Bunga langka Salvia Messii di Andes terancam punah

- Redaksi

Kamis, 22 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA ( LENTERA ) – Peneliti menamai tanaman endemik Peru Lionel Messi karena warna bunganya mirip seragam Argentina. Namun, spesies yang mampu bertahan hidup di lereng berbatu menghadapi ancaman perubahan iklim ekstrem dan kebakaran hutan.

Nama Lionel Messi kini diabadikan dalam dunia botani. Peneliti menemukan spesies tumbuhan langka bernama Salvia messii di Pegunungan Andes, wilayah tengah dan selatan Peru. Di balik nama yang terinspirasi dari pesepakbola Argentina tersebut, terdapat isu ilmiah yang lebih mendesak: kelangsungan hidup spesies rentan di habitat aslinya.

Mengutip The New York Times. Tanaman ini termasuk dalam famili Lamiaceae, kelompok yang juga mencakup mint dan berbagai tanaman aromatik. Tingginya bisa mencapai 1,5 meter, dengan bunga berwarna biru muda dan putih mengingatkan warna seragam timnas Argentina.

Salvia messii tumbuh di lereng berbatu dan relatif kering pada ketinggian 2.000–2.400 meter di atas permukaan laut. Kemampuannya untuk bertahan hidup di lingkungan yang keras merupakan karakteristik yang menarik bagi para peneliti. Namun adaptasi tersebut tidak membuatnya kebal terhadap perubahan kondisi lingkungan.
Ketua tim peneliti dari Natural History Museum of San Marcos National University, Paul Gonzales, mengatakan spesies ini menghadapi ancaman serius di alam liar.

“Spesies ini terancam punah terutama akibat dampak perubahan iklim ekstrem dan meluasnya kebakaran hutan di kawasan Andes,” ujar Gonzales dalam laporan ilmiahnya.
.
Nama Messi dan Identitas Botani

Peneliti asal Argentina yang terlibat dalam penelitian tersebut, Rolando Uria menjelaskan, nama Salvia messii dipilih untuk menghormati Lionel Messi yang dikenal konsistensi dan kemampuan beradaptasi di lapangan.
“Kami ingin mengabadikan warisan dan kehandalan sosok Lionel Messi di lapangan atas nama tanaman yang memiliki daya adaptasi luar biasa di lingkungan keras ini. Salvia messii secara harafiah berarti ‘tanaman Messi’,” kata Uria.

Dalam tata nama ilmiah, penamaan spesies mengikuti kaidah tata nama internasional. Nama yang merujuk pada seseorang dapat dibentuk melalui adaptasi Latin, termasuk penggunaan akhiran tertentu. Pemberian nama ini merupakan bentuk penghormatan, bukan penanda kepemilikan.

Fenomena penggunaan nama karakter untuk spesies baru bukanlah hal baru dalam ilmu pengetahuan. Nama tokoh masyarakat dapat membantu menarik perhatian masyarakat terhadap keanekaragaman hayati yang kurang diketahui. Namun penemuan dan pemberian nama suatu spesies harus didasarkan pada sifat biologis yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Mengapa Tanaman Endemik Rentan?

Spesies endemik adalah organisme yang secara alami hanya ditemukan di wilayah geografis tertentu. Karena penyebarannya yang terbatas, perubahan lingkungan pada habitat ini dapat berdampak besar terhadap kelangsungan populasinya.

Kebakaran hutan dapat merusak vegetasi dan mengganggu regenerasi tanaman. Sementara itu, perubahan suhu dan pola curah hujan berpotensi mengubah kondisi habitat, ketersediaan air, serta waktu tumbuh dan berbunga.

Bagi tumbuhan yang hanya hidup di wilayah tertentu, peluang berpindah ke habitat lain yang sesuai juga bisa terbatas. Oleh karena itu, perlindungan kawasan telah berkembang menjadi bagian penting dari upaya konservasi spesies yang terancam punah.

Tanaman dari genus Salvia diketahui memiliki kerabat yang mengandung senyawa dengan potensi antioksidan dan antiinflamasi. Namun potensi tersebut tidak serta merta membuktikan bahwa Salvia messii memiliki khasiat medis yang sama. Manfaat spesifiknya masih memerlukan penelitian tersendiri. (jauh,ist/dya)

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Update Kasus MBG Cirebon: Korban Tembus 395 Orang, Pasien Baru Bertambah 64 Orang
Viral di Tiktok: Dugaan Suap Kud Tabuyung Muncul, Menyeret Nama Bupati
Lansia Lompat dari Jembatan Musi IV Palembang, Basarnas Kerahkan Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian
Update Klasemen Moto3 2026 Setelah Veda Ega Dapat Pengurangan Poin
Perkuat Riset dan Publikasi, Unusa Peringkat Pertama PTNU 2026
Prabowo Dapat Laporan RI Punya 5 IUP, Cadangan Setara Rp 5.400 T
TP Posyandu-BGN Tandatangani MoU di Bali, Perluas Ketentuan MBG untuk 3B
Kerap dikejutkan oleh Prabowo, pendukung Jokowi dinilai akan lebih nyaman jika Anies menang
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:40 WIB

Update Kasus MBG Cirebon: Korban Tembus 395 Orang, Pasien Baru Bertambah 64 Orang

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Viral di Tiktok: Dugaan Suap Kud Tabuyung Muncul, Menyeret Nama Bupati

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Bunga langka Salvia Messii di Andes terancam punah

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:40 WIB

Lansia Lompat dari Jembatan Musi IV Palembang, Basarnas Kerahkan Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:20 WIB

Update Klasemen Moto3 2026 Setelah Veda Ega Dapat Pengurangan Poin

Berita Terbaru

Headline

Bunga langka Salvia Messii di Andes terancam punah

Kamis, 22 Okt 2026 - 17:00 WIB