RRI.CO.ID, Banda Aceh – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 26 kali gempa bumi terjadi di wilayah Aceh dan sekitarnya dalam kurun waktu 18 hingga 24 September 2026.
Kepala Stasiun Geofisika BMKG Mata Ie Aceh Besar Rudin dalam laporannya yang diterima RRI Banda Aceh, Senin 28 September 2026 mengatakan, tidak ada satu pun gempa pada periode tersebut yang dirasakan masyarakat.
Berdasarkan data BMKG, gempa yang tercatat didominasi gempa berkekuatan kecil. “Sebanyak 19 kejadian gempa dengan magnitudo kurang dari 3, sedangkan tujuh kejadian lainnya berkisar pada magnitudo 3 hingga kurang dari 5. Tidak ada gempa dengan magnitudo 5 atau lebih,” ujarnya.
Dari segi kedalaman, sebagian besar gempa merupakan gempa dangkal. BMKG mencatat 24 kejadian terjadi pada kedalaman kurang dari 60 kilometer, sedangkan dua kejadian lainnya terjadi pada kedalaman antara 60 hingga 300 kilometer. Tidak ada gempa dengan kedalaman lebih dari 300 kilometer.
Aktivitas seismik juga terjadi setiap hari selama periode pengamatan. Jumlah tertinggi tercatat pada 21 September dengan lima kejadian.
Sedangkan pada 18, 19, 20, dan 22 September masing-masing terjadi empat kali gempa. Selanjutnya, gempa bumi tercatat dua kali pada 23 September dan tiga kali gempa pada 24 September.
Peta aktivitas kegempaan BMKG menunjukkan lokasi gempa yang tersebar di sejumlah wilayah di Aceh dan perairan sekitarnya. BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengandalkan informasi resmi dalam menyikapi aktivitas gempa. Informasi gempa bumi dapat diperoleh melalui saluran resmi BMKG.
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














