Sekolah Rusak, Anggaran Pendidikan Tersedot MBG

- Redaksi

Selasa, 6 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KAMAR.ID — Tragedi keracunan massal terhadap pelajar menimpa 50.000 anak di berbagai daerah. Bencana ini menyisakan ironi yang paling menyedihkan: pemerintah bertekad untuk mentransfer dana pendidikan sebesar Rp 240 triliun untuk membiayai program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dalam rancangan RAPBN 2027. Triliunan uang ini akhirnya menjadi piring makan siang yang beracun. Pada saat yang sama, mereka membiarkan infrastruktur sekolah yang rusak menunggu untuk runtuh.

Perwakilan MBG Watch, Annette Mau, mengungkap kenyataan menyedihkan di lapangan saat mampir ke Studio Tribunnews Jakarta, Rabu (16/9/2026). Ia menjelaskan, ribuan anak di Aceh harus belajar di ruangan berlumpur sisa bencana. Gedung sekolah mereka tidak memiliki ubin. Perpustakaan juga tidak ada. Tiba-tiba, makan siang gratis datang ke gedung bobrok itu.

Ironisnya program makan gratis di sekolah rusak ini memicu kemarahan masyarakat. Negara maju selalu memastikan kesesuaian dinding dan atap kelas sebelum memikirkan perut siswanya.

“Jadi yang terpenting di negeri ini untuk RAPBN 2027: yang satu pangan, yang kedua senjata,” keluh Annette. Pemerintah justru mencoret anggaran pendidikan, jaminan layanan kesehatan, dan fasilitas umum dari daftar prioritas utama.

JPPI Panggil Keracunan Massal MBG

Serangkaian insiden keracunan memaksa Koalisi MBG Watch meninggalkan arena. Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) bersama Koalisi Penyelamat Pendidikan Indonesia (KOSPI) mengambil sikap tegas. Mereka mengeluarkan surat panggilan resmi yang menyasar Kementerian Keuangan dan Badan Gizi Nasional (BGN) serta warga Senayan. Koalisi ini menentang keputusan konyol yang mengizinkan pemotongan anggaran pendidikan untuk MBG.

Annette menilai para pengambil kebijakan sengaja menutup mata terhadap dampak buruk yang ditimbulkan dari status Proyek Strategis Nasional ini.

Krisis maut ini direspon oleh Presiden Prabowo Subianto. Ia mengatakan, puluhan ribu korban hanya menderita sakit perut ringan. Komentar ringan tersebut melukai hati keluarga korban, khususnya kelompok ibu-ibu.

“Apa yang disampaikan Presiden menegaskan bahwa program ini bersifat narsis,” kata Annette menolak keras logika Istana. “Apakah dia tidak tahu seberapa besar penderitaan rakyat bawah, yang mengalami intimidasi, teror, dan tekanan setiap kali keracunan terjadi?”

Teror Pejabat Ancam Orang Tua

Bencana gizi anak sekolah ini dengan cepat meluas menjadi krisis sosial. Fakta di lapangan menunjukkan seringkali pihak berwenang turun tangan terlebih dahulu untuk mengamankan fasilitas dapur penyedia makanan.

Mereka sengaja menekan orang tua agar diam dan berhenti mengungkit masalah pencernaan anaknya. Advokasi terhadap relawan perlindungan anak terhambat. Warga langsung ketakutan.

Beban terberat jatuh pada perempuan kelas bawah. Banyak ibu-ibu pekerja informal yang kehilangan pendapatan sehari-hari karena harus merawat anak-anaknya yang terbaring lemah di rumah sakit. Ratusan ribu rupiah terbuang percuma.

Kejadian ini membuktikan bahwa negara gagal total dalam memberikan perlindungan. Kebijakan ini menekankan pada pola komunikasi pejabat tinggi yang tidak punya empati dan tidak mau berpihak pada masyarakat miskin. Ruang kelas kini telah berubah menjadi bidang yang mengancam jiwa.


Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

BGN Hentikan Sementara Operasional 6.100 Dapur MBG, Ini Alasannya
Demonstrasi Malioboro: Membongkar Klaim Polisi dan Represi terhadap Ormas
Jokowi Siap Hadir di Sidang Roy Suryo, Tunggu Panggilan Resmi Pengadilan
47 SPPG Sudah Dapat SLHS, Dinkes Cirebon Tekankan Pemeriksaan Pangan MBG di Sekolah
Lelucon! Video Ina Liem Pamer Ijazah Asli SMA Gibran Rakabuming Raka
BGN Tutup Sementara MBG Kitchens karena Tidak Melaporkan Dana Operasional
Apakah BSU 2026 sudah cair? Kementerian Ketenagakerjaan Memberikan Update Jadwal Pencairan
91 Kasus C3 Terungkap, Polsek Kampar Jelaskan Kamtibmas Kuartal III
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:40 WIB

BGN Hentikan Sementara Operasional 6.100 Dapur MBG, Ini Alasannya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:20 WIB

Demonstrasi Malioboro: Membongkar Klaim Polisi dan Represi terhadap Ormas

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:00 WIB

Jokowi Siap Hadir di Sidang Roy Suryo, Tunggu Panggilan Resmi Pengadilan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:41 WIB

47 SPPG Sudah Dapat SLHS, Dinkes Cirebon Tekankan Pemeriksaan Pangan MBG di Sekolah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:20 WIB

Lelucon! Video Ina Liem Pamer Ijazah Asli SMA Gibran Rakabuming Raka

Berita Terbaru