Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Foto: Ist
JAKARTA – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp 3,923 triliun pada dua tahun pertama. Investasi ini diklaim mampu menyerap 5.485.944 tenaga kerja.
Prestasi tersebut disampaikan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangannya, Kamis (29/10/2026). Menurutnya, dua tahun pemerintahan tidak hanya diukur dari rencana, tapi juga hasil nyata yang dirasakan masyarakat.
“2 tahun pertama pemerintahan bukan sekedar rencana, tapi kerja nyata dan hasil yang bisa dilihat,” kata Teddy.
Selain investasi, pemerintah mencatat sejumlah capaian program prioritas di berbagai sektor. Di bidang pendidikan, sepanjang tahun 2026 telah dibangun 265 Sekolah Rakyat di 131 kabupaten/kota. Program ini membuka akses pendidikan bagi 45 ribu anak, termasuk mereka yang sebelumnya hidup di jalanan.
Pemerintah juga merevitalisasi 30 ribu sekolah dan menyediakan 288.180 layar interaktif untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Insentif guru honorer ditingkatkan sebesar 30 persen. Sementara itu, sebanyak 240 ribu guru Pegawai Negeri Sipil dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu (PPPK) direncanakan bertransisi menjadi pegawai tetap mulai Januari 2027.
Di bidang kesehatan dan gizi, program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau 62 juta penerima manfaat. Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (CKG) mencatat 108 juta penerima layanan. Pemerintah juga membangun 22 rumah sakit baru untuk memperluas akses layanan kesehatan.
Di sektor perumahan dan infrastruktur, telah dilakukan pembangunan dan renovasi 400 ribu rumah. Pemerintah juga menyelesaikan pembangunan 100 Kampung Nelayan Merah Putih.
Infrastruktur pendukung lainnya meliputi lebih dari 9.000 kilometer jaringan irigasi, 3.500 jembatan, 2.228 kilometer jalan melalui program Instruksi Presiden (Inpres), serta 3.000 sumur bor. Sebanyak 17 stadion juga dibangun dan direnovasi sesuai standar FIFA.
Di bidang pangan, Teddy mengatakan pemerintah telah mencapai swasembada delapan komoditas pangan dengan cadangan diklaim tertinggi sepanjang sejarah. Sementara di bidang energi, penerapan program B50 merupakan upaya memperkuat kemandirian energi nasional.
Pemerintah juga mendorong peningkatan nilai tambah sumber daya alam melalui pengembangan 26 proyek hilir. Untuk memperluas kesempatan kerja, program Pemagangan Nasional telah menjangkau 250 ribu peserta dengan pendapatan setara upah minimum kabupaten/kota (UMK).
Pemberdayaan ekonomi masyarakat diperkuat melalui operasionalisasi 10 ribu Koperasi Desa Merah Putih. Pemerintah juga menurunkan bunga pembiayaan PNM Mekaar dari 25 persen menjadi 8 persen untuk 16 juta perempuan.
Di bidang keuangan, pemerintah sedang mengembangkan Bank Emas dengan pengelolaan 153 ton emas. Pembangunan Kampung Haji Indonesia juga terus dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kepada jamaah haji.
Sementara pada reformasi BUMN, sebanyak 290 perusahaan pelat merah ditutup atau dirampingkan. Langkah tersebut diklaim dapat menghemat APBN hingga Rp 50 triliun per tahun.
Pemerintah juga mencatat pelunasan utang obligasi BLBI senilai Rp218,3 triliun serta penyelamatan aset negara lebih dari Rp54 triliun. Skema bagi hasil bagi pengemudi transportasi dan layanan berbasis platform juga diperkuat.
“Perjalanannya masih panjang, tantangannya masih besar. Namun setiap pencapaian merupakan batu loncatan untuk melangkah lebih jauh. Pemerintah akan terus mendorong pembangunan yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Teddy.
Target Investasi Lima Tahun Rp 13,032 Triliun
Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani menjelaskan realisasi investasi sebesar Rp3,923 triliun merupakan akumulasi dari triwulan IV tahun 2024 hingga triwulan III tahun 2026.
Pemerintah menargetkan total investasi mencapai Rp13.032,8 triliun selama lima tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Target tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan realisasi investasi satu dekade sebelumnya yang mencapai Rp9.100 triliun pada periode 2014-2024.
“Jadi peningkatannya sangat signifikan,” kata Rosan pada Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin Indonesia di Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Rosan juga menjelaskan realisasi investasi sepanjang Januari-September 2026 mencapai Rp1.539,2 triliun atau 75,4 persen dari target. Investasi pada periode tersebut menyerap 2.194.496 tenaga kerja.
Menurut dia, investasi menjadi penopang penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional agar tetap di atas 5 persen. Investasi merupakan komponen penyumbang pertumbuhan ekonomi terbesar kedua setelah konsumsi rumah tangga, disusul belanja pemerintah dan ekspor.
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














