Bentuk Bumi Ternyata Berubah, Studi Terbaru 2026 Ungkap Kutub Terus Naik dan Khatulistiwa Menyusut

- Redaksi

Minggu, 1 November 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Aktualita.co – Bentuk bumi yang selama ini diketahui hampir bulat ternyata terus berubah. Penelitian baru yang diterbitkan pada tahun 2026 mengungkapkan bahwa bagian padat planet ini perlahan-lahan menjadi kurang datar, hal ini ditandai dengan naiknya wilayah kutub dan penurunan relatif di sekitar khatulistiwa.

Temuan tersebut berasal dari penelitian Christoforos Kotsakis, ilmuwan dari Aristoteles University of Thessaloniki, Yunani, yang dipublikasikan di Jurnal Penelitian Geofisika: Bumi Padat pada tanggal 9 September 2026.

Hasilnya pun menarik perhatian American Geophysical Union (AGU), organisasi ilmiah internasional yang menerbitkan ringkasan penelitiannya pada 1 Oktober 2026.

Penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pengangkatan wilayah kutub meningkat dari sekitar 0,5 milimeter per tahun pada akhir tahun 1990an menjadi hampir 1 milimeter per tahun pada periode 2011-2015.

Meski perubahannya sangat kecil, temuan ini menunjukkan bagaimana mencairnya lapisan es, perpindahan massa air, dan dinamika interior planet dapat memengaruhi bentuk bumi secara keseluruhan.

Penelitian Tahun 2026 Ungkap Bentuk Bumi Semakin Mendekati Bulat

Selama ini Bumi digambarkan sebagai planet bulat. Namun secara ilmiah bentuknya lebih mendekati bulat pipihyaitu bola yang agak pipih di kutub dan menggembung di sekitar ekuator.

Perbedaan bentuk tersebut terutama berkaitan dengan perputaran bumi pada porosnya.

Kini, penelitian baru menunjukkan bahwa kepadatan bagian padat bumi tidaklah permanen.

Kotsakis menganalisis data pengukuran permukaan bumi dari sistem navigasi satelit global atau Sistem Satelit Navigasi Global (GNSS), dengan cakupan observasi selama tahun 1997–2015.

Data ini digunakan untuk mengetahui seberapa cepat permukaan bumi bergerak secara vertikal di berbagai wilayah.

Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan uplift di wilayah kutub yang terjadi bersamaan dengan penurunan relatif di sekitar ekuator.

Dalam ringkasan penelitian yang diterbitkan di jurnal tersebut, Kotsakis menjelaskan:

“Hasil kami menunjukkan percepatan pengangkatan wilayah kutub disertai dengan peningkatan laju penurunan permukaan tanah di wilayah khatulistiwa dengan besaran yang sebanding.”

Pernyataan ini merupakan terjemahan dari ringkasan ilmiah penelitian.

Kondisi ini menunjukkan bahwa bentuk geometris bagian padat bumi secara perlahan semakin mendekati bola sempurna.

Namun perubahan tersebut tidak bisa dilihat langsung dari permukaan atau dari foto Bumi yang diambil dari luar angkasa.

Kutub Bumi Meningkat Hampir 1 Milimeter per Tahun

Salah satu temuan penting dalam penelitian ini adalah perubahan laju pengangkatan wilayah kutub.

Pada periode 1997–2000, rata-rata peningkatan model geometri global yang dianalisis diperkirakan sekitar 0,5 milimeter per tahun.

Memasuki periode 2011–2015, angkanya meningkat hingga hampir 1 milimeter per tahun.

Dalam studi yang sama, perubahan bentuk global juga menunjukkan tren percepatan pada parameter kecepatan yang dianalisis.

Perubahan-perubahan ini tidak berarti bahwa seluruh daratan di Kutub Utara dan Kutub Selatan naik secara merata. Angka tersebut merupakan hasil pemodelan pola deformasi global berdasarkan pengukuran dari berbagai stasiun GNSS.

