Tampilan: 18
BOGOR, – Pengembangan sumber daya manusia dan penyiapan pemimpin masa depan menjadi fokus Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong kemajuan Indonesia. Komitmen tersebut disampaikan Presiden saat memberikan pengarahan kepada peserta Program Presiden Pemimpin Masa Depan Indonesia atau P3MDI Angkatan 1 Tahun Anggaran 2026 dan peserta Temu Nasional Kadin se-Indonesia.
Kegiatan ini berlangsung di kediaman pribadi Presiden di Hambalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Dalam kesempatan itu, Presiden mengajak dunia usaha untuk terlibat aktif dalam pengembangan sumber daya manusia.
Anggota Kadin Indonesia James Riyadi mengatakan, Presiden Prabowo menaruh perhatian besar terhadap pembangunan manusia sebagai landasan kemajuan bangsa. Menurutnya, pengembangan sumber daya manusia, khususnya pembentukan karakter dan kapasitas kepemimpinan, merupakan faktor penting bagi negara-negara besar.
“Hari ini para pemimpin dunia usaha melihat seorang Presiden yang luar biasa. Beliau mengabdikan hatinya pada pendidikan, pada pembangunan manusia. Beliau menceritakan betapa tidak ada bangsa besar yang tidak ada hubungannya dengan pembangunan manusia, apalagi pemimpin-pemimpin yang berkarakter dan beliau menceritakan semua ini dengan hati yang luar biasa, ikhlas, namun beliau ingin Indonesia menjadi negara maju, negara yang disegani oleh semua pihak,” kata James.
James Apresiasi Sistem Meritokrasi di P3MDI
Selain itu, James juga mengapresiasi upaya Presiden Prabowo yang membuka peluang seluas-luasnya bagi generasi muda, termasuk kelompok masyarakat kurang mampu, untuk berkembang melalui sistem meritokrasi. Ia menilai P3MDI merupakan wujud visi Presiden dalam mempersiapkan pemimpin masa depan Indonesia melalui proses seleksi dan pengembangan yang tepat sasaran.
Menurutnya, Presiden tidak hanya punya visi, tapi juga berani mewujudkan visi tersebut. Oleh karena itu, dunia usaha harus mendukung program ini.
“Ini visinya, dia punya visi dan dia punya perut (keberanian) untuk mewujudkan visi itu. Jadi tidak ada jalan lain, kita harus dukung mereka karena 300-an anak muda ini sudah S1, punya pengalaman 1-2 tahun dan akan dilatih intensif selama 9 bulan. Dengan perhatian dan juga dengan proses screening, saya yakin melihat wajah mereka, wajah mereka, mereka akan menjadi pemimpin masa depan,” ujarnya.
Kadin Siap Menjadi Mitra Pemerintah dalam Menciptakan Pemimpin
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pangan Kadin Indonesia, Mulyadi Jayabaya pun mengapresiasi pidato Presiden Prabowo. Dia menilai pembekalan tersebut memberikan wawasan mengenai tanggung jawab negara dalam mendorong kemajuan bangsa.
Mulyadi mengatakan, perhatian pemerintah terhadap berbagai program pembangunan, termasuk bidang pangan, pendidikan, dan keamanan perlu mendapat dukungan bersama.
“Luar biasa. Ceramah Pak Presiden Pak Prabowo saat saya masih 2 tahun ini luar biasa. Memberikan kita wawasan tentang tanggung jawab negara. Negara harus maju dan ini sangat luar biasa,” kata Mulyadi.
Dalam kesempatan tersebut, Mulyadi menegaskan dunia usaha mempunyai peran penting sebagai mitra pemerintah dalam mendukung program pembangunan, termasuk melalui P3MDI. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan swasta sangat diperlukan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional serta mempersiapkan generasi pemimpin.
“Mari kita bersinergi antara swasta dan pemerintah karena Kadin adalah mitra. Kita dukung MDI ini. Sehingga ketahanan pangan bisa kita capai. Insya Allah bisa tercapai,” tutupnya.
Program P3MDI merupakan investasi jangka panjang untuk menghasilkan generasi pemimpin yang tidak hanya cerdas dan kompeten. Selain itu, program ini juga membentuk karakter pemimpin yang berani mengambil tanggung jawab dan memiliki tekad yang kuat untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang maju, mandiri, dan disegani dunia.
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














