Prabowo-Gibran Dua Tahun, Akademisi Soroti Capaian Program dan Komunikasi Publik

- Redaksi

Selasa, 27 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Akademisi menyoroti komunikasi publik pemerintah selama dua tahun Prabowo-Gibran. Jogja Youth juga mendeklarasikan komitmennya dalam melawan hoaks dan provokasi. /Spesial.

Harianjogja.com, JOGJA—Memasuki dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, para akademisi menyoroti pentingnya komunikasi publik dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah. Kejelasan informasi dinilai berperan penting agar agenda pembangunan dapat dipahami dan menjangkau masyarakat luas.

Pandangan itu mengemuka dalam diskusi publik bertajuk “Dua Tahun Pemerintahan Prabowo: Mengukur Indeks Demokrasi, Kebebasan Sipil, dan Suara Pemuda” yang digelar Aliansi Demokrasi Digital di Jogja, Senin (26/10/2026).

Pakar komunikasi dan politik Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY), Didik Hariyadi Santoso mengapresiasi keberanian pemerintah menetapkan agenda pembangunan berskala nasional dengan prioritas yang jelas.

Menurut Didik, program di bidang pangan, gizi, pendidikan, kesehatan, dan industri hilir berpotensi memperluas jangkauan layanan publik, terutama bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan akses.

“Program skala besar di bidang pangan, gizi, pendidikan, kesehatan, dan industri hilir mempunyai potensi yang luar biasa dalam memperluas jangkauan layanan publik, terutama bagi kelompok masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses,” kata Didik.

Akademisi Menyoroti Peran Komunikasi Pemerintah

Dalam forum tersebut, Didik juga menanggapi penunjukan Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom). Ia optimis kepemimpinan Syahganda dapat memperkuat penyampaian pesan pemerintah agar lebih terukur, jelas, dan fokus pada substansi agenda pembangunan.

Didik menilai komunikasi kepala negara berpengaruh terhadap persepsi dan kepercayaan masyarakat. Oleh karena itu, penyampaian informasi yang berorientasi pada kepentingan publik diperlukan agar masyarakat memahami program dan kebijakan yang dilaksanakan.

“Komunikasi seorang kepala negara berpengaruh besar terhadap persepsi dan kepercayaan masyarakat. Penataan komunikasi yang berorientasi pada kepentingan publik akan memperkuat dukungan masyarakat terhadap program pembangunan yang sedang berjalan,” jelasnya.

Hal senada diungkapkan Direktur Sinergi Lembaga Pers Mahasiswa Islam (LAPMJ), Abil Arqam. Ia menilai gaya komunikasi Presiden Prabowo yang lugas dan terbuka menjadi sinyal positif bagi kepemimpinan yang transparan.

Gaya kepemimpinannya yang bebas berbicara apa adanya menunjukkan sikap terbuka dan tidak berusaha menutup-nutupi pandangannya, kata Abil.

Abil juga menyoroti sejumlah program yang menurutnya berdampak langsung kepada masyarakat. Program tersebut meliputi pemenuhan gizi, penguatan perekonomian desa, investasi, hilirisasi industri, dan perluasan kesempatan magang bagi generasi muda.

Pemuda Jogja Deklarasikan Komitmen Perangi Hoax

Selain membahas soal pemerintahan, diskusi tersebut memberikan momentum bagi puluhan pemuda dan pelajar di Jogja untuk menyatakan komitmennya dalam menjaga demokrasi dan persatuan di ruang digital.

Melalui deklarasi yang digagas Aliansi Demokrasi Digital, mereka menyatakan penolakannya terhadap hoaks, disinformasi, fitnah, ujaran kebencian, dan provokasi yang berpotensi memecah belah masyarakat.

Para peserta juga berkomitmen untuk menjunjung tinggi Pancasila, menghargai keberagaman, dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kami Pemuda Yogyakarta berkomitmen menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, menghargai keberagaman, serta menolak segala bentuk provokasi dan perpecahan yang mengancam keutuhan NKRI,” bunyi poin pertama deklarasi tersebut.

Pada poin selanjutnya, generasi muda menyatakan tekadnya untuk mencegah penyebaran informasi palsu dan mengedepankan sikap kritis dan bijak dalam menggunakan media sosial. Mereka juga menekankan pentingnya informasi yang jujur, perdamaian dan persaudaraan dalam menghadapi narasi provokatif di ruang digital.

Ketua Aliansi Demokrasi Digital Martini mengatakan generasi muda memiliki peran penting dalam membangun ruang digital yang sehat dan bertanggung jawab.

Menurutnya, generasi muda perlu kritis terhadap informasi yang belum terverifikasi dan tidak mudah terpengaruh narasi provokatif yang dapat memicu konflik di masyarakat.

Martini berharap deklarasi tersebut dapat mendorong tumbuhnya budaya komunikasi yang sehat dengan tetap menghormati keberagaman dan hak orang lain.

Deklarasi Pemuda Jogja ini juga menjadi pengingat bahwa kebebasan berekspresi di ruang digital perlu dibarengi dengan tanggung jawab untuk menghormati hak orang lain, mengutamakan kebenaran informasi, dan menjaga persatuan bangsa, kata Martini.

Ia menambahkan, komitmen ini diharapkan dapat memperkuat keterlibatan generasi muda dalam melawan hoaks, mencegah provokasi, dan menjaga persatuan dalam masyarakat.

Simak berita dan artikel lainnya di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami tersedia di Epaper Harian Jogja.

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Harga Emas Antam Naik Setelah Tiga Hari Stabilitas, Simak Daftar Harga Terbarunya
Jimly Asshiddiqie diminta memimpin tim sukses cucu Jokowi
DPR Tekankan BPJS Kesehatan Tak Bisa Dihapuskan, Isu Pengganti Klinik KDMP Jadi Viral
Hari ke 82 Program MBG, Babinsa Koramil Sumbawa Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran
Harga Cabai Rawit di Pasar Tradisional DKI Jakarta Hari Ini Turun Jadi Rp 72,6 Ribu, Update 26 Oktober 2026
Basarnas dan Pemda Taliabu Perkuat Sinergitas Penanganan Darurat
Prabowo ingin pencurian ikan dan manipulasi ekspor pertambangan masuk kategori korupsi
Bisri Latuconsina meminta pengakuan terhadap masyarakat adat tidak dipersulit
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:20 WIB

Harga Emas Antam Naik Setelah Tiga Hari Stabilitas, Simak Daftar Harga Terbarunya

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Jimly Asshiddiqie diminta memimpin tim sukses cucu Jokowi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:40 WIB

Prabowo-Gibran Dua Tahun, Akademisi Soroti Capaian Program dan Komunikasi Publik

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:20 WIB

DPR Tekankan BPJS Kesehatan Tak Bisa Dihapuskan, Isu Pengganti Klinik KDMP Jadi Viral

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Hari ke 82 Program MBG, Babinsa Koramil Sumbawa Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran

Berita Terbaru

Headline

Jimly Asshiddiqie diminta memimpin tim sukses cucu Jokowi

Selasa, 27 Okt 2026 - 10:00 WIB