PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) kantor cabang Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan menggelar kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran (28/10). (foto: Angkasa Pura Balikpapan)
BALIKPAPAN, Ini Balikpapan.com — Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat dan potensi ancaman terhadap keamanan penerbangan melalui rapat koordinasi dan simulasi lintas lembaga Latihan Atas Meja (TTX).
Kegiatan yang dilaksanakan PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Cabang Bandara SAMS Sepinggan pada tanggal 30 September 2026 antara lain Komite Darurat Bandara (AEC) Pertemuan, Komite Keamanan Bandara (ASC) Pertemuan Ketiga, sekaligus simulasi penanganan keadaan darurat dan keamanan penerbangan.
Rangkaian kegiatan berlangsung di Gedung Serba Guna Bandara SAMS Sepinggan, Balikpapan. Fokusnya adalah menguji koordinasi, komunikasi dan efektivitas respon antarlembaga ketika menghadapi kecelakaan atau ancaman keamanan di kawasan bandara.
General Manager Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan R. Iwan Winaya Mahdar mengatakan dinamika ancaman terhadap keselamatan dan keamanan penerbangan sipil terus berkembang sehingga memerlukan kesiapan bersama seluruh pemangku kepentingan.
Dinamika ancaman terhadap keselamatan dan keamanan penerbangan sipil terus berkembang dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan bandara menjadi suatu keharusan, kata Iwan, dalam keterangan tertulisnya.
TTX Menguji Koordinasi Lintas Lembaga Saat Kondisi Darurat
Menurut Iwan, rapat komite dan simulasi merupakan bagian dari upaya memastikan setiap lembaga memahami peran dan tanggung jawabnya ketika terjadi situasi darurat.
Rapat Komite Darurat Bandara diadakan setidaknya setahun sekali dan digabungkan dengan Latihan Darurat Atas Meja. Sementara berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 39 Tahun 2024, rapat komite keamanan bandara setidaknya dilaksanakan empat kali dalam setahun.
Rapat ASC III tahun ini juga digabung dengan Latihan Keamanan Atas Tabel.
“Melalui simulasi Table Top Latihan ini, seluruh panitia diajak untuk menyamakan pemahaman mengenai peran, fungsi dan tanggung jawab masing-masing instansi dalam menghadapi kecelakaan darurat dan potensi ancaman keamanan di kawasan bandara,” imbuhnya.
Simulasi ini merupakan sarana untuk menguji skenario penanganan insiden, alur koordinasi, dan mekanisme pengambilan keputusan tanpa harus menunggu terjadinya keadaan darurat yang nyata.
TNI-Polri, Basarnas, BMKG dan maskapai penerbangan terlibat
Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari Balikpapan dan Kalimantan Timur. Peserta antara lain Komandan Lanud Dhomber Balikpapan, perwakilan Otoritas Bandara Wilayah VII, Polres Balikpapan, Kodim 0905 Balikpapan, Ditpolairud Polda Kaltim, Balai Karantina, Basarnas, BMKG, AirNav Indonesia, maskapai penerbangan, serta rumah sakit rujukan dan puskesmas.
Keterlibatan berbagai instansi diperlukan karena penanganan keadaan darurat di bandara tidak hanya berkaitan dengan operasional penerbangan, tetapi juga keamanan wilayah, evakuasi, bantuan korban, pelayanan kesehatan, dan koordinasi informasi.
Dalam sesi diskusi, peserta menyepakati sejumlah hal penting, antara lain penetapan jalur komunikasi darurat yang efektif dan kesiapan peralatan radio. praktis (HT) antar instansi, kejelasan mekanisme peralihan status keamanan, dan respon cepat sesuai standar operasional penerbangan.
Kesepakatan tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi ketika terjadi kejadian yang memerlukan tindakan cepat dan terpadu.
Memperkuat Standar Keamanan Bandara Balikpapan
Penyelenggaraan kegiatan ini mengacu pada sejumlah peraturan, antara lain Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 140 Tahun 2015 tentang Program Penanggulangan Darurat Keamanan Penerbangan Nasional, PM 09 Tahun 2024 tentang Keamanan Penerbangan Nasional, dan KM 39 Tahun 2024 tentang Program Keamanan Penerbangan Nasional.
Pelaksanaan simulasi juga dipandu oleh SAMS Sepinggan dan International Airport Security Program Rencana Kontinjensi Bandara bandara.
Melalui pelatihan koordinasi dan berbasis skenario, manajemen Bandara SAMS Sepinggan menegaskan komitmennya untuk memperkuat kesiapsiagaan seluruh elemen terkait, dengan tetap menjaga keselamatan dan keamanan penerbangan di salah satu gerbang udara utama Kalimantan Timur.
Editor: Abraham Johan
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














