Prakiraan Cuaca Indonesia Periode Sepekan 25 September – 01 Oktober 2026: Kondisi Kemarau Masih Mendominasi, Sejumlah Dinamika Atmosfer Mendukung Potensi Hujan Lebat di Beberapa Wilayah – Berita

- Redaksi

Jumat, 25 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi kemarau masih mendominasi, sejumlah dinamika atmosfer mendukung potensi hujan lebat di beberapa wilayah

Berdasarkan hasil pantauan Hari Tanpa Hujan (HTH) hingga Basis II September 2026, kondisi atmosfer kering masih berlangsung di berbagai wilayah Indonesia. HTH kategori sangat panjang (lebih dari 60 hari) terpantau mendominasi sebagian besar wilayah Jawa, khususnya wilayah tengah hingga timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan sebagian Nusa Tenggara Timur. Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah wilayah Sumatera bagian selatan, Kalimantan bagian selatan, serta Sulawesi bagian selatan dan tenggara. Seiring dengan kondisi tersebut, minimnya tutupan awan pada musim kemarau, terutama pada pagi hingga siang hari, juga mendukung pemanasan permukaan yang lebih intensif sehingga suhu udara meningkat maksimal. Pada periode 20–23 September 2026, suhu maksimum melebihi 37,0°C tercatat di Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Lampung, dan Sulawesi Tenggara. Suhu udara yang tinggi, didukung dengan kelembapan atmosfer yang relatif rendah, dapat mempercepat laju penguapan sehingga dapat memicu dehidrasi pada tubuh dan meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Berdasarkan hasil pantauan citra satelit sejak 24 September 2026 hingga pukul 16.00 WIB, titik panas (hotspot) dengan tingkat keyakinan tinggi masih terpantau di sejumlah wilayah, yakni di Sumatera (28 titik), Kalimantan (215 titik), Jawa (18 titik), Nusa Tenggara (14 titik), Sulawesi (6 titik), serta di Maluku dan Papua (129 titik). Kondisi tersebut sejalan dengan hasil pemantauan asap melalui Citra Satelit Himawari-9 pada 24 September 2026 yang terdeteksi sebaran asap di Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. Kondisi ini menunjukkan bahwa potensi kebakaran hutan dan lahan masih perlu menjadi perhatian, terutama di wilayah yang mengalami musim kemarau berkepanjangan dan memiliki jumlah titik panas yang relatif tinggi.

Meski kondisi kemarau masih dominan, namun hujan lebat terpantau terjadi secara lokal di beberapa wilayah Indonesia. Pada periode 21–23 September 2026, curah hujan tinggi tercatat di Sumbar sebesar 94 mm/hari, Aceh 62,5 mm/hari, Sumut 55 mm/hari, dan Papua Tengah 54 mm/hari. Kondisi tersebut tidak lepas dari pengaruh dinamika atmosfer yang masih aktif antara lain aktivitas Gelombang Khatulistiwa Rossby, suhu permukaan laut yang relatif hangat di sejumlah perairan, serta daerah pertemuan dan perlambatan angin di beberapa wilayah Indonesia. Interaksi berbagai faktor tersebut mendukung peningkatan pasokan uap air dan pengangkatan massa udara yang memicu terbentuknya awan hujan. Hal ini menunjukkan meskipun sebagian wilayah Indonesia masih mengalami musim kemarau berkepanjangan, namun kondisi dinamika atmosfer masih dapat mendukung terbentuknya awan hujan di wilayah lainnya.

Dinamika Atmosfer Minggu Depan

Kondisi iklim global saat ini masih menunjukkan kategori El Niño sangat kuat, dengan nilai SOI sebesar -19,3 dan indeks Niño 3,4 sebesar +2,53. Kondisi ini secara umum cenderung mengurangi aktivitas pembentukan awan hujan di Indonesia. Selain itu, nilai DMI rata-rata mingguan sebesar +0,7 menunjukkan berkurangnya pasokan uap air dari Samudera Hindia menuju Indonesia bagian barat. Sejalan dengan kondisi tersebut, pada periode akhir September hingga awal Oktober 2026, curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan berada pada kategori rendah hingga sedang, berkisar antara 0–150 mm per hari. Curah hujan kategori rendah tertentu diperkirakan mendominasi sebagian wilayah Sumatera tengah hingga selatan, Jawa, Bali, NTB, NTT, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, dan sebagian Papua.

Namun dinamika atmosfer skala regional diperkirakan masih mendukung peningkatan aktivitas pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah di Indonesia. Pada tanggal 25–26 September 2026, aktivitas MJO diprediksi secara spasial di perairan utara Sabang, Aceh bagian utara, serta Samudera Hindia sebelah barat Aceh dan Kepulauan Mentawai. Sementara Gelombang Rossby Khatulistiwa juga diperkirakan aktif di perairan utara Sabang, Aceh utara, Samudera Hindia barat Aceh hingga selatan Jawa Tengah, serta wilayah Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, DK Jakarta, dan Jawa Tengah. Aktifitas kedua fenomena tersebut dapat menyebabkan bertemunya dan melambatnya kecepatan angin yang dapat meningkatkan tumbuhnya awan hujan di wilayah yang dilaluinya.

