Polisi India Batalkan Izin Demonstrasi Muslim di New Delhi, Pemimpin: “Kami Tertipu”

- Redaksi

Senin, 21 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

NEW DELHI (Arrahmah.id) — Sejumlah tokoh Islam di India memprotes keputusan Kepolisian New Delhi yang membatalkan izin demonstrasi di Jantar Mantar, New Delhi, yang rencananya digelar Kamis pekan lalu. Mereka menilai pembatalan tersebut menghambat hak berkumpul secara damai dan berpotensi menempatkan peserta dalam posisi berhadapan dengan pihak berwajib.

Dikutip Al Jazeera (20/9/2026)Pencabutan izin tersebut disebut-sebut menimbulkan kekecewaan di kalangan penyelenggara. Mereka mengaku sudah tiga kali melakukan pertemuan dengan aparat kepolisian, menyampaikan perkiraan jumlah peserta, rincian kegiatan, dan memberikan jaminan demonstrasi akan berlangsung damai.

Juru Bicara All India Muslim Personal Law Board, Dr Qasim Rasul Ilyas, mengatakan pihaknya merasa telah “ditipu” polisi meski segala persiapan dan koordinasi terkait aksi tersebut sudah disampaikan sebelumnya.

Menurut Ilyas, tuntutan yang akan disuarakan dalam aksi tersebut antara lain diakhirinya ujaran kebencian, peristiwa pembunuhan massa, serta pembongkaran masjid dan madrasah.

Mereka pun mempertanyakan sejumlah kebijakan terkait penerapan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, serta rencana pembuatan lagu. Vande Mataram sebagai lagu yang wajib dinyanyikan.

Vande Mataram adalah lagu nasional India yang ditulis oleh penulis Bankim Chandra Chattopadhyay pada akhir abad ke-19. Frasa utamanya berarti “Aku menghormatimu, hai ibu” dan mengacu pada India.

Lagu tersebut mempunyai status resmi sebagai lagu nasional India, bersamaan dengan lagu kebangsaan Jana Gana Mana. Namun, beberapa organisasi Islam selama beberapa dekade telah menyatakan keberatan terhadap nyanyian Vande MataramApalagi sebagian versi aslinya menggambarkan tanah air dalam wujud dewi Hindu.

Rencana tindakan selanjutnya

Tokoh agama Islam Abu Talib Rahmani mengatakan, pencabutan izin tersebut bisa mengakibatkan ribuan umat Islam yang datang dari berbagai penjuru India terus turun ke jalan tanpa izin.

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi memberikan peluang bagi polisi untuk menindak para peserta. Karena itu pihak penyelenggara memutuskan untuk menunda aksinya.

Sementara itu, Arif Masood, anggota legislatif dari Bhopal dan anggota Partai Kongres, mengatakan partainya akan segera mengumumkan rencana baru untuk mengambil tindakan. Koordinasi dengan kelompok oposisi juga terus dilakukan agar aksi selanjutnya dapat mencapai tuntutan yang disampaikan tanpa bentrokan.

Mantan anggota DPR Ubaidur Rahman Al-Azmi menyatakan, pada aksi selanjutnya, umat Islam tidak lagi meminta izin kepada polisi untuk menggelar aksi demonstrasi.

Dia mengatakan mereka akan mengadakan unjuk rasa langsung di Delhi tanpa terlebih dahulu meminta izin dari pihak berwenang.

Al-Azmi menegaskan, upaya mencegah pertemuan damai tidak akan menghentikan komunitas Muslim untuk menyuarakan tuntutannya.

Situasi di India masih berkembang karena terdapat perbedaan antara keputusan pihak berwenang mengenai izin demonstrasi dan tuntutan para pemimpin dan kelompok Muslim. Pencabutan izin tersebut juga menimbulkan kekhawatiran ketegangan akan meningkat jika pembatasan tindakan dan aktivitas aktivis terus berlanjut.

(Samirmusa/arrahmah.id)

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Atto 2 Makin Menggiurkan, BYD Yuan Up Terbaru Capai 501 Km, Harga Mulai Rp 170 Jutaan di China
MK Keluarkan Aturan Baru Sidang Gugatan Ijazah Gibran
Tragis, Tabrakan Motor dan Mobil di Wonokupang Balongbendo, Pengendara Sepeda Motor Meninggal – SIDOARJO TERKINI
Anies Bicara Ambang Batas Parlemen, Minta Gerakan Rakyat Bergerak
Bongkar Sepenuhnya Telur Paskah Tersembunyi Petualangan Super Bear di Pembaruan Terbaru
Pemprov Lampung Dorong Keseimbangan Konservasi Gajah dan Aktivitas Masyarakat
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi di Indonesia
Thomas Safanpo Sah Bupati Asmat, Polisi Diminta Usut Dalang Aksi Demo Tuntut Pelantikan Bonefasius Jakfu – Highlight News
Tag :

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 00:51 WIB

Atto 2 Makin Menggiurkan, BYD Yuan Up Terbaru Capai 501 Km, Harga Mulai Rp 170 Jutaan di China

Senin, 21 September 2026 - 00:34 WIB

MK Keluarkan Aturan Baru Sidang Gugatan Ijazah Gibran

Senin, 21 September 2026 - 00:17 WIB

Polisi India Batalkan Izin Demonstrasi Muslim di New Delhi, Pemimpin: “Kami Tertipu”

Minggu, 20 September 2026 - 23:53 WIB

Tragis, Tabrakan Motor dan Mobil di Wonokupang Balongbendo, Pengendara Sepeda Motor Meninggal – SIDOARJO TERKINI

Minggu, 20 September 2026 - 23:34 WIB

Anies Bicara Ambang Batas Parlemen, Minta Gerakan Rakyat Bergerak

Berita Terbaru

Headline

MK Keluarkan Aturan Baru Sidang Gugatan Ijazah Gibran

Senin, 21 Sep 2026 - 00:34 WIB