Demonstrasi ‘Halloween’ Melumpuhkan Eropa: Kerumunan yang Penuh Kekerasan, Penjarahan Meluas

- Redaksi

Senin, 2 November 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy




Jakarta, CNBC Indonesia – Protes besar-besaran melanda Eropa pada hari Sabtu sebagai akibat dari tingginya biaya hidup dan buruknya layanan publik. Polisi mewaspadai potensi kekerasan pasca insiden penjarahan dan kerusuhan yang terjadi belakangan ini.

Mengutip NBC News, Senin (2/11/2026), Jerman, Prancis, Spanyol, dan Italia termasuk negara yang menggelar demonstrasi saat perayaan Halloween. Aksi ini menyusul gelombang demonstrasi yang dipimpin oleh Generasi Z (Gen Z) di seluruh benua Eropa baru-baru ini.

Berikut kondisi demonstrasi di sejumlah negara tersebut:

Perancis

Pejabat Perancis mengerahkan 70.000 polisi pada hari Sabtu setelah kerusuhan terburuk dalam beberapa dekade meletus. Protes pelajar mengenai pendidikan telah berkembang menjadi demonstrasi yang lebih luas mengenai biaya hidup dan jaminan sosial.

Ketika demonstrasi dimulai di Paris, para pengunjuk rasa terlihat memegang spanduk yang menyatakan bahwa mereka tidak memerlukan gas air mata untuk membuat masa depan menjadi kabur. Video terverifikasi juga menunjukkan kerumunan besar dan kebakaran terjadi di Marseille.

Kementerian Dalam Negeri Prancis mencatat sekitar 320.000 orang berunjuk rasa di seluruh negeri, termasuk 70.000 di Paris. Pihak berwenang juga melaporkan lebih dari 560 penangkapan di seluruh negeri pada Sabtu malam.

Pekan lalu, polisi menangkap 1.300 orang setelah sekitar 410.000 orang turun ke jalan di berbagai kota. Toko-toko, gedung-gedung publik dan tempat usaha juga mengalami kerusakan sejak protes meletus bulan lalu.

“Semua orang bersiaga untuk memastikan respons tegas terhadap masalah apa pun,” tegas Menteri Dalam Negeri Laurent Nuñez.

Dia mengatakan langkah-langkah untuk melindungi toko-toko akan diperkuat dan demonstrasi di pusat kota tidak akan diizinkan. Kedutaan Besar AS di Prancis juga menyarankan para pelancong untuk menghindari area tempat terjadinya demonstrasi.

Protes di Prancis dimulai setelah Perdana Menteri Emmanuel Macron meluncurkan pembicaraan anggaran tahun 2027. Mahasiswa yang marah atas penurunan sistem pendidikan dan tingginya biaya hidup kemudian turun ke jalan.

Mereka kemudian bergabung dengan serikat pekerja dan Rompi Kuning, sebuah gerakan akar rumput yang muncul pada tahun 2018. Gerakan revolusioner mengenai pajak bahan bakar ini tampaknya telah menginspirasi protes serupa di seluruh benua.

Jerman

Di Jerman, kelompok kampanye Gen Z mengadakan demonstrasi di lebih dari 30 kota pada hari Sabtu. Demonstrasi besar-besaran ini meliputi ibu kota Berlin dan pusat keuangan Frankfurt.

Kelompok ini menuntut belanja sekolah, perlindungan iklim dan perumahan. Mereka juga dengan tegas menentang rencana pemerintah yang kembali menerapkan kebijakan wajib militer.

“Kita semua mempunyai gambaran tentang Prancis di benak kita, penjarahan, pembakaran rumah, pembakaran kendaraan polisi dan serangan terhadap petugas polisi,” kata Menteri Dalam Negeri negara bagian Hesse Roman Poseck.

Para pengunjuk rasa berkumpul di depan Gerbang Brandenburg Berlin, tempat polisi mengerahkan 1.500 petugas tambahan. Kebanyakan orang berdemonstrasi secara damai, namun beberapa protes dilaporkan berubah menjadi kekerasan pada Sabtu malam.

Di pusat kota Frankfurt, beberapa perusuh memecahkan jendela toko dan mencuri barang dagangan di dalamnya. Mereka juga mencuri senjata dari toko senjata yang akhirnya ditemukan polisi.

