Road to PERURI Bestari Festival 2025: Kembali ke Akar, Menggali Makna Jaga, Serap, dan Tumbuh

- Redaksi

Senin, 15 September 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Di tengah krisis lingkungan yang kian nyata, ketimpangan sosial yang terus melebar, serta tekanan hidup perkotaan yang semakin menyesakkan, ruang aman untuk berhenti sejenak kerap menjadi kebutuhan mendesak. Keresahan itulah yang direspon Bestari Festival bersama PERURI lewat Road to PERURI Bestari Festival 2025: Kembali ke Akar, sebuah pengantar menuju festival utama yang akan digelar pada 20 September 2025 di Taman Kota PERURI, Blok M, Jakarta Selatan.

Tahun ini, festival ini mengusung tema besar “Kembali ke Akar” dengan tiga pilar utama, yaitu Jaga, Serap, dan Tumbuh. Filosofi ini bukan sekadar jargon, tetapi ajakan reflektif untuk menjaga nilai diri, menyerap kebijaksanaan, serta tumbuh dengan arah yang lebih berakar dan berkelanjutan.

“Bestari Festival hadir sebagai ruang aman untuk berhenti sejenak, belajar, dan kembali terhubung di tengah hiruk-pikuk dunia. Kami ingin menghadirkan isu-isu besar seperti keberlanjutan dan makna hidup dengan cara yang ringan, menyenangkan, dan mudah dipahami. Harapannya, percakapan yang lahir dari festival ini dapat bergema jauh melampaui acara itu sendiri,” ujar Firza Daud, Co-founder Bestari Festival.

Tiga pilar tersebut akan diwujudkan dalam tiga zona pengalaman sekaligus tiga sesi talkshow yang mengajak publik melakukan refleksi, berdialog, sekaligus belajar bersama:

Jaga: “Contain to Sustain” — sebuah sesi yang mengajak untuk kembali ke akar nilai manusia: mengenal kembali nilai diri, memulihkan luka, hingga akhirnya bisa memberikan dampak kebaikan dalam kehidupan

Serap: “Living is Meaning-Making” — sesi lanjutan yang mengundang setiap orang untuk menyelami hidup sebagai proses menyerap pembelajaran, di mana hidup dipandang bukan sekadar menemukan makna, tapi juga menciptakan makna.

Tumbuh: Be a Great Small — sesi final yang menawarkan cara pandang alternatif di tengah budaya serba ambisius: tumbuh tidak harus besar. Yang kecil, berakar, dan kolaboratif justru bisa lebih tahan lama serta memberi kontribusi nyata bagi lingkungan dan komunitas.

Memiliki semangat dan visi yang sama, menjadikan festival ini mendapat dukungan penuh dari PERURI. “Bagi PERURI, keberlanjutan bukan hanya jargon, melainkan komitmen nyata yang terus kami jalankan. Dukungan terhadap Bestari Festival sejalan dengan misi kami mendorong inovasi dan nilai sosial melalui kolaborasi lintas sektor. Melalui Bestari Festival, kami ingin mempertemukan ide, aksi, dan inspirasi agar tercipta kesadaran kolektif yang lebih kuat dalam merawat bumi dan masyarakat,” tutur Dwina Septiani Wijaya, Direktur Utama Peruri.

Senada dengan hal tersebut, Soraya Cassandra, Co-founder dan CEO Kebun Kumara, yang turut menjadi pembicara, menekankan pentingnya perspektif sederhana namun berakar. “Sebagai seseorang yang bergiat di dunia pertanian kota, saya belajar bahwa bertani mengajarkan keterhubungan yang mendalam antara manusia, alam, dan makna hidup. Pola pikir kecil namun berakar adalah jalan menuju pertumbuhan yang berkelanjutan. Hal inilah yang saya rasakan dalam semangat Bestari, bagaimana kita diajak untuk menjaga nilai diri, menyerap kebijaksanaan, dan tumbuh dengan cara yang lebih berakar.”

Selain Soraya, festival ini juga akan menghadirkan nama-nama lain seperti Head of Executive Board Koalisi Ekonomi Membumi-Gita Syahrani, praktisi pendidikan-Najeela Shihab, serta musisi seperti Kunto Aji dan Bilal Indrajaya, hingga sederet figur lintas bidang yang akan diumumkan menjelang hari acara.

Road to PERURI Bestari Festival 2025 menjadi pembuka menuju perhelatan utama yang akan digelar 20 September 2025 mendatang di Taman Kota PERURI, Jakarta Selatan. Acara ini terbuka untuk publik dan gratis. Tiket dapat diperoleh melalui http://goers.co/peruribestari

About Bestari Festival
Bestari Festival adalah acara tahunan yang bertujuan untuk mendorong pertumbuhan pribadi dan menginspirasi individu agar dapat menciptakan dampak sosial yang positif. Sebagai platform kolaborasi dan pembelajaran, festival ini mempertemukan para pemimpin, inovator, dan penggerak perubahan dari berbagai bidang untuk membahas isu-isu sosial yang mendesak di Indonesia, mulai dari pendidikan dan keberlanjutan lingkungan hingga kesetaraan gender dan pengembangan usaha sosial.
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Payakumbuh Jadi Satu-satunya Daerah di Sumbar yang Dipilih Kemenekraf untuk Akselerasi Kriya
Desa Devisa buka jalan UMKM rendang Payakumbuh ke pasar ekspor
Payakumbuh Perkuat Kepatuhan Perizinan Pemanfaatan Ruang, Pelanggar Terancam Pembongkaran
Tetap Buka Di Akhir Pekan, Perpustakaan Payakumbuh Perluas Akses Literasi dan Ruang Publik Edukatif
Refleksi 55 Tahun Payakumbuh, DPRD Titip Harapan pada Kepemimpinan Baru
Disnakerperin Payakumbuh Dorong Penguatan Industri Daerah lewat Pelatihan, Sertifikasi, dan Klaster IKM Sepanjang 2025
LRT Jabodebek Hadir Dekat dengan Aktivitas Masyarakat, Terhubung dengan Pusat Perbelanjaan dan Fasilitas Publik
Mau Coba Konsisten Investasi? Coba Lakukan Ini

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 18:41 WIB

Payakumbuh Jadi Satu-satunya Daerah di Sumbar yang Dipilih Kemenekraf untuk Akselerasi Kriya

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:18 WIB

Desa Devisa buka jalan UMKM rendang Payakumbuh ke pasar ekspor

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:48 WIB

Payakumbuh Perkuat Kepatuhan Perizinan Pemanfaatan Ruang, Pelanggar Terancam Pembongkaran

Jumat, 2 Januari 2026 - 18:24 WIB

Tetap Buka Di Akhir Pekan, Perpustakaan Payakumbuh Perluas Akses Literasi dan Ruang Publik Edukatif

Rabu, 17 Desember 2025 - 20:28 WIB

Refleksi 55 Tahun Payakumbuh, DPRD Titip Harapan pada Kepemimpinan Baru

Berita Terbaru

Headline

Christofel Lewedalu Raih Juara ADUKJAKNAS Inspiratif 2026

Rabu, 23 Sep 2026 - 06:34 WIB