Payakumbuh — Kompetisi sepak bola kelompok usia dini dinilai menjadi salah satu kunci memperkuat regenerasi atlet sekaligus membuka peluang lahirnya pesepak bola potensial dari Kota Payakumbuh.
Pandangan itu disampaikan KONI Kota Payakumbuh menyikapi pelaksanaan Liga Askot PSSI Kota Payakumbuh untuk kelompok usia KU-8, KU-10, KU-12 dan KU-14 di Lapangan Perisai, Parik Muko Aia, Kecamatan Lamposi Tigo Nagori, Ahad (13/09/2026).
Kompetisi tersebut diikuti sejumlah tim pembinaan sepak bola usia dini, yakni Bintang Timur, Pospa FC, Gasper, Satria Muda, Porseba, Xakapa, Madani, Victory FS dan Perisai FC.
Ketua KONI Kota Payakumbuh Chairul Mufti melalui Kabid Organisasi KONI Aswandi mengatakan, keterlibatan banyak tim dalam kompetisi usia dini membuka ruang yang lebih luas bagi anak-anak untuk mendapatkan pengalaman bertanding.
“Kompetisi seperti ini penting karena anak-anak tidak hanya berlatih, tetapi juga mendapat pengalaman bertanding. Dari sana bakat, kemampuan dan mental mereka bisa terus berkembang,” kata Aswandi.
Menurut dia, semakin sering anak-anak memperoleh kesempatan bertanding, semakin mudah pelatih memantau perkembangan mereka.
Kompetisi yang berlangsung secara berkelanjutan juga dapat menjadi ruang untuk menemukan pemain yang memiliki potensi dan kemudian mengarahkannya ke jenjang pembinaan berikutnya.
Liga Askot PSSI tahun ini mempertandingkan empat kelompok umur, yakni KU-8, KU-10, KU-12 dan KU-14.
Pembagian tersebut memberi ruang bagi pemain untuk berkembang sesuai tahapan usia sekaligus membangun pengalaman bermain secara bertahap.
“Pembinaan sepak bola memang harus dimulai dari usia dini. Selain kemampuan teknis, mereka perlu dibiasakan dengan disiplin, kerja sama, tanggung jawab dan sportivitas,” ujarnya.
Pelaksanaan kompetisi turut mendapat perhatian dari pemerintah setempat. Camat Lamposi Tigo Nagori, Sekretaris Askot PSSI Kota Payakumbuh dan Lurah Lamposi hadir dalam kegiatan yang berlangsung di Lapangan Perisai tersebut.
Keterlibatan unsur pemerintah, organisasi sepak bola dan lingkungan masyarakat dinilai penting untuk menjaga kesinambungan pembinaan.
Dukungan tersebut juga membuka ruang kolaborasi antara Askot PSSI, KONI, klub, pelatih, orang tua dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan olahraga yang sehat bagi anak-anak.
KONI Kota Payakumbuh berharap kompetisi usia dini tidak berhenti sebagai agenda pertandingan, tetapi berkembang menjadi bagian dari pola pembinaan yang konsisten.
Para pemain yang mulai bertanding sejak kelompok usia awal diharapkan memiliki jalur pembinaan yang jelas ketika naik ke kelompok umur berikutnya.
“Kalau kompetisi terus berjalan dan pembinaannya terarah, kita berharap dari sini muncul pemain-pemain muda yang nantinya mampu membawa nama Payakumbuh dan bersaing di tingkat provinsi maupun nasional,” pungkasnya. (red)
Penulis : Firdaus Katik Batuah
Editor : Rachmail Gucci
Sumber Berita : KONI Kota Payakumbuh















