Pasalnya, hingga saat wawancara dilakukan, pihak desa mengaku hanya mendapat informasi penghentian penggeledahan melalui pernyataan dalam bentuk video.
“Sekarang Basarnas baru merilis video, hanya berupa video terkait penutupan operasi penggeledahan ini,” jelasnya.
Ade juga mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, total masih ada 53 korban yang dinyatakan hilang dalam kecelakaan kapal Virgo Transport 8.
Baca Juga:Hujan mulai turun, petani Garut kembali menggarap sawah setelah lahan seluas 170 hektare gagal panen
Menurut dia, jumlah tersebut bertepatan dengan hari ke-53 operasi pencarian sebelum akhirnya dihentikan.
“Dan kalau dibilang 53 korban hilang, saya tidak tahu apakah itu kebetulan, saya tidak tahu bagaimana caranya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut Marlinda Siti Hana mengatakan, pihaknya masih mengikuti perkembangan penanganan korban kecelakaan kapal Virgo Transport 8.
Menurut Marlinda, Dinas Sosial sebelumnya mengetahui proses penggeledahan diperpanjang. Namun, pihaknya belum mendapat update langsung terkait hasil akhir operasi tersebut.
Sebenarnya kalau tidak salah diperpanjang beberapa hari, tapi sekarang sudah tidak ada kabar lagi. Kami juga suka bertanya, dan keluarga juga suka bertanya, kata Marlinda.
Dia menjelaskan, komunikasi dengan pihak terkait masih terus dilakukan untuk mendapatkan kepastian terkait kondisi korban yang belum ditemukan.
Marlinda pun memahami keluarga korban membutuhkan informasi yang jelas, apalagi setelah menunggu cukup lama sejak kecelakaan kapal itu terjadi.
Baca Juga:Lahan Retak Akibat Kemarau Panjang, Pemkab Garut Siap Hadapi Ancaman Longsor di Musim Hujan Cegah Kecelakaan Laut, Disparbud Garut Siapkan Relawan Rescue di Kawasan Wisata Pantai Selatan
Untuk itu, Dinas Sosial Garut akan terus berupaya mendapatkan perkembangan terkini dari Basarnas dan pihak lain yang terlibat dalam penanganan kecelakaan.
“Kita tanya terus, padahal tidak setiap hari kok tidak ada kabar. Tapi kalau ada biasanya mereka sampaikan ke kita, tapi sampai saat ini belum ada kabar,” ujarnya.
Selain melakukan koordinasi, Marlinda mengatakan, Dinas Sosial Garut telah menyiapkan dukungan anggaran sebesar Rp2 juta untuk membantu pemrosesan dan pemulangan jenazah jika korban ditemukan.
Bantuan ini merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap keluarga korban kecelakaan kapal. Namun pelaksanaan bantuan tersebut masih bergantung pada perkembangan penanganan korban dan kebutuhan yang muncul di lapangan. (rza)
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














