Ketua DPP Penelitian dan Pengembangan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedek Prayudi mengungkapkan alasan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum menduduki jabatan strategis di partai, seperti Ketua Umum atau Ketua Dewan Pembina, meski sudah resmi mengantongi Kartu Anggota (KTA) PSI.
Menurut Dedek, Jokowi ingin PSI memperkuat fondasi organisasinya terlebih dahulu sebelum mengandalkan popularitas tokoh untuk mendongkrak perolehan suara.
Untuk itu, Jokowi meminta pengurus partai menyelesaikan pembentukan struktur kepengurusan di tingkat kelurahan dan desa hingga mencapai 75-80 persen di seluruh Indonesia.
Dedek menegaskan, langkah ini bertujuan untuk memastikan mesin partai bekerja hingga ke tingkat akar rumput. Dengan demikian, perkembangan PSI tidak hanya bergantung pada efek elektoral bergabungnya tokoh-tokoh populer.
Kenapa hanya sekarang atau kenapa tidak segera mendapat jabatan dan sebagainya? Sebab, Pak Jokowi tidak ingin perolehan elektoral Jokowi secara instan hanya berdampak pada PSI, jelas Dedek.
Dedek menjelaskan, target pembentukan kepengurusan di tingkat kecamatan dan desa menjadi pekerjaan rumah bagi pengurus PSI.
Tercapainya target tersebut dinilai penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi dan meningkatkan kesiapan partai menghadapi agenda politik mendatang.
Menurut dia, penguatan struktur hingga ke tingkat bawah diharapkan dapat mendorong kader untuk lebih aktif melakukan konsolidasi politik dan edukasi kepada masyarakat.
Dedek juga membantah anggapan kurangnya posisi strategis Jokowi terkait gesekan atau konflik internal PSI.
Ditegaskannya, fokus partai saat ini adalah penguatan kelembagaan, pemenuhan target pembentukan struktur organisasi, dan penyiapan kader agar mesin partai bisa bekerja maksimal.
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














