Basarnas Tandatangani MoU dengan Pertapindo dan BPBD Mimika, Perkuat Penanganan Darurat

- Redaksi

Senin, 2 November 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KERJASAMA – Kepala Basarnas Marsekal TNI Mohammad Syafi’i bersama Ketua Umum Pertapindo Sri Rahardjo, M.Eng.Sc., dan Plh. Kepala BPBD Mimika Fransiskus Bokeyau dan Kepala Kantor SAR Timika, I Wayan Suyatna menunjukkan nota kesepahaman usai penandatanganan di Kantor SAR Timika, Minggu (1/11/2026). (FOTO: SELVY/TIMEX)

MIMIKA, timikaexpress.id – Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) memperkuat sinergi penanganan kondisi darurat melalui kerja sama dengan Perkumpulan Tanggap Darurat Pertambangan dan Energi Indonesia (Pertapindo) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika.

Kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Basarnas dan Pertapindo, serta Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika dengan BPBD Mimika di Kantor SAR Timika, Minggu (1/11/2026).

Kepala Basarnas Marsekal TNI Mohammad Syafi’i mengatakan kerja sama dengan Pertapindo sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. Melalui penandatanganan MoU tersebut, kerjasama kedua pihak diperkuat secara kelembagaan sehingga kegiatan di bidang pencarian dan penyelamatan dapat dikembangkan lebih terarah.

“Hubungan kerja sama ini sebenarnya sudah terjalin cukup lama sejak adanya Pertapindo. Kami juga selalu bersinergi dalam kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan potensi penyelamatan,” ujarnya.

Salah satu fokus kerja sama adalah peningkatan kompetensi personel penyelamat dari perusahaan pertambangan dan energi.

Basarnas bersama Pertapindo akan mendorong perusahaan-perusahaan yang masih memiliki kesenjangan kompetensi untuk meningkatkan kemampuan personelnya sesuai standar.

“Pertapindo akan berkoordinasi dengan Basarnas untuk mendorong bersama-sama perusahaan-perusahaan yang mempunyai gap kompetensi yang cukup besar agar bisa kita akselerasi agar memiliki standar kemampuan,” jelas Syafii.

Ia juga menyoroti tantangan geografis Papua yang memiliki wilayah pegunungan ekstrem dan jurang terjal. Kondisi tersebut membuat sejumlah operasi SAR memerlukan dukungan transportasi udara.

Menurutnya, penguatan SAR ke depan tidak hanya fokus pada penambahan sarana dan prasarana, tetapi juga pengembangan perkantoran dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Pemanfaatan fasilitas milik perusahaan juga berpotensi mendukung pelaksanaan operasi kemanusiaan.

Ketua Umum Pertapindo, Sri Rahardjo, M.Eng.Sc., mengatakan Pertapindo merupakan asosiasi profesi yang mempertemukan para penyelamat dari berbagai perusahaan, khususnya sektor pertambangan dan energi.

Kedepannya, ruang lingkup organisasi juga direncanakan akan diperluas ke sektor industri lainnya.

Ia mengatakan kerja sama dengan Basarnas merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi tenaga tanggap darurat perseroan.

“Kami bersinergi guna menggali potensi personel tanggap darurat dan mengoptimalkannya melalui kerja sama dengan Basarnas,” ujarnya.

Sri menjelaskan, kontribusi Pertapindo tidak hanya dalam operasi pencarian dan penyelamatan saja, namun juga melalui pelatihan bersama di perusahaan tambang yang dikoordinasikan Basarnas. Salah satunya melalui implementasi Kompetisi Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Indonesia (IFRC) 2026 di PT Freeport Indonesia sebagai wadah pengembangan kemampuan dan pertukaran pengalaman antar personel penyelamat.

Selain itu, Pertapindo memiliki program edukasi keselamatan melalui SAR Goes to School, SAR Goes to Campus, dan SAR Goes to Community.

Dalam MoU tersebut, ruang lingkup kerja sama meliputi operasi dan latihan SAR, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan sumber daya, pendidikan keselamatan, pertukaran data dan informasi, serta kegiatan lain yang disepakati kedua belah pihak. Perjanjian ini berlaku selama lima tahun.

Sedangkan PKS antara Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika dan BPBD Mimika fokus pada operasi SAR dalam penanganan darurat bencana hidrometeorologi dan kondisi yang membahayakan manusia di Kabupaten Mimika.

Kerjasama yang akan berlangsung selama tiga tahun ini meliputi pertukaran data dan informasi, pemanfaatan sumber daya, pelatihan dan simulasi bersama, pendidikan mitigasi, dan dukungan logistik.

Melalui kedua kerja sama ini, diharapkan koordinasi antarlembaga dan pemanfaatan sumber daya semakin kuat sehingga penanganan darurat dan operasi pencarian dan penyelamatan di Mimika dapat berjalan lebih cepat, terpadu dan efektif.

Penulis:
Selvy Warwuru Editor:

SDP Maurit
Jumlah Pengunjung:43


Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Demonstrasi ‘Halloween’ Melumpuhkan Eropa: Kerumunan yang Penuh Kekerasan, Penjarahan Meluas
MA nyatakan keberhasilan pemerataan SMA GIBRAN tidak sah, kuasa hukum WAPRES ungkapkan ijazah SD hingga S1 – Media Daulat Rakyat
Tanggapan Koalisi Prabowo terhadap Keputusan MA soal Ijazah Gibran, dari Gerindra hingga Demokrat
Demonstrasi Gen Z di Jerman berakhir ricuh, sejumlah polisi terluka
Golkar-PDIP memberi isyarat agar Gibran mundur terkait ijazah
Viral: Laki-laki tak terima ditegur karena minum di gerbong MRT
Video Viral Pasien Ditolak di Puskesmas Bantarujeg Majalengka: Ini Penjelasan Resmi Puskesmas
Ribuan Dapur MBG Dihentikan Mulai 2 November, 16 Dapur di Kepri Dihentikan, Ini Alasannya
Tag :

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 07:40 WIB

Demonstrasi ‘Halloween’ Melumpuhkan Eropa: Kerumunan yang Penuh Kekerasan, Penjarahan Meluas

Senin, 2 November 2026 - 07:20 WIB

Basarnas Tandatangani MoU dengan Pertapindo dan BPBD Mimika, Perkuat Penanganan Darurat

Senin, 2 November 2026 - 07:00 WIB

MA nyatakan keberhasilan pemerataan SMA GIBRAN tidak sah, kuasa hukum WAPRES ungkapkan ijazah SD hingga S1 – Media Daulat Rakyat

Senin, 2 November 2026 - 06:40 WIB

Tanggapan Koalisi Prabowo terhadap Keputusan MA soal Ijazah Gibran, dari Gerindra hingga Demokrat

Senin, 2 November 2026 - 06:20 WIB

Demonstrasi Gen Z di Jerman berakhir ricuh, sejumlah polisi terluka

Berita Terbaru