[ad_1]
Jakarta – Desa Koto Panjang di bawah kepemimpinan Kepala Desa Titi Fanny Gusti berhasil mencuri perhatian dengan inovasi-inovasi unggulannya yang mengantarkan desa ini masuk dalam jajaran tiga besar Wilayah I Sumatera dalam Lomba Desa Tingkat Nasional 2024.
Pada Kamis (19/09/2024), Titi Fanny memaparkan berbagai inovasi di hadapan Tim Penilai di Direktorat Jenderal Pembinaan Pemerintahan Desa, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Desa Koto Panjang mengusung semboyan BATUAH yang merupakan akronim dari Bersih, Religius, Tertib, Unggul, Aman, dan Harmanis. Semboyan inilah yang menjadi dasar berbagai inovasi yang berhasil meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pemberdayaan masyarakat di desa tersebut.
Salah satu inovasi unggulan yang dihadirkan adalah Siap KOPAN (Sistem Informasi Administrasi Pelayanan Koto Panjang), sebuah platform digital yang dirancang untuk memudahkan akses layanan administrasi bagi warga. Melalui platform ini, masyarakat dapat mengurus dokumen kependudukan, perizinan, dan layanan administrasi lainnya secara daring dengan cepat, efisien, dan transparan.
“Dengan Siap KOPAN, kami memangkas waktu pelayanan yang biasanya panjang, dan kini warga bisa mendapatkan dokumen administrasi dengan lebih mudah dan tanpa antre panjang,” ujar Titi Fanny Gusti.
Selain inovasi digital, Desa Koto Panjang juga mengembangkan program Ruang Terbuka Hijau Koto Panjang yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas lingkungan melalui peran serta masyarakat dalam penghijauan. Program ini tidak hanya memperindah wilayah desa, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap kualitas udara dan kehidupan masyarakat sekitar.

Di bidang ekonomi, inovasi Koperasi Kreatif Koto Panjang juga menjadi sorotan. Koperasi ini didirikan untuk memberdayakan UMKM setempat dan membantu produk unggulan desa, seperti kerajinan tangan dan makanan olahan, menjangkau pasar yang lebih luas.
Koperasi ini juga memberikan pelatihan dan pendampingan bagi pelaku usaha kecil, serta memberi mereka akses permodalan.
“Kami ingin memastikan UMKM di Koto Panjang dapat terus berkembang dan mampu bersaing secara regional dan nasional,” tambahnya.
Desa Koto Panjang juga memperkenalkan Program Sahabat Lansia, yang menyediakan layanan khusus bagi warga lanjut usia. Melalui program ini, petugas desa secara rutin mengunjungi rumah warga lanjut usia untuk memberikan pemeriksaan kesehatan dan pendampingan.
“Kami ingin memastikan para lansia di Koto Panjang mendapatkan perhatian yang tepat dan kemudahan akses terhadap layanan kesehatan,” jelas Titi Fanny.

Pemaparan inovasi tersebut turut didampingi oleh Plt Wali Kota Payakumbuh Suprayitno, Plt Kepala Dinas PMD Sumbar Mahdianur, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Dafrul Pasi, Plt Ketua TP-PKK Kota Payakumbuh Chece Rida, Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kota Atemugiarae, serta perwakilan dari Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian, LPM Desa Koto Panjang, Babinsa, unsur desa, dan tokoh masyarakat se-Koto Panjang.
Penjabat Wali Kota Payakumbuh Suprayitno menyampaikan apresiasi yang tinggi atas berbagai inovasi yang dikembangkan Kecamatan Koto Panjang.
“Inovasi yang dilakukan Kelurahan Koto Panjang merupakan wujud nyata kerja keras dan sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Ini menjadi bukti bahwa pelayanan publik dapat terus ditingkatkan dengan ide-ide kreatif dan teknologi,” kata Suprayitno. Ia menambahkan bahwa Pemerintah Kota Payakumbuh akan terus mendukung inovasi-inovasi serupa yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Kompetisi Desa Nasional 2024 diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri dengan tujuan untuk mendorong inovasi di tingkat desa dalam meningkatkan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik. Masuknya Desa Koto Panjang ke dalam tiga besar Wilayah I Sumatera menjadi bukti nyata bahwa inovasi yang diterapkan mampu bersaing di tingkat daerah dan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lainnya.

Titi Fanny Gusti mengungkapkan, berbagai inovasi yang telah dilaksanakan tidak hanya untuk mengikuti kompetisi saja, namun juga sebagai bentuk komitmen jangka panjang untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.
“Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan inovasi-inovasi baru yang bermanfaat bagi masyarakat. Siap KOPAN, Ruang Hijau, Koperasi Kreatif, dan Sahabat Lansia adalah contoh kecil dari apa yang dapat dilakukan jika pemerintah dan masyarakat bekerja sama,” ungkapnya.
Hasil akhir Lomba Desa Tingkat Nasional 2024 akan diumumkan dalam beberapa minggu mendatang. Desa Koto Panjang optimis dapat meraih juara pertama dan membawa nama baik Payakumbuh di kancah nasional. (red)
[ad_2]
RubrikPos.com Network















