JAKARTA – Peringatan Rocky Gerung mengenai kemungkinan jatuhnya Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mempunyai ancaman politik yang jauh lebih besar. Sebab, jika Gibran benar-benar kehilangan kursi kekuasaannya, dampaknya diperkirakan tidak akan berhenti pada dirinya saja.
Rocky pernah menyebut situasi ini sebagai “ini adalah awal dari akhir”. Namun, dia juga menanyakan pertanyaan yang lebih menggelitik: “Awal setelah akhir, apa?”
Pernyataan tersebut membuka spekulasi kemungkinan adanya efek domino politik. Jika Gibran tumbang, bukan tidak mungkin berbagai permasalahan yang mengiringi perjalanan politik keluarga Jokowi akan kembali menjadi sorotan.
Pertanyaan besarnya, apakah Jokowi akan diam jika posisi politik putranya benar-benar terancam?
Sebagai sosok yang berperan penting dalam perjalanan politik Gibran, Jokowi tentu tak lepas dari dinamika tersebut. Jika pertarungan politik semakin terbuka, bukan tidak mungkin berbagai kontroversi di era pemerintahannya akan kembali mengungkit dan menjadi sasaran kritik.
Kini, keputusan Mahkamah Agung (MA) terkait sertifikat penyetaraan pendidikan Gibran kembali memanaskan perdebatan. Meski keputusan ini tidak serta merta menggugurkan jabatannya sebagai wakil presiden, namun keputusan tersebut menambah tekanan politik terhadap Gibran.
Di sinilah peringatan Rocky menjadi relevan. Jatuhnya salah satu simpul kekuasaan bisa membuka permasalahan yang lebih besar dan melibatkan banyak kepentingan.
Apakah Gibran hanyalah awal dari akhir? Ataukah kejatuhannya justru membuka pintu terkuaknya berbagai kontroversi era kekuasaan Jokowi?
Saat Rocky bertanya, “Awal setelah akhir, apa?” Jika Gibran tumbang, siapa yang selanjutnya bersiap menghadapi efek domino politik?
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














