Konstelasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 menyisakan ironi besar yang kini dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya oleh basis massa pendukung Joko Widodo (Jokowi). Mereka diyakini kerap terkaget-kaget dengan kebijakan-kebijakan pemerintah terkini sehingga menimbulkan anggapan bahwa mereka akan lebih bersedia menerima kebijakan-kebijakan Anies Baswedan.
Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya berhipotesis bahwa barisan pendukung setia mantan presiden kemungkinan besar tidak akan mengalami “kejutan” separah saat ini jika Anies-lah yang memenangkan pemilu presiden lalu.
Baca juga: Prabowo dan Jokowi Punya Imajinasi Berbeda Soal Indonesia, Kata Pengamat
Analogi ekstrem ini dibangun berdasarkan pengelolaan ekspektasi pemilih. Pada Kampanye Anies Baswedan, ia terang-terangan berdiri di barisan oposisi dan membawa bendera “Perubahan”. Jika Anies menang dan merombak kebijakan, mental masyarakat dan pendukung mantan presiden tersebut sudah siap.
Namun menjadi bencana psikologis ketika Prabowo yang menjanjikan kesinambungan penuh justru melakukan manuver yang melemahkan ekspektasi pemilih Jokowi.
“Kalau kita mau ekstrim, kalau kita coba bayangkan Anies menang kemarin, mungkin perubahan dan gejolak yang terjadi tidak akan sebesar saat Prabowo saat ini menjadi presiden,Yunarto seperti dikutip Kamis (22/10/2026).
Kekagetan yang dialami pendukung Jokowi bermula dari keputusan radikal Prabowo dalam merumuskan prioritas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga politik luar negeri serta reshuffle kabinet yang dinilai mulai membuang pengaruh rezim sebelumnya.
Alih-alih mendapatkan jaminan transisi yang nyaman, para loyalis Jokowi malah dihadapkan pada kenyataan bahwa Prabowo memimpin dengan gaya, imajinasi, dan prioritas yang sama sekali berbeda dari harapan mereka.
Yang mengejutkan, Yunarto menyimpulkan, apa yang dilakukan Prabowo saat ini sebenarnya mencerminkan esensi kata “perubahan” itu sendiri, dibandingkan retorika yang disodorkan oposisi di masa lalu.
Baca Juga: Prabowo Tegaskan Dirinya Penerus Arah Politik Jokowi: Saya Coba Rangkul Semua Kekuasaan
“Jadi dia lebih banyak perubahan dibandingkan Anies Baswedan yang mendorong perubahan itu,pungkas Yunarto.
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














