Mendagri Tito Minta Pemda Segera Bentuk Satgas MBG di Daerah

- Redaksi

Rabu, 28 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

tirto.id – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian mendorong percepatan pembentukan gugus tugas di daerah untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Merujuk data Kementerian Dalam Negeri, hingga saat ini sudah ada 223 daerah yang membentuk Satgas MBG. Tito juga meminta pemerintah daerah yang belum memiliki gugus tugas segera membentuknya untuk memastikan pelaksanaan MBG lebih optimal.

Jadi saya minta yang belum, saya beri waktu seminggu untuk membuat Satgas MBG di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota,” kata Tito usai Kick Off Sosialisasi Surat Edaran Mendagri tentang Penyelenggaraan Pemeriksaan Kesesuaian dan Penilaian Unit Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah yang berlangsung secara hibrid dari Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Pembentukan Satgas MBG di daerah merupakan bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan mendukung kelancaran pelaksanaan program.

Langkah Tito mendorong percepatan pembentukan gugus tugas sekaligus menegaskan komitmen Kementerian Dalam Negeri dalam mendukung pelaksanaan berbagai program prioritas Presiden Prabowo Subianto, khususnya MBG.

Penguatan Peran Pemerintah Daerah dalam Mengawasi MBG

Guna mengoptimalkan pelaksanaan program MBG, Tito juga menerbitkan Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri Nomor 400.5/8545/SJ tentang Pelaksanaan Pemeriksaan dan Penilaian Kesesuaian SPPG di Daerah.

SE ini diterbitkan untuk memperkuat peran pemerintah daerah dalam mengawasi pelaksanaan program MBG sesuai kewenangannya dan menjamin kualitas operasional SPPG di daerahnya masing-masing.

Melalui SE ini, Mendagri mengarahkan Satgas MBG di daerah untuk aktif berkoordinasi dengan perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam melakukan pemeriksaan dan pengawasan untuk memastikan operasional SPPG sesuai standar yang berlaku.

Pemeriksaan dan pengawasan tersebut harus mengacu pada petunjuk teknis dan ketentuan BGN. Termasuk mengkaji 14 indikator kelayakan operasional SPPG, mutu dan kesesuaian menu pangan, serta evaluasi ketepatan sasaran penerima manfaat program MBG.

Tito mengingatkan, program MBG dapat mendukung kemajuan daerah sehingga pemerintah daerah perlu memberikan dukungan maksimal.

Implementasi program MBG yang optimal, lanjutnya, akan memperkuat kualitas kesehatan dan gizi masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian di daerah.

“Karena mati-pengambil-“Jelas, pembelinya jelas, petani, nelayan, ini (daerah) akan sangat diuntungkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, program MBG dapat memberikan berbagai dampak positif lainnya bagi daerah, seperti pengentasan kemiskinan, perluasan lapangan kerja, peningkatan pertumbuhan ekonomi, dan membantu pengendalian inflasi.

“Banyak sekali masyarakat yang terkesan dengan kegiatan MBG ini. Kalau di daerahnya masing-masing sukses, maka kinerjanya (pemerintah daerah) juga akan terangkat. Tidak hanya pemerintah pusat, (hasil kinerjanya) juga akan terangkat,” imbuhnya.

Ke depan, Tito akan memasukkan capaian pemerintah daerah dalam mendukung program MBG sebagai salah satu aspek penilaian Apresiasi terhadap Prestasi Pemerintah Daerah.

Dengan begitu, ia berharap pelaksanaan program MBG dapat berjalan lebih maksimal dan memberikan manfaat yang luas bagi kesejahteraan warga.

Sekadar informasi, acara sosialisasi Kick-Off SE Mendagri ini juga dihadiri oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus, Kepala BGN Sudaryono, Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari, Wakil Kepala BGN Trenggono, serta sejumlah pejabat terkait lainnya di lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan BGN.

(INFO TERKINI)

Penulis: Tim Layanan Media


Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, ATR/BPN Berikan Kepastian Waktu Pelayanan Melalui Pengukuran Terjadwal dan PELOPOR 10 Hari
Pemprov Dorong Pembentukan Satgas MBG di Kabupaten/Kota
BMKG Rilis Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 28-30 Oktober 2026 14 Provinsi Waspada Hujan Lebat
Prabowo Menerima Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan di Hambalang
BMKG: Sumatera, Jawa, Kalimantan Waspada Hujan Lebat hingga 30 Oktober
BMKG: Hujan di Jatim Dua Hari Terakhir Akibat Modifikasi Cuaca, Bukan Musim Hujan – magzurani.com
Viral Biaya Hidup di Indonesia vs Korea Selatan, Ini Fakta Menurut Ekonom
Hujan yang turun di sebagian wilayah Jawa Timur dipengaruhi oleh OMC
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, ATR/BPN Berikan Kepastian Waktu Pelayanan Melalui Pengukuran Terjadwal dan PELOPOR 10 Hari

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:20 WIB

Pemprov Dorong Pembentukan Satgas MBG di Kabupaten/Kota

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Mendagri Tito Minta Pemda Segera Bentuk Satgas MBG di Daerah

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:41 WIB

BMKG Rilis Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 28-30 Oktober 2026 14 Provinsi Waspada Hujan Lebat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Prabowo Menerima Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan di Hambalang

Berita Terbaru

Headline

Pemprov Dorong Pembentukan Satgas MBG di Kabupaten/Kota

Rabu, 28 Okt 2026 - 20:20 WIB

Headline

Mendagri Tito Minta Pemda Segera Bentuk Satgas MBG di Daerah

Rabu, 28 Okt 2026 - 20:01 WIB