Mahasiswa Bandung Kembali Demo Prabowo-Gibran, Soroti 8 Isu dari Pendidikan hingga Kesehatan

- Redaksi

Senin, 26 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung, www.pasjabar.com —Sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Bandung kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Senin (26/10/2026). Aksi tersebut digelar untuk mengevaluasi dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Koordinator Wilayah BEM SI Rakyat Wilayah Jawa Barat Sanditya Saputra mengatakan, aksi ini merupakan tindak lanjut dari aksi unjuk rasa sebelumnya pada 20 Oktober 2026. Menurut dia, mahasiswa kembali turun ke jalan karena merasa berbagai aspirasi yang disampaikan belum terwujud.

“Sebenarnya agenda aksi kami hari ini merupakan tindak lanjut dari aksi kami sebelumnya, karena tidak ada satu pun aksi kami sebelumnya yang terealisasi,” kata Sanditya saat diwawancarai awak media.

Ia menegaskan, aksi ini ditujukan khusus untuk menyampaikan evaluasi terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran selama dua tahun terakhir.

Jadi agenda kami hari ini adalah evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, lanjutnya.

Dalam aksinya tersebut, BEM SI Rakyat Jabar mengusung delapan fokus permasalahan yang dinilai perlu menjadi perhatian pemerintah. Isu-isu tersebut meliputi pendidikan, sosial, ekonomi, agraria dan tata ruang, hukum dan hak asasi manusia, Asta Cita, tata kelola pemerintahan, dan kesehatan.

Nilai-Nilai Aspirasi Mahasiswa Sebelumnya Belum Terwujud

Sanditya menjelaskan, aksi unjuk rasa pada Senin ini merupakan bagian dari rangkaian penyampaian aspirasi mahasiswa yang telah dilakukan sebelumnya. Aksi pada 20 Oktober itu juga digelar di depan Gedung DPRD Jabar sebagai momentum evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.

Menurut Sanditya, mahasiswa masih melihat sejumlah permasalahan yang belum terselesaikan. Karena itu, mereka kembali melontarkan kritik dan mendesak adanya evaluasi terhadap kebijakan pemerintah.

Ia mengatakan, gerakan ini tidak hanya sekedar menyampaikan pendapat di jalan, tetapi juga didukung oleh kajian-kajian yang terangkum dalam sebuah buku. Kajian ini menjadi dasar bagi siswa untuk menguraikan permasalahan yang mereka soroti.

BEM SI Rakyat Jabar berharap, tuntutan yang disampaikan tidak berhenti pada aspirasi belaka. Mereka menginginkan tindak lanjut dan perubahan kebijakan yang dianggap mampu menjawab permasalahan masyarakat.

Delapan Isu Jadi Fokus Tuntutan BEM SI Jabar

Dalam aksinya tersebut, BEM SI Rakyat Jabar membawa delapan fokus permasalahan yang dikumpulkan melalui kajian mahasiswa. Fokus pertama adalah sektor pendidikan yang menurut Sanditya masih memerlukan perhatian serius dari pemerintah.

Isu kedua berkaitan dengan masalah sosial dan kesejahteraan masyarakat. Mahasiswa menilai berbagai permasalahan sosial masih merupakan pekerjaan yang perlu ditangani lebih tuntas.

Selanjutnya, mereka menyoroti sektor ekonomi sebagai fokus ketiga. Isu agraria dan tata ruang menjadi fokus keempat, disusul hukum dan hak asasi manusia (HAM) pada fokus kelima.

Fokus keenam terkait Asta Cita, sedangkan fokus ketujuh terkait tata kelola pemerintahan. Bidang kesehatan menjadi isu kedelapan dalam daftar evaluasi mahasiswa.

Intinya kami teman-teman BEM SI Jabar mempunyai buku berisi kajian yang terbagi dalam delapan fokus isu atau fokus permasalahan utama untuk hari ini, yang pertama membahas isu-isu di bidang pendidikan, kata Sanditya.

Ia menambahkan, delapan isu tersebut disusun untuk memberikan gambaran tentang berbagai isu yang menurut mahasiswa perlu dievaluasi pada masa pemerintahan Prabowo-Gibran.

BEM SI Jabar Terbitkan Kajian Bertajuk Aturan Tak Kompeten

Selain memetakan delapan fokus permasalahan, BEM SI Demokrasi Jabar memberikan judul Aturan yang Tidak Kompeten dalam buku pelajaran yang mereka bawa. Judul tersebut mencerminkan kritik mahasiswa terhadap kompetensi pemerintah dalam menangani berbagai permasalahan yang mereka soroti.

Sanditya mengatakan, judul tersebut dipilih sebagai bentuk penilaian kritis mahasiswa terhadap kinerja pemerintahan saat ini.

