Ketua DPP Penelitian dan Pengembangan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedek Prayudi menjelaskan alasan Joko Widodo belum menempati posisi strategis di struktur partai. Menurut dia, hal tersebut bukan disebabkan oleh gesekan internal, melainkan terkait dengan target pembentukan kepengurusan PSI di tingkat desa dan kelurahan.
Dedek mengatakan, Jokowi ingin PSI memperkuat struktur organisasinya sebelum mengambil peran lebih besar. Pihaknya ditargetkan menyelesaikan pengelolaan di sekitar 75 hingga 80 persen desa dan kelurahan se-Indonesia.
Arahan tersebut, kata Dedek, disampaikan Jokowi pada Kongres PSI di Solo dan dilanjutkan pada Rakernas di Makassar.
Jokowi disebut-sebut bersedia bekerja keras untuk PSI jika kader partai juga menunjukkan upaya serupa. Oleh karena itu, partai diminta membuktikan kerja organisasi di tingkat akar rumput.
Dedek menilai Jokowi tidak ingin kehadirannya hanya memberikan keuntungan elektoral secara instan. Dia ingin kader PSI bekerja dulu membangun kekuatan organisasi.
Menurut Dedek, saat Jokowi menunjukkan kartu anggota (KTA) PSI di Bandung sekitar empat atau lima pekan sebelum pernyataannya, pengurus di daerah itu baru saja menyelesaikan pekerjaan rumah yang diberikan.
Jokowi sebelumnya menunjukkan KTA PSI pada Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) di Bandung, Jawa Barat, pada 26 September 2026. Dalam kesempatan itu, ia menyatakan dirinya menjadi bagian PSI sejak 14 Oktober 2025.
Kemunculan Jokowi bersama KTA kembali memunculkan spekulasi terkait posisi yang akan didudukinya di kepengurusan partai periode 2025-2030.
Sebelumnya, Sekretaris Dewan Pembina PSI Grace Natalie dan Politisi PSI Raja Juli Antoni menyebut sosok berinisial J yang dikaitkan dengan calon Ketua Dewan Pembina DPP PSI.
Baca Juga: dr Tifa Soal Saksi Jokowi: Ada yang Tak Diundang dan Ada yang ‘Tak Terlihat’
Di tengah belum adanya jabatan formal bagi Jokowi, dukungan terhadap mantan presiden tersebut untuk memimpin PSI terus disuarakan oleh sejumlah kader daerah.
Aspirasi tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum PSI Ronald A. Sinaga atau Bro Ron usai bertemu Jokowi di kediamannya di Sumber, Solo, Jawa Tengah, pada 21 Oktober 2026.
Menurut Bro Ron, kader di sejumlah daerah, termasuk Cirebon dan Jawa Barat, menginginkan agar Jokowi menjadi Ketua Umum PSI menggantikan Kaesang Pangarep.
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency














