BMKG Identifikasi Wilayah dengan Potensi Pertumbuhan Awan Cumulonimbus Tinggi

- Redaksi

Selasa, 3 November 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tiga wilayah yang masuk kategori FRQ antara lain Kalimantan Tengah, Maluku, dan Samudera Hindia sebelah barat Bengkulu. Potensi ini tidak terjadi secara bersamaan setiap harinya, kata Direktorat Meteorologi Penerbangan BMKG dalam keterangannya yang dikutip hari ini, Selasa (3/11/2026).

Berdasarkan prakiraan harian, BMKG mencatat wilayah Maluku dan Samudera Hindia sebelah barat Bengkulu masuk kategori FRQ pada 31 Oktober 2026. Sedangkan Kalimantan Tengah diperkirakan masuk kategori sama pada 6 November 2026.

Pada periode 1 hingga 5 November 2026, tidak ada daerah yang masuk kategori FRQ. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa potensi sebaran pertumbuhan awan Cumulonimbus dapat berubah sesuai dinamika atmosfer.

Selain kategori FRQ, BMKG juga mengidentifikasi sejumlah wilayah yang masuk dalam kategori Sesekali (OCNL), yaitu wilayah dengan potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus yang memiliki cakupan spasial antara 50 hingga 75 persen.

Wilayah yang masuk dalam kategori OCNL tersebar di berbagai wilayah Indonesia, antara lain sejumlah provinsi di Pulau Sumatera seperti Aceh, Bengkulu, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara.

Di Kalimantan, potensi serupa juga terpetakan di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara. Sedangkan Sulawesi meliputi Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, dan Maluku.

Wilayah Papua yang masuk dalam kategori OCNL antara lain Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, Papua Selatan, dan Papua Tengah.

BMKG juga mencatat potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus kategori OCNL di sejumlah wilayah perairan, antara lain Laut Natuna Utara, Laut Seram, Laut Arafuru bagian utara, Selat Karimata bagian utara dan selatan, Selat Makassar bagian tengah dan utara, serta sejumlah wilayah di Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.

BMKG menjelaskan, pemetaan potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus merupakan produk prakiraan cuaca penerbangan yang dihasilkan melalui pemodelan cuaca numerik untuk menggambarkan potensi sebaran awan tersebut selama tujuh hari ke depan.

Pada produknya, BMKG membagi potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus menjadi tiga kategori berdasarkan cakupan spasial, yaitu Isolated (ISOL), Occasional (OCNL), dan frequent (FRQ).

Kategori ISOL menunjukkan cakupan wilayah kurang dari 50 persen, OCNL antara 50 hingga 75 persen, sedangkan FRQ memiliki cakupan lebih dari 75 persen.

Persentase tersebut menggambarkan sebaran spasial awan Cumulonimbus, bukan probabilitas terjadinya hujan di suatu wilayah. Masyarakat perlu membedakan informasi potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus dengan prakiraan hujan dan peringatan dini cuaca ekstrem, demikian keterangan tertulis BMKG.

Masyarakat dan operator penerbangan diimbau untuk memperhatikan informasi cuaca yang diperbaharui secara berkala sebagai bagian dari upaya mitigasi terhadap potensi gangguan cuaca yang dapat terjadi akibat tumbuhnya awan Cumulonimbus. (rom)

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Mimika Diskominfo Luncurkan Aplikasi MAITUA, Perkuat Integrasi Satu Data
KKLR Prihatin Kisruh Demonstrasi PAM-TM, Mengingatkan Nilai Sipakatau dan Sipakalebbi – Mediasulsel.com
Ketan Mangga MBG di Ngancar Ngawi Mengeluh, Banyak Siswa Enggan Makan
Pencarian Dua Korban Longsor di Pelaga Eco Park Diperluas Hingga 3,5 Kilometer
Apakah Prabowo lolos dari bayang-bayang Jokowi?
Cuaca Besok Rabu 4 November 2026, BMKG Waspada Hujan Lebat di 11 Provinsi
Pastikan MBG Penuhi Standar, Pemkab Deli Serdang Akan Sidak SPPG
Perjalanan Listyo Sigit Prabowo, dari Ajudan Jokowi hingga Tersangka Penyadapan
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 01:25 WIB

Mimika Diskominfo Luncurkan Aplikasi MAITUA, Perkuat Integrasi Satu Data

Rabu, 4 November 2026 - 01:07 WIB

KKLR Prihatin Kisruh Demonstrasi PAM-TM, Mengingatkan Nilai Sipakatau dan Sipakalebbi – Mediasulsel.com

Rabu, 4 November 2026 - 00:45 WIB

Ketan Mangga MBG di Ngancar Ngawi Mengeluh, Banyak Siswa Enggan Makan

Rabu, 4 November 2026 - 00:25 WIB

Pencarian Dua Korban Longsor di Pelaga Eco Park Diperluas Hingga 3,5 Kilometer

Rabu, 4 November 2026 - 00:05 WIB

Apakah Prabowo lolos dari bayang-bayang Jokowi?

Berita Terbaru

Headline

Apakah Prabowo lolos dari bayang-bayang Jokowi?

Rabu, 4 Nov 2026 - 00:05 WIB