Diakui Implementasi MBG, Masih Banyak Kekurangan yang Dimiliki Prabowo, Minta Dibenahi

- Redaksi

Sabtu, 24 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KAMAR.ID – Presiden Prabowo Subianto mengakui pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih banyak kekurangan. Ia mengatakan, sudah ada 13 orang yang ditetapkan sebagai tersangka dan meminta jajarannya menindak tegas pihak-pihak yang bermasalah dalam pelaksanaan program tersebut.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026), yang digelar dalam rangka dua tahun pertama pemerintahan Prabowo-Gibran. Pernyataan tersebut disampaikan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden dan diberitakan pada Jumat (23/10/2026).

“MBG itu strategis. MBG itu vital. Kita akui banyak kekurangan dalam pelaksanaan MBG. Sudah 13 orang yang ditetapkan sebagai tersangka,” kata Prabowo.

Selain penetapan tersangka, Prabowo menyebut ada 203 orang yang telah diperiksa Kejaksaan Agung. Sebanyak 353 orang juga disebut-sebut dipecat secara tidak hormat, sedangkan 2.600 orang lainnya kini menjalani pemeriksaan oleh Inspektorat Badan Gizi Nasional (BGN).

Perbaikan Dilakukan untuk Mempertahankan Program

Prabowo meminta jajarannya tak ragu menindak pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran. Ia menegaskan, perbaikan harus dilakukan untuk mempertahankan pelaksanaan program yang menurutnya penting bagi masa depan anak Indonesia.

“Jangan ragu, pecat, bersihkan sampai tuntas. MBG itu strategis dan sangat penting untuk masa depan anak-anak kita,” ujarnya.

Meski diakuinya masih banyak kekurangan, namun Prabowo tetap menegaskan posisi MBG sebagai program strategis pemerintah. Ia meminta para menteri tetap optimis terhadap arah pembangunan nasional.

Dalam sesi yang sama, Prabowo juga menyinggung sejumlah hal yang dinilainya menjadi capaian pemerintah, antara lain swasembada pangan, pembentukan Danantara, dan kebijakan ekspor satu pintu.


Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Cegah Berulangnya Kebakaran di TPA Supit Urang, DLH Siapkan Ecoplast
BMKG Ingatkan Potensi Gelombang Tinggi 4 Meter di Perairan Nias, Sumut
Bobby Nasution Tak Pahami Konflik Ijazah Gibran, Malah Minta Kadis Sumut Periksa Ijazah Luar Negeri
Kemkomdigi mengingatkan masyarakat untuk tidak serta merta percaya dengan informasi meta AI mengenai demonstrasi dan karhutla
Basarnas Palu Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan
Berkaca pada Polemik Ijazah Gibran, Ahmad Doli Desak Persyaratan Pendidikan Capres dan Cawapres Diperketat
Suatu Saat, Ajudan Pertama Jokowi Redup?
Prabowo Akui MBG Banyak Kelemahan, 353 Orang Dipecat Tidak Hormat
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:20 WIB

Cegah Berulangnya Kebakaran di TPA Supit Urang, DLH Siapkan Ecoplast

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:01 WIB

BMKG Ingatkan Potensi Gelombang Tinggi 4 Meter di Perairan Nias, Sumut

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Bobby Nasution Tak Pahami Konflik Ijazah Gibran, Malah Minta Kadis Sumut Periksa Ijazah Luar Negeri

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:20 WIB

Diakui Implementasi MBG, Masih Banyak Kekurangan yang Dimiliki Prabowo, Minta Dibenahi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:40 WIB

Kemkomdigi mengingatkan masyarakat untuk tidak serta merta percaya dengan informasi meta AI mengenai demonstrasi dan karhutla

Berita Terbaru