Ilustrasi – Seismograf mencatat gempa bumi. Foto: ANTARA/Chatgpt/int.
Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan gempa tektonik berkekuatan 6,9 SR yang mengguncang wilayah Nagqu, China, tidak berdampak pada Indonesia. BMKG memastikan peristiwa alam tersebut tidak berpotensi menimbulkan gelombang tsunami.
Direktur Gempa bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto menjelaskan gempa terjadi pada Kamis 22 Oktober 2026 pukul 21.33.39 WIB. Episentrum gempa berada di daratan pada koordinat 32,36 derajat LU dan 93,74 derajat BT.
Lokasi gempa ini tercatat sekitar 183 kilometer timur laut Nagqu, China, dengan kedalaman hiposenter hingga 10 kilometer.
Dikutip dari Di antaraBerdasarkan letak pusat gempa dan kedalamannya, BMKG menyatakan gempa dangkal ini dipicu oleh aktivitas sesar di zona graben Dataran Tinggi Tibet. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan adanya pergerakan ke bawah (kesalahan biasa).
Hingga pukul 22.15 WIB, hasil pemantauan alat pencatat gempa BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (gempa susulan) di wilayah episentrum.
Ilustrasi logo BMKG. Foto: Dok. halaman BMKG.
Terkait kejadian tersebut, BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh isu atau informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Masyarakat juga diminta memastikan bahwa informasi resmi mengenai peringatan dini gempa bumi dan tsunami hanya berasal dari saluran komunikasi terverifikasi milik BMKG, seperti akun media sosial. @infoBMKGsitus web resmi www.bmkg.go.idserta aplikasi seluler resmi agensi.
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