Polisi Frankfurt mengatakan beberapa perusuh juga melemparkan bom molotov ke arah petugas polisi. Hal ini terjadi setelah mereka melemparkan batu dan botol ke arah petugas pada siang hari.

Italia

Di Italia, pemerintahan sayap kanan Perdana Menteri Giorgia Meloni mengerahkan 500 tentara bersama polisi di Milan hingga akhir tahun. Hal ini dipicu oleh aksi sekelompok pengunjuk rasa bertopeng yang menjarah toko dan melemparkan batu ke arah polisi pada awal bulan ini.

Puluhan ribu orang kembali turun ke jalan di Roma dan kota-kota lain di seluruh negeri pada hari Jumat. Demonstrasi tersebut sebagian besar berlangsung damai, meskipun polisi kadang-kadang melakukan penggerebekan untuk membubarkan massa.

Kamera jurnalis juga mengabadikan momen ketika polisi menggunakan meriam air ke arah pengunjuk rasa. Polisi Italia dikerahkan secara massal dengan brigade anti huru hara, drone, dan helikopter terlihat di langit ibu kota.

“Kami benar-benar bingung dengan kenyataan bahwa upah tidak mampu mengimbangi inflasi dan upah secara umum tidak mampu mengimbangi biaya hidup,” kata Luca, mahasiswa kedokteran berusia 20 tahun.

Nama belakang pelajar tersebut sengaja dirahasiakan oleh media. Hal ini dilakukan semata-mata karena takut akan pembalasan dari penegak hukum.

Negara-negara Eropa Lainnya

Di tempat lain di Eropa, tenda perkemahan besar telah menempati sebuah alun-alun di Madrid, Spanyol, sejak akhir bulan lalu. Sementara itu, ribuan orang di Portugal juga turun ke jalan di Lisbon.

Di Brussel, Belgia, gas air mata dan meriam air juga digunakan untuk membubarkan pengunjuk rasa berpakaian hitam. Di Inggris, ratusan demonstran juga diperkirakan berkumpul di luar Kedutaan Besar AS di London.

Mereka rela mengambil risiko ditangkap untuk mendukung Aksi Palestina, sebuah kelompok protes yang dilarang oleh pemerintah Inggris. Di Serbia, aktivisme yang dipimpin mahasiswa juga berhasil membantu menggulingkan pemimpin lama negara tersebut dalam pemilu.

(tps/tps)

(Gambas: Video CNN)

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

HP Itel Terbaru Tawarkan Harga Terjangkau dengan Layar Melengkung dan Baterai Besar
Basarnas Tandatangani MoU dengan Pertapindo dan BPBD Mimika, Perkuat Penanganan Darurat
MA nyatakan keberhasilan pemerataan SMA GIBRAN tidak sah, kuasa hukum WAPRES ungkapkan ijazah SD hingga S1 – Media Daulat Rakyat
Tanggapan Koalisi Prabowo terhadap Keputusan MA soal Ijazah Gibran, dari Gerindra hingga Demokrat
Demonstrasi Gen Z di Jerman berakhir ricuh, sejumlah polisi terluka
Golkar-PDIP memberi isyarat agar Gibran mundur terkait ijazah
Viral: Laki-laki tak terima ditegur karena minum di gerbong MRT
Video Viral Pasien Ditolak di Puskesmas Bantarujeg Majalengka: Ini Penjelasan Resmi Puskesmas
Tag :

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 08:21 WIB

HP Itel Terbaru Tawarkan Harga Terjangkau dengan Layar Melengkung dan Baterai Besar

Senin, 2 November 2026 - 07:40 WIB

Demonstrasi ‘Halloween’ Melumpuhkan Eropa: Kerumunan yang Penuh Kekerasan, Penjarahan Meluas

Senin, 2 November 2026 - 07:20 WIB

Basarnas Tandatangani MoU dengan Pertapindo dan BPBD Mimika, Perkuat Penanganan Darurat

Senin, 2 November 2026 - 07:00 WIB

MA nyatakan keberhasilan pemerataan SMA GIBRAN tidak sah, kuasa hukum WAPRES ungkapkan ijazah SD hingga S1 – Media Daulat Rakyat

Senin, 2 November 2026 - 06:40 WIB

Tanggapan Koalisi Prabowo terhadap Keputusan MA soal Ijazah Gibran, dari Gerindra hingga Demokrat

Berita Terbaru