Demo Mahasiswa Semarang Berakhir Kondusif, Kapolda Jateng Masih Tuduh Aksi Dicurangi

- Redaksi

Jumat, 23 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Massa mahasiswa awalnya berdemonstrasi di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah di Jalan Pahlawan. Massa berkumpul sejak pukul 16.30 WIB. Sejumlah spanduk terbentang di pagar Kantor Gubernur Jawa Tengah yang bertuliskan antara lain, “Lindungi pejuang lingkungan, hukum pelaku perusak lingkungan”, “Rakyat musnahkan pejabat bajingan”, “Alam bukan milik segelintir orang”, dan “Politisi yang dibayar terlalu tinggi, guru yang dibayar rendah”.

Perwakilan mahasiswa Persatuan Mahasiswa Katolik Indonesia (PMKRI), Ramanda Bima Prayuda mengungkapkan, aksi di depan Kantor Gubernur Jateng itu dihadiri mahasiswa sejumlah perguruan tinggi di Semarang, antara lain Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Politeknik Negeri Semarang (Polines), dan Universitas Negeri Semarang (Unnes). Diperkirakan aksinya dihadiri dua ribu orang, kata Ramada kepada awak media usai menyampaikan orasinya.

Ramanda mengatakan, dalam aksi demonstrasi memperingati dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, ia dan mahasiswa di Semarang membawa sejumlah tuntutan. Pertama, mereka mendesak stabilisasi harga bahan pokok dan mempermudah akses bahan bakar. Kedua, mengembalikan TNI dan Polri pada fungsi pokoknya, kata Ramanda.

Tuntutan ketiga adalah evaluasi total terhadap proyek-proyek strategis nasional. Keempat, mengembalikan hak atas tanah kepada masyarakat dan memulihkan wilayah yang terkena bencana, kata Ramanda.

Ia menambahkan, tuntutan terakhir mahasiswa di Semarang adalah menghentikan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Menurut Ramada, masyarakat tidak puas dengan pemerintahan Prabowo-Gibran. Kalau jujur ​​saya kasih nilai minus 100, ujarnya.

Ramanda menyoroti berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat saat ini, khususnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan. Ia menilai langkah pemerintah dalam menangani permasalahan karhutla ini lamban sehingga dampaknya harus ditanggung oleh masyarakat.

Saat berunjuk rasa di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, sejumlah pengunjuk rasa membawa poster yang antara lain bertuliskan, “Semua Mata tertuju pada karhutla”, “Selamatkan Kalimantan”, dan “Usut tuntas pembalakan liar”.


Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

“Where the Ashes Hide”, Eksplorasi Gelap Terbaru Costive
Bestari Bantah Bicara Bro Ron Soal Kader Ingin Jokowi Jadi Ketum PSI: Tidak
Anggota DPRD Mempawah Choirussaib Ditahan Usai Video Pembakaran Lahan Viral
Undangan Jokowi menghadiri sidang kasus ijazah
Kartu Merah Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
Kisah Abbas, Ayah yang Mengubah Hobi Anaknya Bermain Sepak Bola Menjadi Berkah yang Viral
Nightwatch Game Horor Lokal di Museum: Rilis Demo Gratis di Steam
BMKG Waspada Potensi Banjir Rob di Pesisir Kabupaten Bekasi
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 01:20 WIB

“Where the Ashes Hide”, Eksplorasi Gelap Terbaru Costive

Jumat, 23 Oktober 2026 - 01:00 WIB

Bestari Bantah Bicara Bro Ron Soal Kader Ingin Jokowi Jadi Ketum PSI: Tidak

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:40 WIB

Demo Mahasiswa Semarang Berakhir Kondusif, Kapolda Jateng Masih Tuduh Aksi Dicurangi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:20 WIB

Anggota DPRD Mempawah Choirussaib Ditahan Usai Video Pembakaran Lahan Viral

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:00 WIB

Undangan Jokowi menghadiri sidang kasus ijazah

Berita Terbaru

Headline

“Where the Ashes Hide”, Eksplorasi Gelap Terbaru Costive

Jumat, 23 Okt 2026 - 01:20 WIB

Headline

Undangan Jokowi menghadiri sidang kasus ijazah

Jumat, 23 Okt 2026 - 00:00 WIB