Temuan ini penting karena menunjukkan bahwa bentuk planet tidak hanya dipengaruhi oleh proses geologi yang berlangsung selama jutaan tahun.

Perubahan yang lebih cepat, termasuk redistribusi massa es dan air selama beberapa dekade, juga dapat meninggalkan jejak yang dapat diukur.

Mencairnya Es Greenland dan Antartika Diduga Berperan

Mengapa daerah kutub dapat mengalami pengangkatan sedangkan daerah khatulistiwa cenderung mengalami penurunan?

Salah satu penjelasannya terkait berkurangnya massa lapisan es di Greenland dan Antartika.

Lapisan es yang sangat tebal memberikan tekanan yang sangat besar pada kerak bumi. Ketika sebagian es mencair, tekanannya berkurang sehingga permukaan padat bumi dapat merespons dengan bergerak ke atas.

Pada saat yang sama, air dari es yang mencair berpindah ke lautan dan mengubah distribusi massa di seluruh planet.

Perubahan beban ini mempengaruhi deformasi kerak bumi dan karakteristik medan gravitasi.

Namun peneliti tidak menyimpulkan bahwa pencairan es menjadi satu-satunya penyebab.

Proses penyesuaian kerak setelah berakhirnya zaman es, perubahan distribusi massa permukaan, rotasi planet, dan dinamika mantel juga berperan.

Kotsakis menemukan bahwa besarnya pengangkatan kutub dalam hasil penelitian tersebut melebihi perkiraan yang diperoleh dari penyesuaian pasca zaman es saja.

Hal ini mendukung anggapan bahwa ada kontribusi tambahan dari hilangnya massa es belakangan ini.

Mengapa bagian bumi yang padat semakin bulat, sedangkan bagian bumi yang geoid semakin datar?

Penelitian tersebut juga menjelaskan perbedaan antara perubahan bentuk fisik bagian padat Bumi dan perubahan geoid.

Geoid merupakan model permukaan yang berhubungan dengan medan gravitasi dan digunakan sebagai acuan pengukuran ketinggian.

Ketika beban es berkurang, permukaan padat di daerah kutub bisa terangkat. Hal ini membuat bentuk geometris bagian padat Bumi menjadi kurang presisi.

Namun perpindahan massa dari lintang tinggi ke lintang rendah juga mempengaruhi medan gravitasi global.

Dalam kondisi tersebut, geoid justru bisa menunjukkan peningkatan kecepatan.

Artinya, perubahan bagian padat bumi dan perubahan geoid tidak selalu memiliki arah yang sama.

Perbedaan ini perlu dipahami agar temuan penelitian tidak dimaknai sebagai perubahan ekstrim pada bentuk planet.

NASA Turut Kaji Pergeseran Pusat Massa Bumi

Penelitian perubahan karakteristik planet juga dilakukan oleh Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat atau NASA.

Dalam publikasinya pada 16 September 2026, NASA menjelaskan metode baru untuk memperkirakan perubahan posisi pusat massa bumi menggunakan pelacakan satelit presisi tinggi.

Penelitian yang dipimpin oleh ilmuwan Jet Propulsion Laboratory (JPL) ini menunjukkan bahwa pergerakan air, es, dan massa atmosfer menyebabkan pusat massa bumi bergeser secara musiman relatif terhadap pusat geometrinya.

Pada bulan Maret, akumulasi salju di Amerika Utara dan Eurasia dapat menggeser pusat massanya sekitar 3 milimeter ke arah Kutub Utara.

Sementara itu, peningkatan volume air di kawasan Sungai Amazon pada bulan April dapat mengakibatkan pergeseran sekitar 2,2 milimeter ke arah Amerika Selatan.

Penelitian NASA ini berbeda dengan studi Kotsakis tentang perubahan kecepatan Bumi.

Namun keduanya memberikan gambaran bahwa sebaran massa planet terus berubah dan dapat dipantau menggunakan teknologi satelit.

Apakah Perubahan Bumi Berbahaya?

Temuan mengenai perubahan bentuk bumi bukan berarti planet tersebut mengalami transformasi mendadak yang mengancam kehidupan manusia.

