REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL — Video yang diduga menampilkan pegawai Unit Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Dlingo, Bantul, mengolok-olok terduga korban keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Karo, Sumatera Utara, viral di media sosial. Video tersebut mendapat perhatian publik karena dianggap tidak menunjukkan empati terhadap korban.
Dalam video berdurasi sekitar 29 detik yang diunggah akun Instagram @reset.feeds, pria bernama Gerardus Permananditya merekam dirinya mencoba makanan yang katanya dimasak sehari sebelumnya. Setelah mencicipi makanannya, katanya masih terasa enak.
Dia kemudian bertingkah seolah-olah sedang mengalami masalah kesehatan sambil tertawa. “Aku kemarin makan chicken katsu, masih enak? Oh tidak. Ingatanku hilang tujuh puluh persen,” kata Gerardus dalam video seperti dilihat RepublikMinggu (20/9/2026).
Aksi tersebut kemudian dikaitkan dengan dugaan kasus keracunan MBG yang dialami sejumlah penerima manfaat di Karo, termasuk seorang siswa SMK Bersama Berastagi bernama Febiona Purba. Video tersebut pun mendapat beragam respons dari warganet karena dianggap melontarkan lelucon mengenai kondisi korban.
Terkait hal tersebut, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) DIY, Wirandita Gagat Widyatmoko angkat bicara. Gagat merasa prihatin atas kemunculan video tersebut dan membenarkan bahwa pegawai yang bersangkutan adalah pengawas keuangan di SPPG Dlingo, Bantul.
“Kami prihatin dan menyayangkan jika benar ada pernyataan pejabat SPPG yang tidak menunjukkan empati terhadap masyarakat yang diduga terdampak. Dalam kondisi seperti ini yang harus diutamakan adalah kemanusiaan, empati, kepekaan dan saling menghormati,” kata Gagat dalam keterangannya.
Memuat…
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














