Terdakwa kasus dugaan pencemaran nama baik terkait kontroversi ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo, dr. Tifauzia Tyassuma atau dr. Tifa memperkirakan peluang Jokowi tampil sebagai reporter di persidangan hanya berkisar 45 persen. Secara intuitif, dia bahkan meragukan kehadiran ini.
Perkiraan tersebut disampaikan oleh dr Tifa di dalam podcast di channel YouTube TV Justice Forum program Madilog yang tayang pada 24 Oktober 2026.
Disinggung apakah ia punya naluri akan kehadiran Jokowi, Dr Tifa menjawab dengan pendekatan numerik. “Kalau saya hitung secara matematis, kemungkinannya masih 45-55,” ujarnya. Ia menegaskan, masih ada kemungkinan kedatangan Jokowi.
Menurut Dr Tifa, perhitungan tersebut mencakup sejumlah variabel, termasuk pernyataan dari Jokowi sendiri dan kuasa hukumnya yang bersedia hadir.
“Para pendukungnya menggunakan matematika untuk menuliskannya sebagai suatu kemungkinan,” katanya.
Meski peluangnya bukan nol, dr Tifa mengaku ragu menggunakan intuisi. “Secara manusiawi, dari intuisi manusia, saya ragu dia akan hadir,” ujarnya. Dia memperkirakan alasan yang akan digunakan adalah kondisi kesehatan Jokowi.
Baca juga: Soal Ijazah Jokowi, Jusuf Kalla Tegaskan Pandangannya Tak Sama dengan Roy Suryo
Ia juga menyinggung rekam jejak janji-janji masa lalu Jokowi, termasuk soal mobil SMK dan investor IKN, yang menjadi dasar keraguannya. Ini Dr.Dr.Tifa.
Dr Tifa memperkirakan persidangan akan berhenti pada saat semua pihak sudah merasa muak.
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














