Demo Perancis Bukan Lagi Liberte, Egalite dan Fraternite, Tapi Melawan Ketidakadilan dan Ketimpangan

- Redaksi

Sabtu, 24 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Louise, seorang desainer grafis berusia 38 tahun, menceritakan BBC bahwa ia mengikuti demonstrasi sebagai bentuk solidaritas terhadap mahasiswa. Namun, ia juga memiliki kekhawatiran yang lebih luas mengenai kesenjangan yang menurutnya semakin memburuk pada masa pemerintahan Presiden Emmanuel Macron.

“Orang miskin semakin miskin, sedangkan orang kaya semakin kaya,” ujarnya.

Ia memamerkan anting berbentuk guillotine yang dikenakannya. Menurut Louise, simbol ini menggambarkan nasib yang bisa menimpa siapa saja, terlepas dari kekayaan atau kekuasaan yang dimilikinya.

“Ini bukan lagi Liberté, Egalité et Fraternité,” katanya kepada kami. “Tetapi ketidakadilan, ketidaksetaraan, dan hak istimewa.”

Saat ditanya apakah dia khawatir kekerasan seperti akhir pekan lalu akan terulang kembali, Louise menjawab mungkin saja.

Kekhawatiran utamanya, katanya, adalah bahwa gambaran penjarahan akan menutupi isu-isu yang paling ia pedulikan.

Sebelumnya, polisi Prancis menangkap 135 orang. “Polisi telah menangkap 135 orang di tengah protes di seluruh Prancis pada pukul 13.00 waktu setempat (12.00 BST),” Menteri Dalam Negeri Laurent Nuñez mengumumkan.

Sekitar 550.000 orang berpartisipasi dalam demonstrasi Sabtu lalu untuk memprotes kenaikan harga bahan bakar dan biaya hidup. Kekecewaan massal meningkat setelah berminggu-minggu protes yang dilakukan mahasiswa.

Demonstrasi yang awalnya cukup damai, kemudian diwarnai dengan kekerasan, penjarahan, dan pengrusakan. Salah satunya adalah pembakaran gedung abad ke-19 yang menjadi kantor pariwisata Lyon oleh para demonstran—suatu peristiwa yang oleh walikota setempat disebut sebagai “tragedi”.

Di kota Limoges, menara jam dan sebagian atap balai kota yang megah dilalap api sebelum akhirnya ambruk pada hari Sabtu. Setidaknya 2.700 orang telah ditangkap di seluruh Perancis sejak kerusuhan terjadi. Menteri Kehakiman Gérald Darmanin mengatakan pada hari Kamis bahwa 217 dari mereka telah dikirim ke penjara.

Jam malam diberlakukan di beberapa kota menyusul kerusuhan yang terjadi akhir pekan lalu.

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Anies Baswedan kaget dengan hasil pemilu di film Tuan Paling Jujur
(HOAKS) Zulkifli Hasan Usul MBG Ganti Rp 300.000 Per Bulan
Kurangi Polusi Udara-Suhu Panas di Jakarta, BMKG-BPBD Gelar Modifikasi Cuaca
Mapala Bestari Bengkalis Bekali Mahasiswa Materi Operasi SAR
Menteri Dalam Negeri Prancis Peringatkan Potensi Kerusuhan dalam Berlanjutnya Demonstrasi di Paris
Dua Tahun Presiden Prabowo: Hilirisasi Jatim Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Bersama YLBH Poris Masohi Hatuhenu Keadilan Perkuat Akses Hukum
Mengenal Pesawat A400M Angkatan Udara Inggris
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 00:00 WIB

Anies Baswedan kaget dengan hasil pemilu di film Tuan Paling Jujur

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 23:40 WIB

(HOAKS) Zulkifli Hasan Usul MBG Ganti Rp 300.000 Per Bulan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 23:20 WIB

Demo Perancis Bukan Lagi Liberte, Egalite dan Fraternite, Tapi Melawan Ketidakadilan dan Ketimpangan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Kurangi Polusi Udara-Suhu Panas di Jakarta, BMKG-BPBD Gelar Modifikasi Cuaca

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Mapala Bestari Bengkalis Bekali Mahasiswa Materi Operasi SAR

Berita Terbaru

Headline

(HOAKS) Zulkifli Hasan Usul MBG Ganti Rp 300.000 Per Bulan

Sabtu, 24 Okt 2026 - 23:40 WIB

Headline

Mapala Bestari Bengkalis Bekali Mahasiswa Materi Operasi SAR

Sabtu, 24 Okt 2026 - 22:40 WIB