan mencapai 770 unit.
Selain revitalisasi, Sulut juga mendapat dua Sekolah Nasional Terpadu (SNT), yakni SNT 04 di Minahasa Utara dan SNT 13 di Tambun, Dumoga, Kabupaten Bolaang Mongondow. Bantuan papan panel untuk pembelajaran melalui aplikasi digital berbasis internet juga disalurkan. Louis menilai bantuan ini cukup membantu sektor pendidikan di daerah tersebut.
Dari sisi kesejahteraan pelajar, program Makan Bergizi Gratis disebut-sebut dapat memberikan manfaat bagi pelajar, ibu hamil, dan anak balita. Sekolah Rakyat yang dibangun Kementerian Sosial di Tampusu, Tondano dan Kota Manado juga sudah beroperasi. Lembaga pendidikan berasrama ini ditujukan bagi warga kurang mampu yang ingin bersekolah secara gratis. Menurut Louis, seluruh program tersebut telah terealisasi dan berjalan dengan baik.
Ia juga menyoroti keberhasilan Sulut menjadi salah satu dari 17 lokasi pengembangan SNT. Kebanggaan serupa juga diungkapkan terkait keberadaan SMA Taruna Nusantara di Langowan, Kabupaten Minahasa, yang dibangun Kementerian Pertahanan dengan gedung yang cukup megah. Sulawesi Utara tercatat sebagai salah satu dari enam provinsi penerima sekolah ini. Menurut Louis, lulusannya diharapkan berkualitas dan siap bersaing di masa depan.
Di tingkat perguruan tinggi, Kementerian Pendidikan dan Teknologi pada tahun ini telah membuka dan mengizinkan beroperasinya tiga Fakultas Kedokteran, yakni Universitas Negeri Manado, Universitas Katolik De La Salle, dan Universitas Klabat. Louis menilai pencapaian tersebut luar biasa karena menjawab terbatasnya akses masyarakat Sulut yang ingin belajar kedokteran. Dengan berbagai program tersebut, ia optimistis kualitas sumber daya manusia di Sulut akan meningkat menuju Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, sejumlah kepala sekolah penerima revitalisasi mengaku bangga dan berterima kasih kepada Presiden Prabowo melalui Kementerian Pendidikan Dasar. Kepala SD Negeri 32 Manado yang juga merangkap Kepala SD Negeri 61 Manado, Masyaria, mengatakan, kedua sekolah yang dipimpinnya masing-masing mendapat bantuan sebesar Rp1,1 miliar dan Rp1,8 miliar. Kepala SMP Negeri 4 Minahasa Selatan Stela Tampi mengucapkan terima kasih atas bantuan sebesar Rp 411 juta lebih untuk sekolahnya.
Hal senada disampaikan Kepala SMA di Tengah, Minahasa Selatan, Tenny Lelah yang menerima dana revitalisasi sebesar Rp 900 juta. Kepala SLB Negeri Desa Kapitu, Minsel, Kartini Lumi pun mengungkapkan rasa bangganya atas bantuan revitalisasi sebesar Rp 1,3 miliar pada tahun ini.
Sumber: sulutnews.com
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