Perubahan geometri yang dibahas dalam penelitian tersebut terjadi dalam skala milimeter per tahun, sangat kecil dibandingkan ukuran bumi yang berdiameter sekitar 12.756 kilometer di garis khatulistiwa.

Namun, proses yang berkontribusi terhadap perubahan tersebut tetap penting untuk diperhatikan.

Mencairnya lapisan es di daratan, misalnya, dapat menaikkan permukaan air laut dan menimbulkan risiko bagi wilayah pesisir.

Mengukur bentuk dan medan gravitasi bumi juga memiliki peran penting dalam navigasi satelit, pemetaan, pengukuran ketinggian, dan penelitian perubahan iklim.

Para peneliti juga mencatat bahwa distribusi stasiun pengukuran GNSS yang tidak merata menimbulkan ketidakpastian yang harus diperhitungkan dalam hasil analisis.

Oleh karena itu, masih diperlukan observasi lebih lanjut untuk memastikan perkembangan perubahan bentuk planet setelah periode data yang diteliti.

Lantas, apakah bentuk bumi berubah dari bulat ke bentuk lain?

Jawabannya adalah tidak.

Penelitian terbaru tidak menunjukkan bahwa Bumi menjadi datar atau memiliki bentuk baru yang sangat berbeda.

Bumi masih merupakan planet yang umumnya berbentuk hampir bulat, agak datar di bagian kutub, dan menggembung di bagian ekuator.

Perubahan yang ditemukan para ilmuwan merupakan penyesuaian yang sangat kecil terhadap geometri bagian padat bumi.

Dengan demikian, Kabar perubahan bentuk bumi memang benar secara ilmiahnamun perubahan tersebut terjadi secara perlahan dan tidak mengubah kesimpulan dasar tentang bentuk planet.

Temuan yang dipublikasikan pada tahun 2026 ini menjadi bukti bahwa Bumi bukanlah benda yang sepenuhnya kaku dan tidak berubah, melainkan sebuah sistem dinamis yang terus merespons proses geologi, perubahan iklim, dan pergerakan massa di permukaannya.

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Update Harga iPhone di iBox 1 November 2026: Seri 15 dan 16 Naik, 18 Pro Turun
November Hujan Turun di Gibran, Demokrat Masih Hitung Putusan MA di Cikeas – Beritaambang
Rudy Saladin: Jejak Kepemimpinan, Teladan dan Persahabatan
Prakiraan Cuaca Wakatobi Hari Ini 01 November 2026 Cerah, Suhu 27-28°C
Kemendagri Jadikan MBG Sebagai Indikator Insentif Rp 1 Triliun Bagi Pemerintah Daerah
Informasi Terkini Penyerangan dan Penembakan di Cengkareng Lukai 3 Orang, Polda Metro Jaya Buru Pelaku DPO
PDIP Buka Pembahasan Hak Angket dan Dorong Gibran Mundur dari Kursi Wakil Presiden
Update Terbaru Sakura School Simulator
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 10:20 WIB

Update Harga iPhone di iBox 1 November 2026: Seri 15 dan 16 Naik, 18 Pro Turun

Minggu, 1 November 2026 - 10:00 WIB

November Hujan Turun di Gibran, Demokrat Masih Hitung Putusan MA di Cikeas – Beritaambang

Minggu, 1 November 2026 - 09:41 WIB

Rudy Saladin: Jejak Kepemimpinan, Teladan dan Persahabatan

Minggu, 1 November 2026 - 09:20 WIB

Bentuk Bumi Ternyata Berubah, Studi Terbaru 2026 Ungkap Kutub Terus Naik dan Khatulistiwa Menyusut

Minggu, 1 November 2026 - 09:00 WIB

Prakiraan Cuaca Wakatobi Hari Ini 01 November 2026 Cerah, Suhu 27-28°C

Berita Terbaru

Headline

Rudy Saladin: Jejak Kepemimpinan, Teladan dan Persahabatan

Minggu, 1 Nov 2026 - 09:41 WIB