Berapa lama musim kemarau 2026 akan berlangsung? Demikian prediksi BMKG awal musim hujan

- Redaksi

Jumat, 9 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, KOMPAS.TV – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan tingginya fenomena iklim El Niño menjadi penyebab utama durasi kemarau terasa lebih lama dan datangnya musim hujan yang bergeser dari kondisi normal.

Berdasarkan hasil analisis BMKG, anomali suhu permukaan laut di Samudera Pasifik bagian tengah dan timur pada Agustus 2026 tercatat sebesar +2,83, sedangkan indeks ENSO (El Niño Southern Oscillation) periode Juni–Agustus 2026 sebesar +2,20.

Kondisi tersebut menandakan Indonesia saat ini sedang dilanda fase El Niño Sangat Kuat yang diperkirakan akan mereda pada awal tahun 2027.

Baca juga: Musim Hujan di Jabar Mulai Oktober 2026, Ini Daerah yang Bakal Basah

Berapa lama musim kemarau 2026 akan berlangsung?

Sebagian wilayah Indonesia masih akan mengalami musim kemarau pada Oktober 2026, BMKG mengimbau masyarakat mewaspadai potensi kekeringan yang masih berlanjut hingga Oktober, seperti di Jawa, Bali, NTB, dan NTT.

Prediksi Awal Musim Hujan 2026/2027

BMKG memperkirakan datangnya musim hujan di sebagian besar wilayah nusantara akan tertunda (delayed) dibandingkan rata-rata klimatologi.

Sebagian besar wilayah baru akan memulai musim hujan pada bulan November 2026 (185 ZOM/24,66% luas wilayah) dan Desember 2026 (266 ZOM/17,31% luas wilayah).

Proses peralihan musim kemarau ke musim hujan akan berlangsung bertahap.

Baca juga: Ganjar Pranowo Buka Suara Terkait Keputusan MK Ijazah Gibran: DPR Diminta Klarifikasi Keputusan

Musim hujan dimulai pertama kali di Sumatera bagian utara, kemudian perlahan-lahan menyebar ke wilayah lain di Indonesia.

Daerah yang mengalami musim hujan mulai bulan November antara lain sebagian Sumatera, sebagian Jawa, sebagian Kalimantan, sebagian Bali, sebagian NTB, sebagian kecil NTT, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku Utara, sebagian Maluku, Papua Barat bagian utara, dan sebagian Papua Selatan. Kemudian musim hujan pada bulan Desember dialami sebagian wilayah Lampung, sebagian besar Pulau Jawa, sebagian Kalimantan Selatan (Kalsel), sebagian besar Bali, sebagian besar NTB, sebagian besar NTT, sebagian besar Sulawesi, sebagian Maluku Utara, sebagian Maluku, dan sebagian selatan Papua Selatan.

https://www.youtube.com/watch?v=undefinisi

Unduh Aplikasi KompasTV di TV Anda, kini dalam satu aplikasi untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Payakumbuh Terapkan PJJ Dua Hari Imbas Kualitas Udara Memburuk
FK Yasin Payakumbuh Perkuat Ekonomi Anggota, 59 Pelaku UMKM Terima Bantuan
Pak Prabowo Gayo Lues “Banjir akan kembali, tolong bantu daerah kami pak”
Empat Atlet Wushu Payakumbuh Tembus Final Porprov Sumbar 2026, Bidik Emas
Pemkot Gunungsitoli Sambut Baik Kunjungan Deputi BASARNAS, Kesiapsiagaan SAR Jadi Fokus » Pemkot Gunungsitoli
Update Harga Sembako Jatim Hari Ini: Cabai Besar dan Keriting Masih Naik, Rawit Turun Tipis
Asing Berambisi Ambil Alih Bisnis MI dan Pelanggan Kaya Indonesia, Ini Yang Terbaru
Komisioner KPU-Bawaslu Lapor ke DKPP Terkait Lolosnya PKPU Gibran
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:25 WIB

Payakumbuh Terapkan PJJ Dua Hari Imbas Kualitas Udara Memburuk

Minggu, 11 Oktober 2026 - 16:36 WIB

FK Yasin Payakumbuh Perkuat Ekonomi Anggota, 59 Pelaku UMKM Terima Bantuan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 01:55 WIB

Pak Prabowo Gayo Lues “Banjir akan kembali, tolong bantu daerah kami pak”

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:27 WIB

Empat Atlet Wushu Payakumbuh Tembus Final Porprov Sumbar 2026, Bidik Emas

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:10 WIB

Pemkot Gunungsitoli Sambut Baik Kunjungan Deputi BASARNAS, Kesiapsiagaan SAR Jadi Fokus » Pemkot Gunungsitoli

Berita Terbaru