PDIP Ungkap Lima Kegagalan Fatal Prabowo-Gibran Selama 2 Tahun Menjabat

- Redaksi

Rabu, 21 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Berita Ekonomi, Jakarta –

2 Tahun Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, gelombang penilaian tajam datang dari kekuatan partai oposisi. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) melontarkan kritik keras dan memberi rapor merah terkait kinerja Kabinet Merah Putih.

Dikutip Rabu (21/10/2026) Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Mohamad Guntur Romli, terang-terangan mengatakan, realitas penyelenggaraan negara saat ini sangat jauh dari narasi sukses yang sering digaungkan Istana.

Baca juga: Gara-gara Jokowi sendiri, Roy Suryo yakin bisa lolos dari penjara

Ia memaparkan kinerja pemerintah dengan menguraikan lima kegagalan mendasar yang terjadi dalam 24 bulan terakhir. Guntur menegaskan, pihaknya menolak keras model evaluasi basa-basi yang hanya bertujuan untuk menyenangkan telinga penguasa atau sekadar sekedar basa-basi Selama kamu bahagia (ABS).

Menurutnya, sikap kritis tersebut merupakan perwujudan Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat. Ia mengklaim PDIP menuntut penilaian yang jujur, obyektif, dan berdasarkan realita terhadap situasi krisis nasional saat ini.

Guntur merinci lima sektor yang menjadi bukti nyata kegagalan tata kelola pemerintahan. Faktor kegagalan pertama yang mendapat sorotan tajam adalah lumpuhnya sistem mitigasi bencana ekologis.

Pemerintah dinilai gagap dan tidak siap menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat fenomena El Nino yang saat ini telah melumpuhkan sebagian wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Papua.

Kegagalan kedua dan ketiga erat kaitannya dengan tata kelola program populis andalan pemerintah. Guntur mengecam keras kisruhnya pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Kedua megaproyek ini dinilai kurang memiliki perencanaan akademis, sangat rawan penyelewengan anggaran, dan terindikasi hanya menjadi sarana menyalurkan proyek senilai triliunan rupiah untuk segelintir elite, tanpa memberikan dampak kesejahteraan yang terukur bagi masyarakat kelas bawah.

Sedangkan poin kegagalan keempat dan kelima terdapat pada ranah stabilitas makroekonomi dan penegakan hukum di Indonesia.

PDIP menyoroti badai pemutusan hubungan kerja (PHK) yang memicu lonjakan angka pengangguran di berbagai sektor industri. Hal ini diperparah dengan sentimen negatif di pasar modal yang menyebabkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok. Di sisi lain, tekanan juga terjadi pada nilai tukar rupiah yang kini telah mencapai ambang batas psikologis Rp 18.000/Dolar AS.

Rentetan keterpurukan ekonomi ini sayangnya dibarengi dengan meningkatnya kasus korupsi di kalangan penyelenggara negara.

Baca juga: Kubu Jokowi Imbau Masyarakat Tak Terlibat Polemik Ijazah Gibran: Ini Bukan Isu Rakyat

PDIP berharap evaluasi kritis yang disampaikan tidak sekedar dianggap sekedar pemikiran sepintas atau serangan politik belaka. Catatan lima kegagalan fatal ini patut menjadi tamparan keras sekaligus bahan introspeksi serius bagi pemerintah guna memperbaiki tata kelola negara, menyelamatkan perekonomian yang terpuruk, dan mengembalikan orientasi kebijakan pada kesejahteraan rakyat secara nyata di sisa masa jabatannya.

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Kemenag Tanjungpinang Apresiasi 166 Madrasah Indonesia Juara Olimpiade 2026 — Batam Hari Ini
Tarif Listrik Terbaru Akhir Oktober 2026, Cek Detail Lengkap per kWh – Universitas Komputama Cilacap
Viral Tangki Siluman Suzuki Thunder 125 di Pontianak, Kok Dilarang Isi BBM?
Minecraft: Gemini 4 Argon Kalahkan Ender Dragon, Rekor AI Terbaru
Tiru China, Kepala BGN Ingin Ubah MBG ke Konsep Prasmanan dan Anak Usai Makan Cuci Ompreng Sendiri
4 Bulan Karhutla Berkobar Tanpa Solusi, Prabowo Diminta Segera Tendang Menteri Kehutanan Raja Juli
Hasil Survei Indef Temukan Manfaat Program MBG dan KDKMP Belum Optimal bagi UMKM
2 Tahun Prabowo-Gibran, Program MBG Dinilai Perkuat Gizi Santri
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 02:55 WIB

Kemenag Tanjungpinang Apresiasi 166 Madrasah Indonesia Juara Olimpiade 2026 — Batam Hari Ini

Rabu, 21 Oktober 2026 - 02:35 WIB

Tarif Listrik Terbaru Akhir Oktober 2026, Cek Detail Lengkap per kWh – Universitas Komputama Cilacap

Rabu, 21 Oktober 2026 - 01:55 WIB

Viral Tangki Siluman Suzuki Thunder 125 di Pontianak, Kok Dilarang Isi BBM?

Rabu, 21 Oktober 2026 - 01:35 WIB

Minecraft: Gemini 4 Argon Kalahkan Ender Dragon, Rekor AI Terbaru

Rabu, 21 Oktober 2026 - 01:15 WIB

Tiru China, Kepala BGN Ingin Ubah MBG ke Konsep Prasmanan dan Anak Usai Makan Cuci Ompreng Sendiri

Berita Terbaru