Rendang Payakumbuh Bidik Pasar Global, Wamen Ekraf Tinjau Kampung Rendang

- Redaksi

Kamis, 27 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh – Rendang Payakumbuh berpeluang memperluas pasar hingga tingkat internasional melalui penguatan kualitas, inovasi kemasan, dan pemasaran.

Potensi kuliner unggulan itu menjadi perhatian Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar saat mengunjungi Kampung Rendang Payakumbuh, Sumatera Barat, Kamis (27/08/2026).

Dalam kunjungan kerja ke Sumatera Barat tersebut, Irene menyambangi rumah produksi Dapoer Rendang Riry untuk melihat langsung proses pengolahan rendang dan aktivitas pelaku usaha.

Kunjungan itu menjadi kesempatan untuk meninjau potensi kuliner tradisional dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif daerah.

“Rendang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai bagian dari ekonomi kreatif. Dengan menjaga kualitas, memperkuat inovasi, dan meningkatkan pemasaran, produk lokal seperti rendang Payakumbuh diharapkan mampu menjangkau pasar yang lebih luas,” ujar Irene.

Kampung Rendang selama ini menjadi salah satu sentra produksi sekaligus ikon ekonomi kreatif Kota Payakumbuh. Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian setempat melakukan pembinaan terhadap para pelaku usaha untuk mengembangkan produk rendang sebagai salah satu unggulan daerah.

Sejumlah pelaku usaha di kawasan tersebut telah memiliki merek dan produk yang dikenal di berbagai daerah. Potensi ini menjadi modal bagi pelaku UMKM untuk memperkuat daya saing sekaligus meningkatkan nilai tambah produk berbasis kearifan lokal.

Plh. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Payakumbuh Doni Saputra mengatakan pihaknya terus mendorong pelaku usaha meningkatkan kualitas produk, memperkuat merek, dan mengembangkan kemasan yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

“Kami terus mendorong pelaku usaha di Kampung Rendang untuk meningkatkan kualitas produk, memperkuat identitas merek, dan mengembangkan kemasan yang lebih kompetitif. Harapannya, rendang Payakumbuh semakin dikenal dan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” kata Doni.

Menurut Doni, pengembangan usaha rendang perlu berjalan seiring dengan inovasi produk dan strategi pemasaran. Upaya tersebut diharapkan membantu pelaku UMKM memperluas jangkauan konsumen tanpa menghilangkan ciri khas rendang sebagai bagian dari warisan kuliner Minangkabau.

Selain memperkuat daya saing produk, pengembangan Kampung Rendang juga diharapkan membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. Peningkatan kualitas dan pemasaran dapat menjadi langkah untuk memperkuat posisi produk lokal di tengah persaingan pasar.

Kunjungan Wamen Ekraf tersebut diharapkan memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku UMKM, komunitas, dan dunia usaha dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan.

Ketua Dekranasda Kota Payakumbuh Eni Zulmaeta turut mendampingi kunjungan tersebut bersama Staf Ahli Wali Kota Ceche Ridha, Asisten I, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, serta sejumlah pejabat terkait. Irene juga didampingi Doni Saputra beserta jajaran Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian.

Pengembangan rendang Payakumbuh diharapkan tidak hanya memperluas peluang pasar, tetapi juga menjaga keberlanjutan kearifan lokal Minangkabau melalui produk yang memiliki nilai budaya sekaligus nilai ekonomi.

“Harapannya, rendang Payakumbuh semakin dikenal dan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” kata Doni. (red)

Editor : Rachmail Gucci

Sumber Berita: Disnakerperin Payakumbuh

Berita Terkait

Makin Panas, Ratusan Profesor Desak Gibran Mundur – Beritaambang
Informasi terkini mengenai rencana gaji PNS disebar melalui Kopdes, semoga polemik berakhir
Basarnas Terus Pencarian di Perairan Kalimantan untuk Mencari Sisa Korban Angkutan KM Virgo
2 Tahun Prabowo-Gibran, Catatan Kritis Transportasi: Tantangan Keselamatan, Infrastruktur, Pelayanan
#FbelianoRepublic, “MARI SErang SOLO!”
BGN Uji Coba CCTV Berbasis AI di 70 Dapur MBG
Sudah bukan rahasia lagi, bermula dari berakhirnya Roy Suryo vs Jokowi dalam urusan ijazah
Ajudan Gubernur Kaltim Intimidasi Mahasiswa di Demo Karhutla, IPW: Cabut dan Sanksi!

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 05:35 WIB

Makin Panas, Ratusan Profesor Desak Gibran Mundur – Beritaambang

Rabu, 21 Oktober 2026 - 05:15 WIB

Informasi terkini mengenai rencana gaji PNS disebar melalui Kopdes, semoga polemik berakhir

Rabu, 21 Oktober 2026 - 04:55 WIB

Basarnas Terus Pencarian di Perairan Kalimantan untuk Mencari Sisa Korban Angkutan KM Virgo

Rabu, 21 Oktober 2026 - 04:35 WIB

2 Tahun Prabowo-Gibran, Catatan Kritis Transportasi: Tantangan Keselamatan, Infrastruktur, Pelayanan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 04:15 WIB

#FbelianoRepublic, “MARI SErang SOLO!”

Berita Terbaru

Headline

#FbelianoRepublic, “MARI SErang SOLO!”

Rabu, 21 Okt 2026 - 04:15 WIB