Presiden Prabowo Subianto menerima 250 anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin) beserta peserta P3MDI di Hambalang, Bogor. Pertemuan tersebut merupakan kesempatan untuk menyampaikan hasil Pertemuan Nasional Kadin Tahun 2026 sekaligus mempererat komunikasi antara pemerintah dan dunia usaha terkait perkembangan investasi dan pengembangan industri nasional.
Berdasarkan unggahan Instagram Sekretariat Kabinet yang dikutip ANTARA pada 1 November 2026, pertemuan tersebut bermula dari laporan Ketua Umum Kadin Anindya Bakrie kepada Presiden Prabowo. Salah satu poin utama yang disampaikan adalah pencapaian Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
Anindya melaporkan, nilai PMDN mencapai hampir Rp 2.000 triliun pada dua tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo. Capaian tersebut mencerminkan kepercayaan pelaku usaha terhadap perekonomian Indonesia di tengah ketidakpastian global.
Penanaman modal dalam negeri juga melibatkan pengusaha kelas menengah. Keterlibatan kelompok usaha tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan perekonomian nasional dalam menghadapi berbagai tantangan global.
Selain menyampaikan perkembangan investasi, Anindya menyampaikan komitmen dunia usaha dalam mendukung pengembangan sejumlah sektor industri masa depan. Fokusnya mencakup kendaraan listrik, energi terbarukan, dan pusat data.
Pengembangan ketiga sektor tersebut berpotensi meningkatkan penggunaan komponen lokal dan memperkuat kapasitas industri nasional. Komitmen ini merupakan bagian dari kontribusi dunia usaha terhadap pengembangan industri dalam negeri.
Pertemuan di Hambalang juga melibatkan peserta P3MDI sebagai bagian dari upaya membangun komunikasi antara pemerintah, dunia usaha, dan calon pemimpin masa depan Indonesia.
Di sisi lain, penguatan sektor usaha dalam negeri juga terkait dengan perlunya menciptakan pasar dalam negeri yang mampu melindungi dan memberikan ruang pertumbuhan bagi industri nasional dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kompas.id dalam pemberitaan 31 Oktober 2026 menyoroti pentingnya penguatan kemitraan dan pemberian insentif bagi UMKM.
Penguatan kemitraan antar pelaku usaha dan mendukung kebijakan pemerintah menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam diskusi pembangunan ekonomi dalam negeri. Perlindungan pasar dalam negeri juga menjadi perhatian untuk mendukung pertumbuhan industri nasional dan UMKM.
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














