JAKARTA – Nasib politik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi sorotan setelah Mahkamah Agung (MA) membatalkan Sertifikat Penyetaraan Pendidikan. Di tengah menguatnya polemik soal legitimasi pendidikan Gibran, Partai Demokrat masih belum terburu-buru mengambil sikap. Ada perhitungan politik yang diperhitungkan.
Politisi Partai Demokrat, Andi Arief menegaskan, partainya menghormati keputusan MA. Meski demikian, penghormatan terhadap produk hukum tersebut bukan berarti Demokrat langsung menentukan langkah politik. Partai-partai koalisi pemerintah masih mempertimbangkan sejumlah aspek sebelum menyampaikan sikap resmi.
“Partai Demokrat pasti punya sikap, pasti akan mengambil tindakan karena pembatalan putusan MA itu produk hukum. Jadi sikap yang jelas, pertama kita hormati putusan MA,” kata Andi dalam unggahan di akun X pribadinya, @andiarief__Sabtu (31/10/2026).
Andi menegaskan, persoalan kepastian hukum menjadi faktor penting. Menurutnya, setiap putusan pengadilan harus memberikan kepastian hukum yang jelas. Hal itu menjadi salah satu langkah Demokrat dalam menentukan sikap terhadap polemik Suket Pemerataan Pendidikan Gibran.
Namun permasalahannya tidak berhenti pada aspek hukum saja. Andi pun terang-terangan menyinggung posisi Demokrat dalam peta politik pemerintah. Sebagai partai independen, Demokrat juga terikat dengan koalisi pemerintah.
Karena Partai Demokrat bukan hanya partai independen, tapi juga terikat koalisi. Tentu hal-hal itu akan menjadi pertimbangan, ujarnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan sejumlah pertimbangan sekaligus yang dihadapi Partai Demokrat: menghormati keputusan MA, menjamin kepastian hukum, menjaga independensi partai, dan mempertimbangkan stabilitas pemerintahan.
Andi mengatakan sikap resmi Demokrat nantinya akan disampaikan melalui Ketua Umum Partai Demokrat AHY. Karena itu, dia meminta masyarakat menunggu pernyataan resmi partainya.
Di tengah polemik yang terus terjadi, sikap Demokrat kini menjadi salah satu hal yang dinantikan. Akankah partai mengedepankan pertimbangan hukum atau menjaga soliditas koalisi pemerintah?
November Rain seolah menjadi metafora suasana politik di sekitar Gibran. Hujan polemik belum juga reda, sementara Partai Demokrat masih menghitung langkahnya. Untuk saat ini, partai berlambang belas kasihan itu masih belum membuka seluruh kartu politiknya.
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














