MUARA JAVA.PERDAGANGAN.ASIA — Jufri Daeng Kulle, 50 tahun, nelayan yang hilang setelah perahu yang ditumpanginya terbalik akibat dihantam ombak di perairan Muara Kembang, Muara Jawa, Kutai Kartanegara, ditemukan tewas pada Kamis 22 Oktober 2026. Korban ditemukan sekitar 12,4 mil laut dari lokasi kejadian setelah dua hari pencarian.
Danru SAR Basarnas Balikpapan, Ari Triyanto menjelaskan, korban ditemukan tim SAR gabungan pada pukul 12.22 Wita.
Selanjutnya korban dievakuasi ke Pelabuhan Handil, Muara Jawa, kemudian dibawa dengan ambulans menuju rumah duka, kata Ari, dikutip niaga.asia dalam keterangannya, Kamis 22 Oktober 2026.
Kecelakaan terjadi pada Rabu 21 Oktober 2026 sekitar pukul 10.30 Wita. Tiga orang nelayan sebelumnya melaut sekitar pukul 05.00 WITA untuk mencari ikan. Saat berada di perairan Muara Kembang, perahu yang mereka gunakan terbalik setelah dihantam ombak.
Dua orang nelayan, Irfan, 30 tahun, dan Rian, 20 tahun, berhasil menyelamatkan diri. Sedangkan Jufri tersapu ombak dan dinyatakan hilang.
Basarnas Balikpapan menerima laporan kejadian tersebut pada Rabu pukul 11.30 Wita, dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan penggeledahan.
Kamis pagi, tim SAR gabungan melanjutkan pencarian dengan menyisir area seluas kurang lebih 96,31 mil laut persegi. Tim juga meminta kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi untuk memberikan informasi jika melihat keberadaan korban.
Setelah korban ditemukan dan dievakuasi, operasi SAR diusulkan ditutup. Seluruh personel melakukan pembekalan sebelum kembali ke unit masing-masing dan melanjutkan kesiapsiagaan.
Basarnas Balikpapan mengapresiasi kerja sama seluruh unsur gabungan SAR dan mengimbau para nelayan memperhatikan kondisi cuaca dan keselamatan pelayaran sebelum melaut.
Sumber: Basarnas Balikpapan | Editor: Saud Rosadi
Tag: BasarnasKecelakaan AirKutai Kartanegara
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














