Peluang duet Dedi Mulyadi-Gibran di Pilpres 2029 bergantung pada Prabowo

- Redaksi

Minggu, 25 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KedaiPena.Com- Direktur Eksekutif Konsultan Politik dan Kampanye Strategis NSL Nasarudin Sili Luli membacakan peluang Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Pemilihan Presiden (Pilpres 2029), termasuk kemungkinan bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Menurut Nasarudin, Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM dan Gibran berpotensi menjadi salah satu pembahasan terkait kepemimpinan nasional pada 2029. Namun, hal tersebut belum tentu menunjukkan adanya rencana bergabung dengan PSI atau membentuk poros politik baru.

Keduanya punya jalur dan perhitungan politik masing-masing, namun relevansinya dalam perbincangan pemilu belum tentu menunjukkan rencana bergabung dengan PSI atau membentuk poros politik, jelas Nasarudin dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 25 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, ambisi pemilu, dukungan partai politik, penerimaan masyarakat, dan konfigurasi koalisi merupakan beberapa variabel yang perlu diperhatikan tersendiri dalam membaca peta politik menuju Pilpres 2029.

“Jika Prabowo kembali mencalonkan diri pada Pilpres 2029, maka posisinya akan menjadi faktor penting dalam kalkulasi politik para elite,” ujarnya.

Nasarudin menilai KDM dan Gibran perlu mempertimbangkan secara matang setiap langkah politik yang akan diambil. Opsi-opsi tersebut dapat berupa penguatan hubungan dengan pusat kekuasaan, membuka ruang negosiasi baru, atau malah menimbulkan persaingan politik sebelum waktunya.

KDM-GIbran | Foto: spesial

Namun prospek politik tidak sama dengan kepastian pencalonan. Begitu pula dengan perpindahan elite ke PSI tidak serta merta menunjukkan terbentuknya poros tandingan ke Partai Gerindra atau pemerintah, tegasnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan persaingan politik berpotensi memanas ketika pergerakan tokoh mengubah perimbangan kekuasaan antar kelompok. Namun negosiasi dan kompromi tetap dapat membuka ruang bagi elite yang berbeda kepentingan untuk bertahan dalam satu konfigurasi politik.

Menurut dia, dinamika menuju Pilpres 2029 akan sangat ditentukan oleh perhitungan masing-masing aktor, komposisi koalisi, dan kemampuan pemimpin dalam mengelola persaingan politik.

“Hasil akhirnya tergantung perhitungan masing-masing aktor, komposisi koalisi, dan kemampuan pemimpin dalam mengelola persaingan,” tutupnya.

Laporan: Muhammad Rafik

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Prabowo Soroti Budaya ABS, Pernyataan Purbaya Soal Laporan Ekonomi Perlu Dibaca Selengkapnya – wwb.co.id
Viral Pelari JRF 2026 Terobos Pagar Pembatas COP, Simak Fungsinya
Update H+4 Supit Kebakaran TPA Urang, Titik Panas dan Bara Masih Terlihat
Pembaruan PowerToys Hadirkan Dua Fitur Mouse Baru ke Windows • Jagat Review
Setelah memamerkan mobil konsep terbarunya, desainnya terinspirasi dari macan tutul, misterius
Tabalong Dapat Rp. Bantuan 10 Miliar dari Presiden Prabowo untuk Tangani Karhutla dan Lahan
Anies Baswedan kaget dengan hasil pemilu di film Tuan Paling Jujur
(HOAKS) Zulkifli Hasan Usul MBG Ganti Rp 300.000 Per Bulan
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 02:20 WIB

Prabowo Soroti Budaya ABS, Pernyataan Purbaya Soal Laporan Ekonomi Perlu Dibaca Selengkapnya – wwb.co.id

Minggu, 25 Oktober 2026 - 02:00 WIB

Peluang duet Dedi Mulyadi-Gibran di Pilpres 2029 bergantung pada Prabowo

Minggu, 25 Oktober 2026 - 01:41 WIB

Viral Pelari JRF 2026 Terobos Pagar Pembatas COP, Simak Fungsinya

Minggu, 25 Oktober 2026 - 01:20 WIB

Update H+4 Supit Kebakaran TPA Urang, Titik Panas dan Bara Masih Terlihat

Minggu, 25 Oktober 2026 - 01:00 WIB

Pembaruan PowerToys Hadirkan Dua Fitur Mouse Baru ke Windows • Jagat Review

Berita Terbaru