Dukung Swasembada Pangan Presiden Prabowo, Nelayan Fakfak Untung Tiga Kali Lipat dari Olahan Ikan

- Redaksi

Sabtu, 31 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Fakfak – Ikan hasil tangkapan yang melimpah di Desa Saharey, Kabupaten Fakfak, selama ini hanya dijual dalam keadaan segar tanpa ada nilai tambah bagi masyarakat. Kini, melalui program bantuan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Hasanuddin (Unhas), puluhan rumah tangga nelayan mengolah ikan hasil tangkapan menjadi bakso, pentol, nugget, sambal, kerupuk, dan suwiran daging. Dari usaha mandiri ini, mereka memperoleh penghasilan Rp400.000 hingga Rp800.000 per hari.

Pendampingan ini bermula dari temuan lapangan mengenai besarnya potensi perikanan di Distrik Weri-Saharey, khususnya ikan pelagis kecil dan ikan demersal. Jika dimanfaatkan secara optimal, potensi tersebut dapat memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan perekonomian warga.

Foto: Tim Ekspedisi Patriot UNHAS (TEP).

“Selain peluang, kami juga melihat sejumlah tantangan, mulai dari kurangnya kemampuan pengolahan pasca panen, kurangnya teknologi tepat guna, hingga terbatasnya akses pemasaran. Akibatnya, nelayan tidak berani menangkap ikan dalam jumlah banyak karena takut membusuk, dan pendapatannya menjadi tidak menentu,” kata Adnan, anggota TEP UNHAS, pada Senin, 26 Oktober 2026.

Pelatihan yang diikuti oleh 20 rumah tangga nelayan dari kelompok Seir Saharey ini tidak hanya mencakup teknik pengolahan ikan hasil tangkapan, namun juga pengemasan dan pelabelan produk, sanitasi, manajemen usaha dan pemasaran.

Istri-istri nelayan dilatih cara memproduksi ikan olahan tanpa bahan pengawet dan mengoperasikan peralatan produksi seperti alat pengasapan dan penyegel vakum, sedangkan para nelayan mempelajari penanganan pascapanen melalui penggunaan cold storage yang mampu menyimpan hasil tangkapan selama 5-7 hari.

Dengan modal Rp. 100.000-Rp. 300.000 per hari, kelompok nelayan Seir Saharey memperoleh pendapatan sebesar Rp. 400.000-Rp. 800.000, atau sekitar tiga kali lipat modal.

Mama Nayu Ohoibor salah satu peserta pendampingan mengungkapkan perubahan yang dirasakannya. “Alhamdulillah, sekarang kita bisa mengelola abon, bakso, nugget, dan keripik berbahan dasar ikan. Dulu kita hanya makan dan menjualnya dengan harga murah. Dengan kegiatan ini kita bisa mengubah pendapatan kita dari sebelumnya mungkin sedikit, kita bisa menambah perekonomian dalam kehidupan kita ke depan,” ujarnya pada 26 Oktober 2026.

Foto: Tim Ekspedisi Patriot UNHAS (TEP).

Upaya kemandirian pangan di Weri-Saharey sejalan dengan arahan pemerintah pusat. “Di dunia sekarang yang penuh konflik dan peperangan di mana-mana, kita harus swasembada pangan dan energi. Kita tidak boleh bergantung pada negara lain,” kata Presiden RI Prabowo Subianto pada Resepsi Syukuran HUT ke-100 Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) pada 19 September 2026.

Sejalan dengan arahan Presiden, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Daerah Agus Harimurti Yudhoyono berpesan kepada TEP untuk memetakan permasalahan yang dihadapi masyarakat dan mencari solusi terbaik untuk memajukan perekonomian masyarakat.

“Karena permasalahannya kan konteksnya lokal. Jadi kita bisa berpikir besar, sering kita pakai istilah think globally tapi act locally. Ultimately local,” kata Menko AHY dalam acara dinner dialog bersama Tim Ekspedisi Patriot di Jayapura, 17 September 2026.

Pesan serupa juga disampaikan Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara. “Transformasi transmigrasi saat ini bukan sekadar memindahkan orang, tapi memastikan tumbuhnya kesejahteraan di daerah,” ujarnya pada 27 April 2026. (GWK)

Sumber: Tim Kementerian Transmigrasi

Nomor : B.333/HM/00.00/X/2026

Biro Perencanaan, Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:

Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia

Jl. TMP Kalibata No.17 Jakarta Selatan 12750Kementerian Transmigrasi Siapkan Anggaran 2027 yang Berdampak Langsung pada Masyarakat

(021) 7994372

(dilindungi email)

www.transmigrasi.go.id

7

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Gerindra, PDIP & PKB Tanggapi Putusan MA soal Suket Gibran
Jerman Kekacauan! Demo Gen Z ibarat medan perang, toko-toko dijarah
Pemakzulan Gibran: PKB-Golkar Siap Masuk Arena Menyusul PDIP-PKS, Pasca Putusan MA Soal Keabsahan Suket Penyetaraan Ijazah SMA Wapres
Persaudaraan 98: Ancaman terhadap Prabowo Hina Amanat Rakyat
iTel A300+ Setelah update software, Anda bisa meletakkan foto Anda sendiri di layar belakang, bagaimana caranya?
Tanggapan PDIP-PKB terhadap Suket Gibran berbeda-beda, ada pula yang meminta putra Jokowi mundur
Kadin Apresiasi Program P3MDI Presiden Prabowo untuk Mempersiapkan Calon Pemimpin Nasional
BMKG Prediksi Hujan di Padang 1 November 2026
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 07:20 WIB

Gerindra, PDIP & PKB Tanggapi Putusan MA soal Suket Gibran

Minggu, 1 November 2026 - 06:40 WIB

Jerman Kekacauan! Demo Gen Z ibarat medan perang, toko-toko dijarah

Minggu, 1 November 2026 - 06:20 WIB

Pemakzulan Gibran: PKB-Golkar Siap Masuk Arena Menyusul PDIP-PKS, Pasca Putusan MA Soal Keabsahan Suket Penyetaraan Ijazah SMA Wapres

Minggu, 1 November 2026 - 06:01 WIB

Persaudaraan 98: Ancaman terhadap Prabowo Hina Amanat Rakyat

Minggu, 1 November 2026 - 05:40 WIB

iTel A300+ Setelah update software, Anda bisa meletakkan foto Anda sendiri di layar belakang, bagaimana caranya?

Berita Terbaru

Headline

Gerindra, PDIP & PKB Tanggapi Putusan MA soal Suket Gibran

Minggu, 1 Nov 2026 - 07:20 WIB

Headline

Persaudaraan 98: Ancaman terhadap Prabowo Hina Amanat Rakyat

Minggu, 1 Nov 2026 - 06:01 WIB