Dalam skala lokal, kondisi atmosfer yang kuat dan tidak stabil diperkirakan terjadi di sebagian wilayah Sumatera bagian utara dan tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, dan sebagian Papua. Kondisi tersebut mendukung proses pengangkatan massa udara dan tumbuhnya awan konvektif, terutama bila ketersediaan uap air mencukupi. Dengan demikian, meskipun pengaruh iklim global secara umum cenderung menurunkan aktivitas pembentukan awan hujan di Indonesia, namun dinamika atmosfer regional dan kondisi atmosfer lokal masih dapat mendukung terjadinya hujan di sejumlah wilayah. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi cuaca pada periode mendatang masih akan bervariasi, kondisi relatif kering masih terjadi di beberapa wilayah, dan peningkatan aktivitas hujan masih mungkin terjadi di wilayah lain.

Potensi Hujan dalam Seminggu Kedepan

Periode 25 – 27 September 2026

Cuaca di Indonesia umumnya didominasi cerah, berawan hingga hujan ringan. Membutuhkan Hati-Hati terjadi peningkatan hujan dengan intensitas sedang terjadi di Aceh, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, Pegunungan Papua, dan Papua.
Selain itu, hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang dapat terjadi dengan kategori tingkat peringatan dini dan potensi wilayah terjadinya sebagai berikut:

  • Waspada (hujan lebat – sangat lebat): Sumatera Utara, Bengkulu dan Papua Tengah.
  • Angin kencang: Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku dan Papua Selatan.

Periode 28 September – 01 Oktober 2026

Cuaca di Indonesia umumnya didominasi cerah, berawan hingga hujan ringan. Membutuhkan Hati-Hati terjadi peningkatan hujan dengan intensitas sedang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Bengkulu, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Papua Barat Daya, Papua, dan Papua Selatan.
Selain itu, hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang dapat terjadi dengan kategori tingkat peringatan dini dan potensi wilayah terjadinya sebagai berikut:

  • Waspada (hujan lebat – sangat lebat): Pegunungan Sumatera Barat dan Papua.
  • Angin kencang: Sulawesi Selatan, Maluku, dan Papua Selatan.

Menarik

Masyarakat diimbau terus mengantisipasi dampak cuaca panas dan kondisi udara yang semakin kering seiring berlanjutnya musim kemarau. Penggunaan tabir surya diperlukan untuk mengurangi paparan sinar matahari langsung. Masyarakat juga diimbau untuk menjaga kecukupan cairan tubuh, terutama bagi mereka yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari, agar terhindar dari dehidrasi dan kelelahan.

Ketika kondisi kekeringan semakin parah, masyarakat dan pemerintah daerah disarankan untuk menghemat penggunaan air dan meningkatkan kesadaran akan ancaman kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan. BMKG meminta masyarakat untuk tidak membakar sampah atau membuka lahan sembarangan, terutama di kawasan yang mudah terbakar seperti lahan gambut, semak belukar, dan hutan, serta segera melaporkan jika menemukan indikasi titik api.

Meski musim kemarau masih dominan, namun hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang dapat disertai petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi secara lokal. Oleh karena itu, masyarakat dan pemangku kepentingan perlu tetap mewaspadai potensi genangan, longsoran material, dan sambaran petir yang mungkin terjadi.

Masyarakat diharapkan terus memantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini resmi melalui laman aplikasi InfoBMKG dan media sosial @infobmkg, serta melakukan langkah antisipatif untuk mengurangi risiko cuaca ekstrem, kekeringan, dan kebakaran hutan dan lahan.

Catatan: Informasi ini telah melalui proses penyuntingan dan pemutakhiran pada tanggal 24 September 2026 pukul 17.00 WIB.

Jakarta, 24 September 2026

Direktorat Meteorologi Publik BMKG

– Klik link ini jika PDF diatas tidak muncul.

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

BMKG memprakirakan hujan sedang di Sibolga Tapteng pada malam hari
Amicus Curiae Gibran Jaga Stabilitas Bangsa
75 Pekerja Konstruksi Karimun Ikuti Pelatihan Kompetensi dan Sertifikasi 2026 — Batam Hari Ini
Sebelum Gugat Ijazah Gibran, Denny Indrayana Ternyata Sudah Lobi Anies, Ganjar, dan Mahfud?
BMKG: Sejumlah wilayah di Kalsel berpotensi diguyur hujan selama tiga hari
Kepala SPPG di Batang Dicopot Setelah Penerima MBG Keracunan Massal
Harganya bisa jadi Rp 1 minggu depan, ini daftar saham Gocap terbaru
Siklon Tropis SURIGAE Menguat hingga Kategori 2, BMKG Pantau Gelombang Hingga 2,5 Meter
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 16:35 WIB

BMKG memprakirakan hujan sedang di Sibolga Tapteng pada malam hari

Jumat, 25 September 2026 - 16:17 WIB

Amicus Curiae Gibran Jaga Stabilitas Bangsa

Jumat, 25 September 2026 - 15:51 WIB

Prakiraan Cuaca Indonesia Periode Sepekan 25 September – 01 Oktober 2026: Kondisi Kemarau Masih Mendominasi, Sejumlah Dinamika Atmosfer Mendukung Potensi Hujan Lebat di Beberapa Wilayah – Berita

Jumat, 25 September 2026 - 15:34 WIB

75 Pekerja Konstruksi Karimun Ikuti Pelatihan Kompetensi dan Sertifikasi 2026 — Batam Hari Ini

Jumat, 25 September 2026 - 15:17 WIB

Sebelum Gugat Ijazah Gibran, Denny Indrayana Ternyata Sudah Lobi Anies, Ganjar, dan Mahfud?

Berita Terbaru

Headline

Amicus Curiae Gibran Jaga Stabilitas Bangsa

Jumat, 25 Sep 2026 - 16:17 WIB