Jakarta, CNN Indonesia —
Presiden Republik Indonesia Prabu Subianto menerima Tim Gabungan Penyusunan Undang-Undang Satu Data Indonesia di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (29/10).
Rapat dihadiri Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan Cucun Ahmad Syamsurijal, Anggota Komisi
Prabowo mengatakan kedaulatan data menjadi landasan penting dalam menjaga keutuhan bangsa di tengah perkembangan digitalisasi yang semakin pesat.
IKLAN
GULIR UNTUK MELANJUTKAN ISI
“Bapak Presiden menekankan bahwa kedaulatan data merupakan landasan penting dalam menjaga keutuhan bangsa di tengah digitalisasi,” seperti dikutip dalam postingan di akun media sosial @sekretariat.kabinet.
Penguatan tata kelola data nasional melalui penyusunan Undang-Undang Satu Data Indonesia dibahas dengan melibatkan unsur DPR RI, akademisi, serta kementerian dan lembaga terkait.
Dalam unggahannya, Sekretariat Kabinet menyampaikan bahwa integrasi data nasional diharapkan dapat mendukung penyampaian layanan publik yang lebih akurat sekaligus memperkuat keamanan dalam pertukaran informasi.
Integrasi data diharapkan dapat mendukung pelayanan publik yang lebih akurat, serta memperkuat keamanan pertukaran informasi dan ketahanan siber, demikian pernyataannya.
Kemudian, penyusunan Undang-Undang Satu Data Indonesia juga diarahkan untuk membangun tata kelola data nasional yang terintegrasi, aman, dan akuntabel.
(Gambas: Video CNN)
Diharapkan dengan sistem data yang semakin terintegrasi, pemerintah memiliki basis informasi yang lebih kuat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Penyusunan peraturan ini disebut sebagai upaya penguatan tata kelola data nasional yang terintegrasi, aman, dan akuntabel.
Selain itu, pengaturan ini juga disebut untuk memastikan penggunaan data meningkatkan kualitas pelayanan publik dan menjaga kedaulatan Indonesia.
(mnf/tidak)
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














