JAKARTA (Lentera) – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada 14 Agustus hingga 25 Oktober 2026 telah mengganggu 3.030 penerbangan di Indonesia. Gangguan ini berdampak pada 154 rute dan 78 bandara khususnya di Kalimantan.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Lukman F. Laisa mengatakan dari jumlah tersebut, sekitar 1.700 penerbangan atau 56% terpaksa dibatalkan.
Jadi UPBU atau UPT Ditjen Perhubungan ada 70, Angkasa Pura 7, swasta 1, kata Lukman kepada wartawan dalam diskusi Forwahub di Jakarta, Senin (26/10/2026).
Menurut CNBCIndonesia, jalur yang paling terdampak adalah menuju Pontianak. Kemudian disusul Singkawang, Palangkaraya, dan Pangkalan Bun. Selain penerbangan komersial, 617 penerbangan pilot juga terganggu.
Untuk mengantisipasi gangguan akibat rendahnya jarak pandang, Kementerian Perhubungan meminta AirNav memperbaiki sistem pendaratan di bandara terdampak.
“Jadi, kami sudah meminta AirNav untuk mengupgrade bandara-bandara yang masih terdampak karhutla, ini untuk memasukkan kategori ILS ke kategori 2,” ujarnya.
Peningkatan Instrument Landing System (ILS) ke kategori II diharapkan dapat membantu pesawat mendarat dalam kondisi jarak pandang yang lebih terbatas. Namun Kementerian Perhubungan menyatakan masih menghitung biaya dan kebutuhan infrastruktur untuk kenaikan tersebut.
Redaktur: Lutfiyu Handi
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency













