Pengarang: Hendra Saputra
•
Editor: Sri Kurnia Mahiruni
•
24 Oktober 2026, 16:19 WIB
•
50 tampilan
JATIM KALI – Penanganan kebakaran di zona TPA lama Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang Kota Malang masih terus dilakukan. Sejumlah titik api dan titik api masih ditemukan di kawasan tersebut. Petugas gabungan juga terus melakukan pembasahan untuk memecah bara api yang tertimbun tumpukan sampah.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Malang Pandu Rizki Darmawan mengatakan, kondisi saat ini menunjukkan titik panas masih mendominasi zona TPA lama. Namun upaya penanganan yang dilakukan sejauh ini berhasil mencegah meluasnya api. Alhamdulillah tidak ada perluasan, kata Pandu, Sabtu (24/10/2026).
Menurut dia, tantangan utama penanganan kebakaran kali ini adalah adanya titik panas yang berada jauh di dalam tumpukan sampah. Kondisi ini membuat proses pemadaman memerlukan waktu ekstra dan ketelitian karena air harus sampai ke bagian dalam untuk memastikan bara api benar-benar padam.
Untuk memutus titik panas perlu kerja keras dan kesabaran. Titik panas tertimbun jauh di tumpukan sampah sehingga petugas harus memastikan air sampai ke dalam. Kendalanya masih sama, yakni faktor angin yang cukup dominan menghambat proses pembasahan titik panas, jelas Pandu.
Selain menangani bara api yang tersembunyi di tumpukan sampah, petugas juga harus memperhatikan arah mata angin. Berdasarkan pantauan terkini, angin bertiup ke arah barat dan utara Kota Malang. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi upaya penanganan di lapangan.
Untuk mempercepat proses pemadaman dan pembasahan, dikerahkan 70 personel gabungan. Mereka terdiri dari Damkar Kota Malang dan Kabupaten Malang, PT Bentoel, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang dan Kabupaten Malang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kedua daerah, Polres Malang Kota, Dinas Kesehatan (Dinkes), serta relawan.
Pandu mengatakan keterlibatan berbagai elemen merupakan bagian dari upaya bersama mengatasi titik panas yang masih ada di zona TPA lama.
“Hari ini personel gabungan berasal dari Damkar Kota Malang, Damkar Kabupaten Malang, PT Bentoel, DLH Kota dan Kabupaten Malang, BPBD Kota dan Kabupaten Malang, Polres Malang Kota, Dinas Kesehatan, serta rekan-rekan relawan. Total personel gabungan berjumlah 70 orang,” ujarnya.
Pembasahan terus dilakukan secara intensif dengan fokus menjangkau titik panas yang berada jauh di dalam sampah. Langkah ini penting untuk mencegah bara api kembali menyala sekaligus mencegah api meluas ke area lain.
Meski belum sepenuhnya teratasi, minimnya perluasan kebakaran menjadi perkembangan positif dalam penanganan zona ini. Petugas gabungan kini terus memastikan titik panas bisa padam total, dengan tetap waspada terhadap perubahan arah dan kecepatan angin.
Baca Juga: Dua Toyota Agya Tabrakan di Jalan Ranugrati Malang, Bagian Depan Mobil Rusak
Baca Juga: Kemarau Panjang, Salat Istisqa di Malang Menjadi Momentum Mengingatkan Anda Akan Bahaya Kebakaran
Penulis/Reporter
Hendra Saputra
Penyunting / Penyuntingan
Sri Kurnia Mahiruni
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














