Hujan yang turun di sebagian wilayah Jawa Timur dipengaruhi oleh OMC

- Redaksi

Rabu, 28 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA (Lentera) – Hujan mengguyur sejumlah wilayah di Jawa Timur (Jatim) dalam dua hari terakhir. Namun ada beberapa wilayah yang terdampak dengan penerapan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilakukan Badan Meteorologi, Klimatologi, Geofisika (BMKG), bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur.

Kepala BMKG Kelas I Juanda Taufiq Hermawan mengatakan penerbangan operasi modifikasi cuaca akan berlangsung pada 24-29 Oktober 2026. OMC dilakukan di sejumlah wilayah untuk memicu hujan sesuai kebutuhan.

Taufiq Hermawan saat memberikan bimbingan teknis Jurnalis Tangguh Bencana Jatim 2026 yang digelar di Surabaya, Rabu (28/10/2026) mengatakan, OMC menyasar sejumlah wilayah di Jatim, antara lain Malang, Sidoarjo, Pasuruan, Probolinggo, Bondowoso, dan sebagian Ponorogo.

Saya juga pastikan, itu karena operasi modifikasi cuaca. Sorty yang dilakukan ada lintasannya, mengarah ke wilayah Sidoarjo, lalu Probolinggo dan sebagian Pasuruan, kata Taufiq.

Lebih lanjut Taufiq menjelaskan, OMC tidak menyasar seluruh wilayah di Jawa Timur. Diantaranya yang saat itu belum menjadi sasaran penerbangan penyemaian awan adalah wilayah pantai utara (Pantura).

Namun, ia menegaskan, curah hujan yang turun di wilayah sasaran OMC perlu dilihat berdasarkan kegiatan penyemaian awan yang dilakukan. Sementara itu, kondisi cuaca di wilayah lain belum tentu bisa dikaitkan dengan operasi tersebut.

“OMC merupakan intervensi kondisi cuaca yang berbasis ilmu pengetahuan. Penerapannya disesuaikan dengan kebutuhan, antara lain untuk mempercepat hujan atau mengurangi risiko hujan di lokasi tertentu. Dalam pengoperasian pemicu hujan, bahan penyemaian yang digunakan antara lain garam,” ujarnya.

Taufiq menjelaskan penerapan OMC tidak bisa dilakukan sembarangan. Operasi harus mempertimbangkan ketersediaan awan yang cocok untuk disemai serta kondisi cuaca yang mendukung sehingga intervensi dapat efektif.

Redaktur: Lutfiyu Handi

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

BMKG: Hujan di Jatim Dua Hari Terakhir Akibat Modifikasi Cuaca, Bukan Musim Hujan – magzurani.com
Viral Biaya Hidup di Indonesia vs Korea Selatan, Ini Fakta Menurut Ekonom
Dr Tifa Curiga Ada Skenario Ini di Balik Jaksa Tak Panggil Jokowi
Sinetron “Kesetiaian”, Persembahan Terbaru SCTV, Siap Menguras Air Mata dan Emosi Penonton – Panduan Acara
Mahasiswa Tuntut Lima Agenda dan Negosiasikan Lokasi Demonstrasi di Jakarta
Jatim Diguyur Hujan, BMKG Tegaskan Musim Kemarau Belum Berakhir
BMKG memperkirakan Indonesia akan mulai memasuki musim hujan pada November 2026
BKN memberikan informasi perkembangan terkini penyusunan peraturan alih status PPPK, simak
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:40 WIB

BMKG: Hujan di Jatim Dua Hari Terakhir Akibat Modifikasi Cuaca, Bukan Musim Hujan – magzurani.com

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:20 WIB

Viral Biaya Hidup di Indonesia vs Korea Selatan, Ini Fakta Menurut Ekonom

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:00 WIB

Hujan yang turun di sebagian wilayah Jawa Timur dipengaruhi oleh OMC

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:40 WIB

Dr Tifa Curiga Ada Skenario Ini di Balik Jaksa Tak Panggil Jokowi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Sinetron “Kesetiaian”, Persembahan Terbaru SCTV, Siap Menguras Air Mata dan Emosi Penonton – Panduan Acara

Berita Terbaru