Prabowo Soroti Kebakaran Gambut Tiap Tahun, Aceh Barat Hadapi Permasalahan serupa
Aceh Barat — Pujatv.com Pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait karhutla ini menjadi perhatian di tengah permasalahan karhutla yang masih terjadi di sejumlah daerah, termasuk Aceh Barat.
Dalam pertemuan dengan sejumlah akademisi dan pakar di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 24 September 2026, Presiden Prabowo membahas pengelolaan ekosistem gambut serta upaya pencegahan dan penanganan karhutla.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyoroti kebakaran hutan, khususnya yang terjadi di kawasan gambut, sebagai permasalahan yang selalu berulang setiap tahunnya.
“Permasalahan yang kita hadapi sebagai bangsa dan negara antara lain adalah kebakaran hutan dan khususnya kebakaran hutan di lahan gambut. Masalahnya, dengan adanya permasalahan kebakaran hutan ini kita setiap tahunnya mengalami kebakaran hutan.”

Pembahasannya mencakup tiga aspek, yaitu penanganan jika terjadi kebakaran, pengelolaan dan perlindungan ekosistem gambut, serta pemilihan tanaman dan varietas yang cocok dibudidayakan di kawasan gambut.
Kabupaten Aceh Barat juga menghadapi kondisi serupa. Kawasan ini berulang kali mengalami kebakaran lahan, termasuk di kawasan yang memiliki ekosistem gambut.
Pada Juni 2026, BPBD Aceh Barat mencatat luas lahan yang terbakar mencapai 31,1 hektare dan tersebar di lima kecamatan. Data ini mencakup lahan gambut dan perkebunan masyarakat.
Sementara itu, pemantauan Yayasan Hutan, Alam, dan Lingkungan Hidup (HAkA) Aceh menggunakan citra satelit PlanetScope mencatat perkiraan luas terbakar sekitar 280 hektare di Kabupaten Bubon. Analisis ini menggunakan citra yang direkam pada tanggal 8 Juni 2026 dan mencakup wilayah sekitar Gampong Kuta Padang, Beurawang dan Pange.

Perbedaan angka antara data BPBD dengan hasil analisis citra satelit berkaitan dengan metode dan ruang lingkup pengukuran yang digunakan. Namun kedua data tersebut menunjukkan adanya kebakaran lahan yang perlu mendapat perhatian di Aceh Barat.
Karakteristik lahan gambut menjadikan upaya pencegahan sebagai bagian penting dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Selain memadamkan jika terjadi kebakaran, pengelolaan pengelolaan air dan kelembapan lahan merupakan bagian dari upaya menjaga gambut agar tidak mudah kering dan terbakar.
Dalam pertemuan dengan akademisi, pemerintah juga membahas pengelolaan gambut berbasis sains, perlindungan ekosistem, penggunaan lahan produktif, dan pemilihan tanaman yang sesuai dengan karakteristik gambut. Presiden juga memutuskan untuk membentuk Badan Nasional Pengelolaan Gambut dan Mangrove (BPGMN) untuk memperkuat pengelolaan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan.
Bagi Aceh Barat, permasalahan ini tidak hanya terkait dengan kecepatan pemadaman saat terjadi kebakaran, namun juga bagaimana kawasan gambut dikelola agar tetap memiliki fungsi ekologis, dapat dimanfaatkan secara produktif, dan tidak meningkatkan risiko kebakaran.
Ketika kebakaran lahan gambut kembali terjadi, tantangannya bukan hanya bagaimana memadamkan api, namun juga bagaimana mencegah terulangnya kebakaran melalui pengelolaan lahan dan air yang berkelanjutan.
Kondisi tersebut merupakan bagian dari upaya jangka panjang pengelolaan gambut di Aceh Barat, khususnya untuk menjaga keseimbangan antara perlindungan lingkungan dan pemanfaatan lahan bagi masyarakat.
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