“Buku itu juga kami beri judul ‘The Incompetent Rules’, bahwa penguasa saat ini tidak kompeten, pemerintah saat ini tidak kompeten,” ujarnya.

Penilaian tersebut merupakan pandangan yang disampaikan BEM SI Demokrasi Jabar melalui kajiannya. Delapan persoalan yang terangkum dalam buku ini akan menjadi landasan bagi mahasiswa untuk terus menyampaikan evaluasi terhadap kebijakan pemerintah.

Sanditya mengatakan, buku tersebut juga akan dijadikan panduan pada rangkaian gerakan mahasiswa selanjutnya. Dengan begitu, kajian yang telah disusun tidak hanya menjadi dokumen aksi pada Senin nanti, tapi juga bahan penyampaian aspirasi selama tuntutan mereka belum mendapat tindak lanjut yang diharapkan.

“Itu menjadi bahan kami selama pemerintah belum melakukan evaluasi kinerjanya,” tutupnya.

Aksi Evaluasi Prabowo-Gibran Dijadwalkan Berlanjut 28 Oktober

BEM SI Rakyat Jabar rencananya akan kembali menggelar aksi pada Rabu (28/10/2026). Rencana ini akan dilanjutkan setelah siswa melakukan konsolidasi untuk membahas langkah selanjutnya.

Konsolidasi merupakan bagian dari persiapan sebelum mahasiswa kembali menyampaikan aspirasinya. Dalam agenda lanjutannya kali ini, mereka berencana untuk terus mengevaluasi pemerintahan Prabowo-Gibran berdasarkan delapan fokus isu yang telah dirumuskan.

Rencana tindak lanjut ini menunjukkan bahwa mahasiswa masih mau mendorong diskusi tentang berbagai permasalahan yang mereka anggap belum terselesaikan. Pendidikan, kesejahteraan sosial, ekonomi, agraria, hukum dan hak asasi manusia, Asta Cita, pemerintahan dan kesehatan akan tetap menjadi bahan kajian mereka.

Melalui rangkaian aksi dan kajian tersebut, BEM SI Kerakyatan Jabar menyatakan akan terus menyuarakan tuntutan evaluasi kinerja pemerintah. Pengembangan dan tindak lanjut aspirasi tersebut merupakan bagian penting dalam proses penyampaian tuntutan mahasiswa di masa depan. (Eci)

Penafian

Informasi dalam artikel ini disajikan untuk tujuan informasi umum. Tajuk rencana Pascajabar berupaya menyajikan data yang akurat dan terkini, namun tidak menjamin kelengkapan dan keakuratan secara lengkap.

Pembaca diharapkan melakukan verifikasi tambahan sebelum mengambil keputusan berdasarkan informasi ini. Segala risiko yang timbul akibat penggunaan informasi menjadi tanggung jawab pembaca.

Jika ada kesalahan atau ingin menyampaikan hak jawab, silakan kunjungi halaman: Disclaimer.

Editor: harga

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Menko Hukum dan HAM Imipas Yusril Ihza Mahendra Temui Presiden Prabowo, Minta Arah Usulan DEN untuk Mendefinisikan Ulang Korupsi
Elektabilitas Anies Konsisten di 3 Besar, NasDem Siap Lanjutkan?
Informasi Terkini Dirjen Nunuk Terkait Pengalihan Status PPPK & PPPK Paruh Waktu, Penegasan Usia?
Kabar Terkini Pemulihan Miliano Jonathans, Timnas Indonesia Bisa Makin Menakutkan di Piala Asia 2027
Hasil Timnas vs Portugal & Update Klasemen Piala Dunia U15 2026
Satgas MBG Sukoharjo Periksa 2 Dapur SPPG, Temukan Sejumlah Catatan
Eropa Memanas! Demonstrasi dan Kerusuhan Meluas di 10 Negara
Intip Taktik Jokowi Bikin Hati Rakyat Luluh, Ternyata…
Tag :

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Menko Hukum dan HAM Imipas Yusril Ihza Mahendra Temui Presiden Prabowo, Minta Arah Usulan DEN untuk Mendefinisikan Ulang Korupsi

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:21 WIB

Elektabilitas Anies Konsisten di 3 Besar, NasDem Siap Lanjutkan?

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:00 WIB

Informasi Terkini Dirjen Nunuk Terkait Pengalihan Status PPPK & PPPK Paruh Waktu, Penegasan Usia?

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:40 WIB

Kabar Terkini Pemulihan Miliano Jonathans, Timnas Indonesia Bisa Makin Menakutkan di Piala Asia 2027

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Mahasiswa Bandung Kembali Demo Prabowo-Gibran, Soroti 8 Isu dari Pendidikan hingga Kesehatan

Berita Terbaru