Isu lapangan kerja bagi masyarakat di sekitar kawasan industri BYD di Subang, Jawa Barat, memicu aksi demonstrasi yang dilakukan oleh organisasi masyarakat (ormas). Tuntutan tersebut ditanggapi Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji pada Jumat (30/10/2026) dan membuka kemungkinan meninjau langsung kondisi di lapangan untuk memperjelas permasalahan antara perusahaan dan warga.
Sarmuji menyatakan Kementerian Perindustrian sudah mendapat informasi terkait aksi demonstrasi tersebut. Namun penyelesaian masalah ini tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab kementerian.
Dalam keterangannya usai Musyawarah Nasional Kadin di Jakarta, Sarmuji mengatakan, pemerintah siap melakukan inspeksi jika diperlukan untuk mengetahui kondisi sebenarnya di sekitar fasilitas produksi BYD.
“Informasinya sudah kita terima, tapi tentunya solusinya tidak hanya di Kementerian Perindustrian saja. Nanti akan kita cek dan kalau perlu kunjungan langsung termasuk di luar Kemenperin pasti kita lakukan,” kata Sarmuji.
Menurut Sarmuji, persoalan penyerapan tenaga kerja lokal perlu dilihat dari sisi perusahaan dan masyarakat. Kedua pihak berpotensi berbeda penilaian terkait banyaknya lapangan kerja yang tersedia bagi warga setempat.
Perusahaan mungkin merasa telah memberikan kontribusi besar melalui perekrutan masyarakat lokal. Di sisi lain, warga mungkin menilai lapangan kerja yang tersedia masih belum mencukupi kebutuhannya.
Oleh karena itu, pemerintah menilai diperlukan komunikasi antara industri dan masyarakat agar perbedaan persepsi tersebut dapat teratasi.
“Terkadang ada perbedaan pandangan antara industri dan masyarakat. Industri merasa sudah berkontribusi, sedangkan masyarakat merasa jumlahnya tidak cukup. Hal seperti ini harus dipertemukan melalui penjelasan agar kedua belah pihak memiliki pemahaman yang sama. Jangan sampai ada perbedaan pemahaman karena akan terus menimbulkan masalah,” kata Sarmuji.
Permasalahan ketenagakerjaan ini menambah tantangan investasi pada industri otomotif di Indonesia. Fasilitas produksi BYD di Subang sebelumnya menjadi sorotan menyusul dugaan aksi premanisme yang melibatkan oknum ormas.
BYD merupakan perusahaan otomotif asal China yang sedang membangun fasilitas produksi di Subang, Jawa Barat. Persoalan tuntutan perekrutan tenaga kerja lokal kini menjadi salah satu isu yang mendapat perhatian dalam pengembangan investasi tersebut.
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














